Tag Archives: Tidying Festival

[Shokyuu Intensive Class] Task 10: Berbenah Sentimental Items

Minggu ini (yang adalah seminggu ke belakang), tidying festival memasuki pekan terakhir.

Kategori yang dibenahi kali ini adalah: sentimental items atau barang yang memiliki nilai kenangan.

Kategori ini diletakkan paling akhir karena membutuhkan lebih banyak perenungan mendalam saat memilih yang mana yang hendak dilepaskan. Namanya juga benda kenangan yaa.. Pastinya berkaitan dengan sisi emosional kita sebagai manusia.

Saya pun demikian saat mulai membereskan kategori ini. Baru mulai saja kok malah jadi baca-baca jurnal lama 😂 Kapan kelarnya Buu, hahaha…

Pokoknya judulnya “a walk down the memory lane” deh. Rasanya seru-seru gimanaa gitu ya. Jadi inget lagi setiap masa saat barang-barang itu masih digunakan atau baru dibeli/ didapatkan deh 😆

Sama seperti saat berbenah komono, sentimental items juga dibagi ke dalam sub-sub kategori, bedanya, kali ini, tidak perlu menyimpan semuanya, hanya yang nilai spark joy-nya paling mewakili. Tipsnya: Kerjakan dari yang paling mudah dilepaskan.

Memilah barang kenangan ini katanya bagaikan mencerna masa lalu, menyimpan yang terpenting saja, karena sejatinya masa lalu tidak akan kembali, yang utama adalah kegembiraan yang kita rasakan pada saat ini. Berbenah barang kenangan ini jadi semacam membantu kita fokus pada masa sekarang dan kebahagiaan di dalamnya kali ya. Memberi penutup pada semua unfinished bussiness, menyerap kegembiraannya, mengendapkan kesedihannya, lalu membiarkannya larut berlalu seiring waktu yang terus bergerak maju.

Berikut tugas terakhir dari kelas Shokyuu ini

1. Buatlah review yang berkaitan pengalaman “joy sensor” teman-teman dari semua kategori sebelumnya. Bandingkan dengan kategori terakhir ini.

Dari kategori ke kategori, semakin mudah memilah barang yang spark joy dan bermanfaat. Untuk kategori barang kenangan rasanya juga demikian, hanya saja sedikit lebih sulit karena ada pengaruh enggan melepaskan kenangan. Apalagi, tidak semua barang yang spark joy boleh disimpan.

Saya belum selesai mengerjakan kategori ini karena lagi-lagi meninggalkan rumah selama beberapa hari dan baru akan kembali dalam minggu ini. Tapi sejauh yang telah saya kerjakan, itulah yang saya rasakan.

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah barang sentimental. Apabila lupa tidak memotret beforenya tidak apa -apa. Sertakan sebuah narasi untuk foto tersebut. Tidak perlu diceritakan semua, ambil yang paling unik dan mengesankan.
Karena belum selesai berbenah, saya malah baru memotret yang before-nya 😂

Before: Barang kenangan itu...
Before: Barang kenangan itu…

Banyak juga ya barang kenangan saya 😆

Selama ini semua itu tersimpan dalam dua kontainer besar. Kalau menurut materi KonMari yang saya dapat di kelas Shokyuu,terdapat 5 model penyimpanan yang bisa dipilih:
1. Dibuat hiasan
2. Dibuat display (misalnya: kreasi anak)
3. Decoration photos
4. Cover
5. Box

Setelah selesai dipilah dan dipilih nantinya, sebagian (yang tidak dibuang) mungkin tetap saya simpan dalam kontainer, sebagian lagi akan saya coba kreasikan.

Hasilnya insya Allah akan saya update di post selanjutnya ya 😊

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 8: Berbenah Komono Part 1

Setelah membereskan kertas, tibalah kami pada kategori yang sedikit lebih rumit: Komono.

Saya sebut lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti membereskan lebih dari satu kategori sekaligus.

Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).

1. Buat list sub-kategori yang akan teman teman kerjakan pekan ini 📝🗂
Tugas pertama sebelum berbenah komono karenanya adalah membuat daftar sub-kategorinya. Berikut daftar yang saya buat:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah komono. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah komono ini? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Before: The mess in our room 😅
Before: The mess in our room 😅
Tumpukan komono sebelum dipilah
Tumpukan komono sebelum dipilah

Karena kami masih menumpang di rumah orangtua, maka komono yang saya benahi adalah milik saya dan keluarga kecil saya saja, yang hampir seluruhnya terletak, atau lebih tepatnya berserakan 😆, di kamar kami.

Kendala utama seperti biasa adalah waktu. Karena dalam komono ini juga terdapat benda-benda kecil, jadi lebih sulit untuk berbenah di dekat anak-anak, khawatir hilang, melukai atau bahkan tertelan oleh mereka. Minggu ini saya juga kurang disiplin menyisihkan waktu untuk berbenah. Jika sebelumnya saya mengambil waktu saat anak-anak tidur, kali ini saya ikut bablas tertidur 😢

Pada akhirnya, saya baru berhasil membenahi dua sub-kategori dari daftar yang saya buat, yaitu: Elektronik dan peralatan mandi.

After: Peralatan mandi dan elektronik
After: Perlengkapan mandi dan elektronik

Tersimpan dalam lemari ini persediaan perlengkapan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, dan sebagainya. Karena lemarinya cukup besar, peralatan elektronik juga saya simpan di tempat yang sama.

Ternyata banyak sekali perlengkapan yang sudah mendekati bahkan melewati masa kadaluarsanya 😅.

Tadinya saya malas kalau harus mencari persediaan yang diperlukan, suka lupa juga apa masih ada persediaan, hingga kadang membeli lagi sabun misalnya, padahal masih ada simpanan. Senang juga melihat lemari itu sekarang. Saya tau persis apa yang masih ada, mengambilnya juga mudah sekali, tidak perlu “menggali” dulu dari timbunan yang ada 😂

Lanjutan berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya.

[Shokyuu Intensive Class] Task 7: Berbenah Kertas

Setelah berbenah buku minggu lalu, minggu ini giliran kertas yang akan dibenahi.

Berbeda dengan dua kategori sebelumnya, di mana kita memilah dengan tujuan menyimpan benda yang spark joy, untuk kertas ini kita disodori petuah berikut: “the basic rule for papers: Discard everything” 😂😂😂

Karena emang sih, ya, kertas kan tipis, kita jadi cenderung simpan-simpan aja semuanya. Padahal nggak selalu berguna juga, malah seringkali bisa dibilang sampah 😆

Jadi, kecuali dokumen penting, buang semuanya!

Berdasarkan materi yang didapat di kelas Shokyuu, dokumen dibagi menjadi 3:

1) Pending Document
Dokumen yang butuh tindakan dan respon seperti surat yang perlu dijawab atau tagihan yang perlu dibayar.

>> buatkan ‘rumah’ menggunakan kotak atau clear holder (album transparan).

>> Tindaklanjuti dengan segera. Usahakan ‘rumah’ untuk selalu kosong. Bisa dengan membuat jadwal khusus misal hari tertentu untuk mengerjakan pending documents ini.

2) Important Document
Dokumen yang perlu kita simpan baik dalam waktu tertentu atau selamanya, walaupun tidak spark joy 😆. Contoh: Sertifikat rumah, kartu garansi, ijazah, kontrak.

>> Simpan menggunakan file box atau clear holder. Buat pengingat khusus untuk dokumen yang ada masa berlakunya. Bila sudah kadaluarsa dan sudah tidak berguna, maka segera membuangnya.

3) Other Documents
Dokumen selain 2 kategori di atas seperti materi seminar, resep masakan dan kliping.

>> Simpan menggunakan clear holder sehingga mudah untuk dilihat-lihat kembali bila perlu.

>> Manual elektronik bila tidak perlu sebaiknya dibuang.

>> Kartu nama, kwitansi, dsb bisa disalin/difoto informasinya sehingga kertasnya tidak perlu disimpan.

>> Kertas yang disimpan karena nilai kenangannya bisa dimasukkan dalam kategori sentimental items.

Berdasarkan materi di atas, berikut Task 7 beserta hasil berbenah saya:

1. Kirimkan foto before dan after saat berbenah kertas.

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah kertas ala Konmari? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Tumpukan kertas: Before
Tumpukan kertas: Before

Beruntung bagi saya, hampir seluruh kertas bekas di seluruh rumah sudah “dibersihkan” oleh adik-adik saya, jauh sebelum Tidying Festival ini dimulai. Sebagian ada yang diloak, ada pula yang dialihfungsikan menjadi media gambar dan sebagainya.

Saya pun sudah pernah membuang segunung bon yang tidak terpakai dan nyaris tidak pernah menyimpan kertas sejenis lagi. Beberapa yang masih ada biasanya yang tersimpan karena sisa kebiasaan dan belum sempat dibuang, tapi tidak terlalu banyak.

Sehingga, untuk kategori kertas ini, tugas saya rasanya tidak terlalu berat. Untuk membuang yang perlu dibuang pun mudah saja, malah rasanya senang sekali bisa menyingkirkan kertas-kertas yang tidak diperlukan lagi 😆

Karena tempat penyimpanannya terpisah-pisah, saya menyatukan semua kertas di dalam satu wadah, seperti bisa terlihat pada gambar. Baru kemudian, saya memilah mana yang hendak dibuang dan mana yang perlu disimpan.

Begini penampakan kumpulan kertas setelah dipilah:

Kumpulan kertas: After
Kumpulan kertas: After

Cukup rapi kan? 😁

Sebenarnya, belum seluruhnya terpilah sih. Karena, lagi-lagi, saya harus keluar rumah sampai deadline pengumpulan tugas terlewati. Tapi, di antara kertas yang belum terpilah itu, 97%-nya, menurut perkiraan saya memang adalah dokumen yang harus disimpan.

Nantinya, folder-folder tersebut akan saya simpan di dalam laci yang berdekatan, tidak terpencar-pencar seperti sebelumnya, agar mudah menemukan dokumen yang diperlukan.

Oh, iya, dalam proses berbenah ini saja, saya beberapa kali menemukan benda-benda yang tadinya saya tidak tahu ada di mana, bahkan tidak ingat kalau saya pernah punya. Benar-benar penemuan berharga deh! 😂

Selanjutnya, akan ketemu apalagi ya…

Kategori berikutnya: Komono

[Shokyuu Intensive Class] Task 4: Berbenah Pakaian Part 1

Akhirnya “Tidying Festival” dimulailah!

Setelah diawali dengan menetapkan dan memantapkan motivasi, mind set, juga visualisasi. Pemberian materi yang menarik, diskusi seru, yang diwarnai semangat seisi kelas yang senang belajar, berbagi, juga berkeinginan untuk merapikan tempat tinggal masing-masing, menambah hasrat untuk segera mulai berbenah.

Persiapan menyambut festival ini juga sangat membantu mengondisikan hati dan pikiran agar siap menjalankan festival hingga selesai. Ini memang baru awal, tapi semoga bisa tetap semangat hingga akhir.

Kirimkan 4 buah foto berupa:
1. Foto lemari pakaian saat ini (before)
2. Foto smua pakaian yang sudah terkumpul (step 1)
3. Foto pakaian yang sudah lulus uji spark joy sebelum dilipat (step 2)
4. Foto pakaian yang sudah dilipat ala Konmari.

Foto-fotonya bisa berupa 1 kolase foto atau 4 buah foto individual.

Pakaian anak-anak sudah dimulai lebih awal. Sayangnya, ini mengakibatkan ada proses yang luput difoto, sehingga tidak semua foto yang diminta bisa dilampirkan dalam post ini.

18-03-10-23-30-23-759_deco
Baju Anak-anak
Baju saya dan suami
Baju saya dan suami

Baju gantung, karena langsung masuk ke dalam lemari, rencananya saya post fotonya bersama pakaian lipat yang juga sudah masuk lemari, setelah materi storage yang diberikan minggu ini.

Sampai saat ini semua pakaian sudah masuk ke dalam lemari, hanya belum “diupadtestorage-nya.

Handuk, seprai, pakaian dalam, aksesoris, tas, dan sepatu juga belum selesai saya rapikan, karena sementara ini sedang tidak di rumah. Insya Allah menyusul pada post selanjutnya ya.

Baru membenahi sebagian pakaian ini saja sudah mulai terasa kegembiraan yang ditimbulkannya yaa.. Rasanya nggak sabar mau lanjut membereskan sisanya 😆

[Shokyuu Intensive Class] Task 3: Persiapan Menyambut “Tidying Festival”

Setelah 4 materi dan 2 Task yang sudah didapat selama 4 minggu kelas Shokyuu ini berjalan, minggu ini Task 3, yang merupakan tugas terakhir dari materi basic Metode Konmari, tiba.

Task ini juga adalah task terakhir sebelum dimulainya “Tidying Festival” dalam rumah para peserta kelas. “Tidying Festival” atau
“Festival Berbenah” adalah istilah yang digunakan dalam Metode Konmari untuk menggambarkan proses berbenah sebagai sesuatu yang dilakukan layaknya sebuah festival: besar-besaran, berkelanjutan, dan sampai tuntas dalam satu periode waktu. Patokan waktu maksimal dalam metode ini adalah 6 bulan. Karena saya berencana mengikuti timeline kelas Shokyuu ini, maka diharapkan, saat kelas ini berakhir, selesai pulalah festival berbenah yang saya lakukan.

Task 3 ini berkaitan dengan penyambutan “Tidying Festival“. Berikut jawaban saya ya.

Ceritakan hal-hal persiapan apa yang Anda lakukan (atau bersama keluarga Anda) untuk menyambut “Tidying Festival” nanti. Persiapan H-1 pekan ini. Selamat mengerjakan.

Saya tidak sabar sekaligus deg-degan menyambut “Tidying Festival” ini. Tidak sabar karena ingin segera mewujudkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih rapi dan teratur sesuai visualisasi yang telah saya buat pada Task 1. Deg-degan karena penasaran, akankah berbenah ini bisa berhasil sesuai harapan dan menuntaskan semua masalah beres-beres saya selamanya 😀

IMG-20180216-WA0011

Saya cukup optimis sih. Tapi saya siap terus belajar dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki jika ternyata ada yang tidak sesuai harapan.

Nah, beberapa hal yang saya lakukan menjelang “Tidying Festival” dengan harapan bisa menambah semangat serta peluang keberhasilannya, antara lain adalah:
– Memberitahu keluarga, terutama suami, mengenai festival ini, dan meminta kerjasama dan partisipasinya dalam festival.

– Karena saya akan meninggalkan rumah selama beberapa hari dalam waktu pelaksanaan festival, saya mencicil memilah dan membereskan baju anak-anak. Tempatnya terpisah dari pakaian saya dan suami, jadi saya pikir tidak masalah. Kalau pun nantinya ada yang salah, saya pikir perbaikannya tidak akan memakan terlalu banyak waktu.

– Mulai mengumpulkan pakaian dalam satu tempat, sehingga saat tiba waktu memilah, tidak sibuk mencari-cari lagi di seluruh penjuru rumah 😅.

– Memasukkan agenda berbenah dalam jaswal harian. Belajar dari saat saya memilah pakaian anak-anak, rasanya waktu yang paling efektif adalah malam hari, saat anak-anak sudah tidur. Pada malam hari suami saya juga ada di rumah, sehingga bisa membantu, seperti yang telah dilakukannya saat memilah pakaian anak-anak 😍. Pada jadwal harian yang telah saya buat, kegiatan berbenah ini mungkin sementara akan mengambil waktu menulis blog di malam hari dan sebagian waktu tidur saya.

– Mengingat motivasi, menanamkan mindset, mengulang-ngulang visualisasi, sambil meyakinkan diri bahwa saya mampu dan perlu melakukan ini.

– Berdoa. Setelah semua usaha di atas, saatnya meminta kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Semoga Dia memberi kesehatan untuk saya dan keluarga sehingga bisa menjalani festival ini dengan baik dan senang, memberi kepekaan hati untuk merasakan benda yang “spark joy” dan berterima kasih pada setiap benda yang ada, memberi kelancaran dalam setiap prosesnya serta hasil yang langgeng dan baik untuk kehidupan saya ke depannya. Aamiin YRA.