Tag Archives: tahap perkembangan

Keajaiban 7 Indra: Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Sensori

Respon pertama waktu lihat buku ini: Covernya lucu! xD

Setelah itu memperhatikan judulnya dan jadi penasaran. Indra itu bukannya ada lima ya? Kalau tujuh, yang dua lagi apa dong? Terus hubungannya sama permainan sensori itu gimana ya?

Hehehe… Saya baru mau belajar lagi soal sensory play ini soalnya. Waktu beli bukunya setahun yang lalu, saya malah belum mulai mengajak Nara dan Kyna beraktivitas secara rutin. Paling pernah sekali dua kali main oobleck misalnya, yang dibuat dari tepung tapioka dicampur air terus diremas-remas. Tapi pemahaman akan pentingnya sensory play ini masih sangat kurang.

Buku ini menjabarkan secara runut, sederhana, dan menarik mengenai ketujuh indra dan fungsinya, serta pentingnya stimulasi indra-indra tersebut bagi tahap perkembangan.

Ternyata, selain indra penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, dan peraba, ada juga yang namanya indra proprioseptif, yang berkaitan dengan kesadaran tubuh (posisi anggota tubuh, posisi seseorang di lingkungan, dan besarnya kekuatan yang perlu dikeluarkan untuk melakukan suatu pergerakan), dan indra vestibular, yang berkaitan dengan gravitasi, pergerakan, dan keseimbangan (membantu menjaga keseimbangan saat bergerak).

Keajaiban 7 Indra

Ketujuh Indra tersebut berfungsi mengumpulkan informasi sensori yang masuk guna memahami apa yang terjadi di lingkungan sekitar, kemudian menentukan respon yang tepat, atau disebut juga sensori integrasi.

Sensori integrasi ini merupakan dasar dari perkembangan keterampilan lain dan proses belajar selanjutnya. Jika bermasalah, maka akan terhambat pula tahapan berikutnya.

Di sinilah pentingnya permainan sensori, yaitu permainan yang mendorong anak untuk menggunakan indra-indranya, sehingga terstimulasi maksimal. Selain mengatasi masalah sensori, banyak sekali manfaat permainan sensori, misalnya untuk perkembangan motorik dan kognitifnya.

Buku ini juga dilengkapi kuesioner profil sensori, untuk melihat tingkat kepekaan masing-masing indra kita dan mengamati, sekiranya ada masalah sensori pada diri kita atau anak kita.

Tidak ketinggalan, tentunya, contoh-contoh permainan sensori yang bisa dipraktekkan bersama anak di rumah. Saya senang dengan cara pembagiannya yang sesuai indra yang ingin distimulasi, jadi lebih mudah mencari dan memahami jenis-jenis permainan sesuai fungsinya. Ada batasan usia juga variasi permainan yang bisa dilakukan, bahan dan peralatan yang diperlukan pun begitu sederhana, mudah ditemukan di sekitar kita. Nggak sabar deh, mau coba sama KynaRa!

Bukan cuma covernya, keseluruhan desain buku ini juga menarik banget sih, kalau buat saya. Dengan warna-warna cerah, ilustrasi lucu, juga foto-foto kegiatan bersama anak yang terlihat seru.

Good job Tim Rumah Dandelion! Terima kasih untuk bukunya ya. Ditunggu buku-buku selanjutnya.

Click to Share

[Matrikulasi] Nice Homework #3 (Part 2): My Precious Daughters

Kalau bagian pertama NHW kali ini melihat kebaikan suami, bagian kedua giliran melihat potensi kekuatan anak.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya dan suami dikaruniai dua orang putri yang (bagi saya) luar biasa. Masya Allah. Tabarakallah.

Putri pertama kami Nayyara/ Nara usianya 29 bulan. Satu hal yang paling menonjol darinya adalah kemampuan verbalnya. Nara termasuk cepat bicara untuk usianya. Sejak dia masih di bawah 6 bulan, dia sudah punya kata saat ingin menyusu. Walau bukan kata yang umum kita kenal, tapi dia selalu konsisten menggunakan kata itu. Bahkan kadang saat terbangun dari tidur, dia tidak menangis, hanya menyebut kata buatannya itu.

Bisa jadi bukan hanya Nara yang seperti itu. Tapi karena adik dan sepupu-sepupunya tidak demikian, jadi saya pikir itu cukup istimewa.

Saat sebagian anak seusianya belum jelas berkata-kata, Nara sudah lancar menyanyikan beberapa lagu. Bicaranya juga sudah kalimat lengkap layaknya orang dewasa, hanya masih cadel di huruf ‘r’ dan ‘s’.

Fokus Nara menurut pandangan saya juga cukup baik untuk anak seusianya. Rentang konsentrasinya cukup panjang. Sejak mungkin sekitar usia 8 bulan, dia sudah dapat menyimak dengan baik buku yang dibacakan dari awal sampai akhir, sudah punya buku favorit dan hafal ceritanya, sampai saat Atoknya, ayah saya, terlewat satu halaman, dia menangis karena ceritanya tidak sesuai yang seharusnya 😂

Nara suka bermain peran. Dia paling suka berperan sebagai ibu dari boneka-bonekanya. Dengan telaten dia menggendong, memandikan, mengajak jalan-jalan, memberi makan sampai menyusui mereka. Setelah punya adik, dia pun ingin ikut “mengasuh” adiknya itu.

Nara adalah anak yang teguh pendiriannya. Dia tahu apa yang dia mau, dengan cara yang dia mau. Tidak mudah mengubah pilihannya.

NHW 3-2

Putri kedua kami, Kynatha/ Kyna, bulan ini insya Allah mencapai usia 12 bulan atau genap satu tahun.

Secara motorik, Kyna lebih kuat. Dari usia beberapa hari dia sudah bisa membalikkan badan dan mengangkat kepala. Sekarang, dia paling suka memanjat apa saja. Tangga rumah, stroler, sofa, kardus, semua dia panjat. Jalannya lebih tegap daripada Nara waktu seusianya, walau masih perlu digandeng.

Kyna cenderung lebih banyak bergerak. Dia tertarik pada buku, tapi lebih untuk di bolak balik, ditarik, dan dimakan :)) Untuk buku yang bukan board book, kemungkinan besar akan robek di tangannya. Saat dibacakan buku, di sebagian besar waktu dia akan melakukan kegiatan lain.

Mungkin masih banyak potensi kekuatan kedua anak saya yang belum terlihat atau belum saya sadari. Berbagai stimulus dan aktivitas untuk merangsang perkembangan juga menemukan minat dan bakat mereka perlu terus saya berikan.

Semoga Allah swt. memberikan saya kesabaran juga kemudahan dalam membantu mereka memaksimalkan potensi, sesuai minat dan bakat mereka, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, bermanfaat bagi diri dan sekitar, juga bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin YRA.