Tag Archives: senang belajar

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Aliran Rasa

Kalau mendengar kata matematika, yang terbayang di benak saya adaah deretan angka dan rumus yang harus diingat dan dipecahkan. Matematika hanya sebatas soal-soal di atas kertas yang kadang membingungkan pada masa sekolah dulu.

Materi level 6 beserta tantangannya mengingatkan saya betapa matematika itu ada di sekitar kita. Matematika ditemukan sebagai alat untuk membantu kita memahami hingga memanfaatkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa deretan angka dan rumus-rumus itu bukanlah tanpa makna, bukan sekadar harus dihapal agar mendapat nilai bagus dalam ujian.

Mengenalkan dan menstimulasi anak pada matematika logis mengakrabkan matematika dengan diri mereka, sekaligus mengasah kemampuan mereka untuk berikir logis, kritis, sistematis, menemukan solusi dari berbagai masalah dengan lebih baik.

Dalam perjalanan mengerjakan tantangan ini, saya jadi turut menyadari apa-apa saja yang ada di sekitar kita yang sesungguhnya termasuk dalam matematika logis. Walaupun keterbatasan pengetahuan saya mungkin membuat stimulasi menjadi kurang maksimal atau bervariasi.

Namun saya menemukan dari satu subjek saja, misalnya pola atau kasifikasi, banyak sekali hal yang bisa kita kenalkan pada anak, yang juga sungguh dekat dengan kegiatan sehari-hari.

Misalnya meletakkan mainan dan pakaian sesuai kategorinya, membedakan antara pakaian Ayah, Mama, Kakak, dan Adik, membentuk rutinitas, dan sebagainya, yang sebelumnya tidak terlihat sebagai bagian dari matematika logis.

Saya juga semakin mengerti betapa satu ilmu berkaitan dengan ilmu-ilmu lain, terutama dalam penerapannya, dan sebuah pengetahuan atau keahlian bisa berpengaruh pada banyak aspek kehidupan, di luar bidangnya sendiri.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kelimabelas

Ada sebuah lagu yang biasa dinyanyikan ibu saya pada saat menggendong Nara dan Kyna untuk menidurkan mereka.

Lagu ini juga saya gunakan untuk hal yang sama, terutama saat mereka sudah tidak menyusu lagi.

Beberapa hari terakhir, Kyna mulai disapih. Saat mau tidur siang maupun malam, lagu ini seringkali dinyanyikan sambil mengayunnya dalam gendongan hingga tertidur.

Alhamdulillah Kyna lebih mudah tertidur dibanding Nara, sehingga lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menggendongnya.

Saya tidak tahu judul lagunya. Tapi liriknya bercerita tentang anak ayam yang awalnya turun 10, lalu berkurang satu per satu hingga akhirnya habislah sudah.

Melalui lagu ini, tanpa sadar Nara dan Kyna belajar mengurangi. Bagaimana 10 dikurang 1 tinggal 9, 9 dikurang 1 tinggal 8, dan seterusnya.

Malam ini Kyna masih harus digendong dulu agar bisa tidur. Lagu itu lagi-lagi terpilih untuk dinyanyikan, sampai dia terlelap. Semoga sampai besok pagi.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Keempatbelas

Malam ini, Ayah yang turun tangan mengenalkan anak-anak dengan matematika logis.

Ayah menggunakan boneka tangan sebagai peraga saat dia bercerita.

Bagai soal cerita yang biasa kita temukan pada lembar kegiatan atau ujian para siswa, Ayah merangkai cerita berbuntut pertanyaan.

Misalnya, “Nara sudah punya satu boneka ayam lalu diberi satu lagi oleh Nely, berapa boneka ayam Nara sekarang?”

“Kyna sudah punya 5 buah boneka ayam, lalu Ozil minta 4 buah boneka ayam. Tinggal berapa boneka Kyna?”

Dan seterusnya.

IMG_20190222_215337

Dibuat alur cerita sehingga bersambung antara satu soal dengan soal lainnya. Nara dan Kyna pun dengan penuh semangat mendengarkan dan menjawab pertanyaan yang diberikan.

Kemampuan berpikir, memahami cerita, fokus, menghitung, terasah dengan kegiatan ini.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Ketigabelas

Setelah sekian lama nggak main pompom, tiba-tiba hari ini Nara minta main pompom.

Awalnya dia minta menaruh pompom di atas huruf-huruf. Tapi nggak lama bosan. Saya lalu memintanya memisahkan pompom sesuai warnanya. Dua warna untuk satu wadah, karena cuma berhasil menemukan 4 wadah 😅

19-02-21-17-06-53-672_deco

Nara memindahkan pompom satu persatu menggunakan penjepit.

Setelah semua pompom masuk ke wadah yang tepat, dia melanjutkan dengan main jual-jualan. Pompom dijadikan donat dan nasi beserta lauknya. Saya disuruh memilih mau yang mana. Pilihan saya dia taruh di atas kertas lalu dibungkus 😆

Sayang tadi saya tidak terpikir untuk sekalian membuat uang mainan sebagai alat tukar.

Tapi dengan begitu saja Nara sudah belajar mengklasifikasikan warna, melatih pincer grasp-nya, dan menumbuhkan imajinasinya dengan bermain peran.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Keduabelas

Saya mengajak Nara belajar membedakan antara bentuk “bulat” dan “lingkaran”. Kedua bentuk ini sekilas sepertinya sama saja, padahal berbeda peruntukkannya. Sederhananya, “lingkaran” digunakan untuk menyebut bangun datar, sementara “bulat” untuk bangun ruang. Selama ini, Nara lebih sering menyebut semuanya dengan “bulat”.

Untuk benda bulat di sekitar kita, saya mencontohkan bola, balon, juga adonan nastar yang suka dibuat Nely.

Sementara untuk lingkaran, saya menunjuk pola polkadot pada bantal guling di kamar Nara.

IMG_20190218_123035

Kami kemudian membahas perbedaan di antara keduanya. Kesimpulannya, bentuk bulat memiliki isi, sementara lingkaran pepeh saja.

Setelah dia tampak lebih paham, saya menunjuk berbagai benda dan memintanya menyebut apakah benda tersebut bulat atau lingkaran. Saya kemudian meminta Nara membuat bentuk bulat dengan playdough miliknya.

Alhamdulillah Nara sepertinya sudah mulai bisa membedakan keduanya dengan baik.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kesebelas

Tidak ada permainan yang dibuat khusus hari ini. Tapi saya tetap berusaha mengenalkan Nara dengan matematika yang ada di sekitar kita.

Seperti misalnya saat membaca buku, saya meminta Nara menghitung jumlah ikan yang ada di ilustrasi buku tersebut. Berapa jumlah ikan besar, berapa jumlah ikan kecil.

Saya juga menanyakan bentuk buku tersebut, yang dijawab Nara demgan tepat: Persegi panjang.

Saya kemudian juga mengajak Nara berpikir, kenapa saya bisa menyalakan lampu tanpa memanjat kursi seperti dirinya. Sementara adiknya, tidak bisa menyalakan lampu walau sudah memanjat kursi yang sama.

Melalui pertanyaan itu, Nara mengimpulkan bahwa saya lebih tinggi daripada dia, sedangkan adiknya ebih pendek dari Nara.

Ukuran tinggi dan pendek, besar dan kecil, perbandingan, bentuk, semua bisa kita temukan dari kegiatan sehari-hari, jika kita mau memerhatikan.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kesepuluh

Terkadang, Nara masih suka tertukar antara kanan dan kiri. Saya pun mengajaknya bermain mengenal arah.

Permainannya sungguh sederhana. Saya hanya meminta Nara berdiri di satu kotak lantai rumah kami. Lalu memintanya bergerak sesuai instruksi saya.

“Maju 3 lantai ke depan.”
“Bergeser 2 lantai ke kanan.”
“Bergeser 1 lantai ke kiri.”
“Mundur 3 lantai ke belakang.”

Melalui permainan ini, Nara berlatih mengenali arah, sekaligus menghitung lantai yang perlu dilangkahi juga di mana batas tiap lantai yang berbentuk persegi.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kesembilan

Kali ini saya mengajak Nara bermain menggunakan jepitan baju dan stik es krim.

Saya meminta Nara menjepitkan jepitan baju pada stik es krim sesuai warna dan jumlah yang saya minta. Kemudian memintanya menyebutkan kembali jumlah tiap warna dan menghitung total semuanya.

19-02-17-21-12-45-076_deco

Untuk kloter pertama, saya sengaja menentukan total semuanya sebanyak enam buah. Hanya jumlah dan warna jepitan yang membentuknya berbeda-beda. Saya ingin mengenalkan pada Nara bahwa jumpah total jepitan yang sama bisa terdiri dari susunan jepitan yang berbeda-beda. Jumlah 6 bisa berarti 5 ditambah 1, 3 ditambah 3, 2 ditambah 2 ditambah 2, dan seterusnya.

Tahap selanjutnya, saya hanya menyebutkan jumlah jepitan yang saya minta, kemudian mempersilakan Nara memenuhinya dengan warna apa saja. Lalu menyebutkan jumlah yang lain dan memintanya memenuhinya dengan lebih dari satu warna jepitan sebagai variasi.

Terakhir, saya mempersilakan Nara menentukan sendiri jumlah yang dia inginkan dan menyusun isinya sampai memenuhi jumlah yang dia tentukan itu. Saat dia kelebihan atau kurang meletakkan jepitan saya mengingatkan, “Tadi Nara mau jumlah berapa? Ini berapa? Berarti perlu ditambah/dikurangi
berapa?” Alhamdulillah dia bisa menjawabnya.

Nara melakukan semuanya dengan lancar dan senang. Tanpa disadari, dia sudah melakukan penjumlahan, pengurangan, juga mengklasifikasikan warna. Masya Allah tabarakallah.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kedelapan

Rutinitas adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak. Dengan susunan kegiatan yang teratur, anak-anak belajar mengenali urutan, pola, prediksi, prioritas, pengelolaan waktu, hingga sebab-akibat.

Saya termasuk orang yang kurang teratur 😅

Namun setelah menyadari pentingnya rutinitas dan keteraturan ini bagi perkembangan anak-anak, sekaligus memperbaiki pengelolaan waktu saya, saya berusaha membuat jadwal yang lebih tetap untuk Nara dan Kyna.

Paling tidak, kegiatan-kegiatan utama seperti tidur, makan, dan mandi memiliki urutan dan patokan waktunya sendiri. Selebihnya ada kegiatan journaling, jatah screen time dan main bertujuan, di luar kegiatan bebas.

Saya menyosialisasikan urutan kegiatan ini pada Nara dan Kyna.

Walau kadang waktunya suka meleset, tapi saya usahakan urutannya tetap sama. Mereka pun sudah hapal jadwalnya, sudah bisa menyebutkan urutannya saat ditanya.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Ketujuh

Klasifikasi adalah hal yang sangat penting dipelajari oleh anak-anak, yang nantinya akan berpengaruh pada banyak aspek dalam hidupnya.

Kemampuan membuat keputusan, memecahkan masalah, menciptakan ide dan melaksanakannya, akan dipermudah bila anak mampu mengklasifikasikan segala sesuatu dengn baik. Ternyata belajar klasifikasi ini termasuk matematika logis lho.

GL 6 D7 - 150219

Nara meminta main water beads sambil mandi sore itu. Saya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk memintanya mengklasifikasikan water beads dan animal grow ke dalam dua wadah yang terpisah. Saya kemudian juga menambah wadah satu lagi untuk meletakkan water beads dengan warna tertentu terpisah dari warna lainnya.

Tidak ada kesulitan berarti untuk Nara, tapi Kyna, yang juga ikut bermain, masih perlu diingatkan sesekali.

Pengenalan klasifikasi bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, seperti meletakkan buku atau mainan pada tempatnya, memilih pakaian: menentukan mana baju tidur, baju main, atau baju pergi dan mengmabilnya dari rak yang terpisah, memisahkan daging buah dengan kulit dan bijinya, dan banyak lagi.