Tag Archives: read aloud

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kesebelas

Hari ini giliran seri Nabiku Idolaku jilid “Nabi Ishaq a.s.” yang jadi pilihan Nara dan Kyna.

Nabi yang dikisahkan penuh kasih sayang, sabar dan cinta perdamaian ini menjadi contoh bagi Nara dan Kyna bagaimana mengasihi sesama. Nabi Ishaq juga tidak pernah menyakiti binatang maupun merusak tanaman. Begitulah kita sebagai manusia seharusnya bersikap.

Sorenya, saya mengajak Nara dan Kyna menyiram dan menyapa tanaman tomat kami.

Tumbuh yang baik ya, Tomat :)

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kesembilan

Sebagai sesama makhluk ciptaan Allah, kita harus saling menyayangi, dengan demikian Allah juga akan bertambah sayang kepada kita. Itulah yang ingin saya tanamkan pada Nara dan Kyna dalam proyek hari kesembilan ini.

Buku Halo Balita jilid “Aku Sayang Kumi” terpilih menjadi salah satu buku untuk dibacakan sebelum tidur kali ini. Sayangnya, Kyna sudah tidur lebih dulu, jadi hanya Nara yang mendengarkan saya membacakan bukunya.

18-11-10-16-39-34-287_deco

Buku ini menceritakan tentang Sali yang lupa memberi makan Kumi, kucing peliharaannya juga lalai menyiram tanaman tomatnya. Mereka jadi lemas dan layu. Sali kemudian menyadari kesalahannya dan berjanji akan merawat keduanya dengan lebih baik.

Menyayangi ciptaan Allah berarti menjaganya, minimal tidak merusak atau menyakitinya. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hati kita pun sebaiknya dipenuhi dengan kasih sayang. Terhadap diri sendiri, sesama, dan semesta alam. Ini juga merupakan bagian dari rasa sayang dan syukur kita kepada Allah swt.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Keenam

Buku yang menjadi pilihan kali ini adalah “Allah Sayang Padaku: Allah Ciptakan Tubuhku”. Buku ini menceritakan bagaimana Allah menciptakan manusia, mulai dari rahim, memberinya organ dan anggota tubuh, sampai dia kemudian dilahirkan ke dunia.

Di dunia pun diceritakan betapa banyak karunia Allah yang dilimpahkan dan bisa kita nikmati dengan anugerah Allah berupa berbagai indra.

GL 3 D6 - 061118

Semua diceritakan dari sudut pandang anak. Ilustrasinya pun menarik. Sejak awal dibacakan buku ini, Nara sudah menyukainya. Hingga sekarang pun dia belum bosan, bahkan semakin banyak komentar dan pertanyaan yang diajukannya saat dibacakan buku ini. Kyna juga mulai tertarik. Dia berkali-kali minta dibacakan buku ini lagi.

Menurut saya, buku ini sangat membantu menunjukkan pada anak-anak betapa Allah yang memberikannya begitu banyak hal. Allah yang menciptakan, memelihara, memberi rejeki dan banyak sekali nikmat. Untuk itu, kita patut bersyukur kepada Allah, termasuk dengan menggunakan apa yang Dia berikan untuk kebaikan.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kedua

Membacakan buku sebelum tidur sudah menjadi kegiatan rutin saya dan anak-anak setiap malam.

Kemarin malam, saya menawarkan buku “Allah Ciptakan Tubuhku” dan “Aku Sayang Allah” sebagai pilihan bercerita. Kakak Nara memilih yang kedua. Setelahnya, dia dan adiknya bebas memilih buku lainnya, seperti malam-malam sebelumnya.

Buku “Aku Sayang Allah”, yang juga menjadi inspirasi judul proyek kami, merupakan salah satu jilid dari seri Halo Balita. Isinya menceritakan tentang bagaimana nama Allah disebutkan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, mengucap ‘alhamdulillah’ saat menerima kebaikan, ‘innalillahi’ saat kehilangan atau mendapat musibah, ‘astaghfirullah’ saat lalai atau ingin dijaga dari kesalahan.

Kali ini saya membacakannya dengan menambahkan beberapa penjelasan seiring dengan berjalannya cerita. Betapa hebatnya Allah yang bisa menciptakan beraneka ragam binatang yang menakjubkan. Betapa baiknya Allah yang sudah memberi kita banyak rejeki dan kesenangan. Betapa kita hanya bisa bersandar pada Allah dan hanya dengan izin-Nya segala sesuatu bisa terlaksana.

Tentunya dengan bahasa yang sederhana, dikaitkan dengan kehidupan kami sehari-hari, dan dengan ekspresi gembira juga bersemangat.

Saat membacakan buku selanjutnya, masih dari seri Halo Balita, yang berjudul “Aku Suka Berterima Kasih”, saya kembali mengaitkannya dengan Alah yang juga banyak memberi segala sesuatu kepada kita semua. Jika kepada manusia saja kita berterima kasih, tentu pada Allah kita juga perlu senantiasa bersyukur.

Sungguh proyek ini sekaligus mengingatkan saya juga untuk lebih banyak bersyukur dan mengingat Allah dalam keseharian saya.

Saya Mau Anak-Anak Saya Gila Baca!

Sudah cukup lama pengen nulis tentang buku-buku MDS alias Mandira Dian Semesta. Bukan, bukan cuma karena saya jualan buku-bukunya (tapi kalo mau beli atau nanya-nanya tetap boleh hubungi saya ya :D), tapi karena buku-bukunya itu emang keren banget! Semuanya!

Beneran deh. Saya itu awalnya juga tertarik daftar jadi Book Advisor MDS karena naksir sama buku-bukunya. Niatnya paling nggak kan jadi lebih murah kalo mau beli untuk KynaRa kan, kan? Sekalian nambah-nambah tabungan untuk… Ya, beli buku juga sih, hahaha.

Iya, saya emang gila buku. Saya tahan untuk nggak beli baju, sepatu, kosmetik, atau yang lain-lain. Nggak masalah kalo pakenya yang itu-itu aja. Makan pake telor ceplok juga jadi. Tapi, kalo udah yang namanya buku, kayanya seisi toko kalo bisa pengen dibeli semua xD

Itu penyakit saya sih. Saya bilang penyakit karena saya beli buku lebih banyak daripada yang saya baca. Jatohnya jadi penimbun yaa.. Tapi saya sungguh berniat membaca semuanya loh, serius. Makanya saya buat kebiasaan baru ini kan (tolong jangan tanya dulu gimana perkembangannya).

Kalo dulu saya paling sering beli novel, terutama yang bergenre fantasi, sekarang saya lebih tertarik pada buku tentang pengasuhan dan pendidikan anak. Selain itu, setelah punya anak, saya tentunya juga tertarik untuk membelikan mereka buku sesuai usianya.

Naah… Buku-buku MDS ini jadi salah satu pilihan saya.

Ta.. Tapi, harganya kan mahal. Iya sih, saya juga dulu mikirnya begitu. Eh, sampai sekarang deh, hahah.

Cuma setelah saya hitung-hitung lagi, untuk buku sebanyak itu, harga segitu rasanya pantas deh. Belum liat kontennya, desainnya, manfaatnya untuk anak-anak. Dibandingkan dengan buku anak-anak lain yang kualitasnya setara, harganya juga nggak jauh beda. Boleh di-survey ke berbagai toko buku yang ada. Apalagi kalo liat harga buku-buku impor. Wuih.

Mahal atau nggaknya suatu barang itu juga sebenarnya tergantung penting atau nggaknya barang tersebut buat kita, nggak sih?

Kalo kita nggak suka buku atau nggak mengerti apa gunanya baca buku, mungkin kita melihat buku hanya sebagai kumpulan tulisan dan gambar yang terbuat dari tumpukan kertas. Kita hanya menghitung bahan bakunya, lalu merasa itu tidak sebanding dengan harga jualnya. Kita melupakan ide dan ilmu yang terkandung di dalamnya. Lebih-lebih sesuatu yang begitu besar dan mendasar yang bisa diperoleh dari membacanya.

Jadi kenapa MDS? Boleh berkunjung ke IG @kynarasbookpond untuk ngintip sebagian buku-bukunya yang cakep-cakep itu. Saya juga insya Allah akan nulis tentang buku-buku itu di sini deh.

Ada satu hal sih, sebenernya, yang membuat saya ingin sekali mendekatkan anak-anak saya pada buku, yaitu besarnya manfaat membaca(kan) buku sejak dini.

Ini bukan hanya tentang ilmu yang didapat dari membaca buku ya. Tapi lebih kepada bagaimana kegiatan membaca dan dibacakan buku merangsang otak manusia, terutama anak-anak kita, untuk berkembang, membentuk sambungan-sambungan yang diperlukan sebagai pondasi berpikirnya kelak.

Pendeknya, anak yang terbiasa dibacakan buku sejak dini, otaknya akan memiliki kemampuan berpikir serta fokus yang lebih baik. Dia kemudian juga akan lebih mudah belajar (termasuk membaca buku), menangkap serta mengolah informasi, dan menghasilkan banyak hal dari kemampuannya itu. Lebih lengkap soal pentingnya menumbuhkan minat baca pada anak pernah saya post di sini.

Saya juga ingin anak-anak saya bisa menikmati kegiatan membaca. Membaca untuk kesenangan, untuk meluaskan imajinasi dan memenuhi rasa ingin tahu yang sejati. Bukan sekadar memenuhi pengetahuan yang diperlukan karena pelajaran di sekolah. Apalagi hanya semata untuk mendapatkan nilai ujian yang baik.

Jadi, ya, saya tidak akan berhenti mengusahakan buku-buku terbaik untuk anak saya. saya ingin mengajak mereka ke berbagai perpustakaan, dan yang terutama, menghabiskan banyak waktu untuk membaca bersama mereka. Dimulai dari kebiasaan membaca(kan) buku untuk mereka sebelum tidur. Seperti yang dilakukan ibu saya dulu, saat saya masih anak-anak.

Tapi semoga, daripada berhenti di gila buku, anak-anak saya kelak bisa jadi gila baca juga. Aamiin YRA.

Menumbuhkan Minat Baca pada Anak. Memangnya Penting?

Beberapa bulan yang lalu, saya diminta untuk mengisi Sabtu Inspirasi di WAG Sahabat Bunda. Komunitas yang terbagi ke dalam grup Whatsapp per wilayah ini memang memiliki program, di mana tiap hari Sabtu pesertanya bergantian berbagi bermacam hal sesuai ilmu dan pengalaman masing-masing.

Karena saya memperkenalkan diri sebagai seorang Book Advisor dan sempat sedikit mengobrol soal ini di grup, jadilah saya. “ditodong” untuk berbagi tentang minat baca pada anak.

Berbekal sedikit pengetahuan dan buku yang saya miliki, saya pun menyusun artikel singkat yang diminta untuk dibagikan kepada para peserta sebagai bahan diskusi saat itu.

Berikut saya sertakan artikelnya, mana tahu bermanfaat.

Menumbuhkan Minat Baca pada Anak
Oleh: Aca Tadesa

1. Minat Baca VS Kualitas Sumber Daya Manusia
Dalam masyarakat kita, buku mungkin tidak termasuk benda yang populer. Ini dapat dilihat dari rendahnya minat baca di Indonesia. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, hanya 8, 32% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas yang suka membaca berbagai sumber bacaan, seperti surat kabar, buku atau majalah. Sementara 91,68% sisanya lebih suka menonton televisi.

Data dari UNESCO pada tahun yang sama.mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,0001. Artinya, pada 1.000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang memiliki minat membaca.

Padahal, budaya baca adalah salah satu penentu utama tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, yang berkorelasi langsung demgan kemajuan bangsa tersebut. Bahkan, tingkat korupsi suatu negara ternyata bergantung pada kualitas sumber daya manusianya.

Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2013 Indonesia berada di peringkat ke 108 sari 187 negara di dunia, di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sedangkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada tahun 2014 menempati peringkat 107 dari 175 negara di dunia (dikeluarkan oleh lembaga Transparency International).

Kesimpulannya, minat baca rendah = kualitas SDM/ IPM rendah = tingkat korupsi tinggi. Sebaliknya, minat baca tinggi = terbentuk budaya baca = bangsa maju.

2. Buku VS Televisi atau Gawai
Di atas sudah disebutkan betapa minat baca yang tinggi menentukan kualitas SDM juga kemajuan suatu bangsa. Tapi bagaimana bisa sih?

Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan beberapa manfaat membaca, antara lain: Membantu mengembangkan pemikiran, menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, memori, dan pemahaman, menambah pembendaharaan kata serta pola kalimat sekaligus meningkatkan kemampuan seseorang untuk memahami kata dan kalimat tersebut secara tersurat maupun tersirat.

Apakah televisi dan gawai memiliki manfaat yang sama? Ternyata tidak.

Terlepas dari berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari media elektronik tersebut, seperti tambahan informasi, edukasi, juga hiburan, stimulasi perkembangan otak yang didapatkan tidak semaksimal membaca bukubuku. Bahkan, jika dilakukan berlebihan bisa mengganggu fokus anak, memperpendek rentang konsentrasi, menghambat perkembangan kemampuan berbahasa, menimbulkan masalah dan kesulitan belajar, menurunkan minat baca, hingga menimbulkan kecanduan yang memperburuk semua efek yang telah disebutkan.

Media elektronik tersebut memiliki efek negatif yang lebih besar jika digunakan oleh balita. Hasil penelitian Seattle’s Children’s Hospital atas kebiasaan menonton 2.500 anak menyimpulkan bahwa untuk setiap empat jam menonton televisi per hari yang dilakukan oleh anak berusia sebelum tiga tahun, resiko terkena ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) di usia tujuh tahun meningkat 10%.

Otak anak di bawah usia dua tahun belum mampu mengolah informasi yang ditampilkan oleh layar dengan sempurna, sehingga dapat mengganggu perkembangan sel-sel otaknya. Belum lagi pengaruh cahayanya yang dapat merusak mata.

3. Kenapa penting membacakan buku pada anak sejak dini?
Ok, membaca buku memiliki banyak manfaat dan minat baca yang tinggi meningkatkan kualitas diri dan pendidikan seseorang hingga mempengaruhi kemajuan bangsa, tapi apakah harus membacakan buku sejak anak masih bayi? Bukankah dia bahkan belum mengerti?

Membacakan buku pada anak bahkan penting dilakukan sejak anak berada dalam kandungan, untuk menstimulasi indera pendengaran dan otaknya. Seperti halnya mengajak bicara, memperdengarkan musik klasik atau muratal, membacakan buku sangat baik untuk dilakukan.

Pada masa keemasan (golden age) anak, yaitu dari usia 0-5 tahun, otaknya berkembang pesat, hingga mampu menyerap informasi dan merespon stimulasi dua kali lebih cepat dari usia setelahnya. Maka membacakan buku, bahkan saat anak tampak seperti tidak memperhatikan, bisa menambah banyak kosakata baru yang tidak ditemui dalam percakapan sehari-hari, mengajarkan arti kata, melatih daya imajinasi, mengasah rentang konsentrasi, merangsang persambungan antar sel otak, mencegah speech delay, meningkatkan kemampuan berpikir, memahami kalimat, intonasi, memancing pertanyaan, meluaskan pengetahuan, dan sebagainya.

Tentunya, membacakan buku sejak dini juga merupakan salah satu cara mengenalkan anak pada buku yang diharapkan menjadi benih cintanya pada buku, membaca dan belajar.

4. Bagaimana memilih buku yang sesuai untuk anak?
Usia anak dapat menjadi pertimbangan dalam memilihkan buku yang tepat untuknya:
a. 0-2 tahun
>> Board book, buku kain atau buku busa sehingga aman untuknya dan tidak gampang rusak oleh anak yang masih dalam tahap “memakan”, menarik, dan melempar.
>> Berwarna cerah atau kontras untuk merangsang indera penglihatannya.
>> Tulisan sedikit, bahkan hanya satu atau dua kata saja.

b. 2-4 tahun
>> Board book, buku aktivitas, buku main, busy book.
>> Berisi kalimat sederhana yang berima.

c. 4-6 tahun
>> Picture book, pop-up book, layer book, buku aktivitas.
>> Kalimat lebih panjang, kisah bermakna.

d. 7-12 tahun
>> Novel pendek, kumpulan dongeng, ensiklopedi
>> Sudah bisa membaca mandiri dengan pendampingan.

Selain usia, kemampuan berbahasa, kebutuhan dan ketertarikan anak juga perlu diperhatikan.

5. Bagaimana jika anak tidak tertarik?
Anak tertarik dengan apa yang ada di sekitarnya. Awali dengan membuatnya terbiasa akan buku. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk menarik minat anak:

    a. Konsisten membacakan buku sejak dini.

>> Walau terkesan diabaikan, terus bacakan dengan pantang menyerah 😆 Jadikan membacakan buku sebagai bagian dari rutinitas anak. Selain menjadi terbiasa, manfaat dibacakan buku juga didapatkan olehnya. Bonding dengan orangtua juga bisa didapatkan dengan membacakan buku. Anak bisa mendapatkan kenangan indah dan kesan manis tentang buku dari kegiatan ini.

    b. Meletakkan buku di tempat yang terjangkau penglihatan dan tangannya.

>> Letakkan buku di berbagai tempat di sekitar anak, sehingga ia tidak menjadi benda yang asing dan jauh melainkan dekat dengan kesehariannya.

    c. Jadikan buku sebagai benda yang terkesan seru dan menyenangkan.

>> Tidak harus selalu tersusun rapi, buku juga bisa disusun membentuk jembatan atau terowongan, ditata bersama mainan, sehingga anak mengesankannya sebagai benda yang menyenangkan.

    d. Berikan contoh

>> Anak meniru orangtuanya. Baca buku di sekitarnya, biarkan ia mengamati dan mengikuti.

Children are made readers on the laps of their parents. —Emilie Buchwald

Books open your mind, broaden your mind, and strengthen you as nothing else can. -William Feather

Sumber bacaan:
Trelease, Jim. 2017. The Read-Aloud Handbook
Mandira Dian Semesta. Panduan Book Advisor.
al-Qarni, Dr. Aidh bin Abdullah. La Tahzan.

[Matrikulasi] Nice Homework #8: Misi Hidup dan Produktivitas

Tidak terasa, Kelas Matrikuasi IIP ini sudah sampai pada materi #8, yag tentunya diikuti oleh NHW #8. Menarik sekali bagaimana antara NHW ke NHW saling berkaitan dan berkesinambungan membentuk suatu proses penemuan jati diri hingga menjadi manusia yang memahami misi hidupnya, profesional dalam perannya, serta produktif dalam memberi manfaat di kehidupannya. NHW #8 ini pun didasarkan pada NHW-NHW sebelumnya.

Bunda, setelah di materi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb:

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW #7)
Memperhatikan kembali NHW #7 yang saya kerjakan, sepertinya ada beberapa kemiripan dalam aktivitas SUKA dan BISA yang saya tulis. Akhirnya, saya memtuskan untuk mengambil aktivitas: Menulis cerita.

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini:

1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan? (BE)
Saya ingin berbagi banyak hal melalui cerita. Sesuai dengan Misi Hidup yang saya tulis di NHW #4, semoga cerita bisa menjadi salah satu media saya untuk mengedukasi dan menginspirasi. Fokus utamanya pun masih seputar pengasuhan dan pendidikan anak. Jadi dalam bayangan saya cerita yang saya buat ditujukan untuk dua kalangan: orangtua dan anak-anak.

Untuk dapat menjadi seorang penulis cerita yang produktif, tentu saya harus sangat disiplin dengan manajemen waktu saya. Jadwal harian yang mencakup waktu belajar berbagai ilmu yang menunjang, serta latihan yang penting saya lakukan guna menambah jam terbang, perlu sungguh-sungguh saya taati. Penuh kesabaran, keikhlasan, pantang menyerah, berkomitmen tinggi pada tujuan.

2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan? (DO)
Selain sikap mental yang telah saya tulis di atas, saya harus:
– Belajar, antara lain: Ilmu tentang kepenulisan, story telling, pendidikan dan pengasuhan anak; baik melalui workshop online dan offline, komunitas, penulis lain, artikel, maupun buku-buku yang terkait.

– Membaca berbagai buku yang genrenya sejenis, misalnya buku anak-anak, buku drama keluarga.

– Berlatih menulis dan membuat cerita setiap hari.

3. Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan? (HAVE)
Karena saya ingin menjadi penulis cerita, yang saya harapkan untuk saya miliki adalah buku cerita karya saya sendiri. Fokus pertama saya adalah buku anak.

Apabila sudah berhasil menerbitkan buku anak pertama saya, saya akan menggunakannya sebagai sarana untuk mengedukasi dan menginspirasi orang lain. Selain membacakannya untuk anak-anak saya sendiri, saya juga akan menyumbangkan sebagiannya ke sekolah-sekolah atau panti asuhan dan membacakannya di sana. Agar semakin banyak anak yang tertarik dengan buku, senang membaca dan belajar, bahkan mungkin juga menulis buku mereka sendiri suatu saat nanti. Saya juga akan terus menulis cerita-cerita lain dan berbagi dengan lebih banyak orang.

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Kembali pada misi hidup yang saya tulis dalam NHW #4: “Menumbuhkan kesadaran hingga pemahaman melalui edukasi dan menyebarkan inspirasi melalui praktik baik yang dilakukan.” dalam bidang pengasuhan dan pendidikan anak (khususnya pentingnya anak cinta belajar dan membaca buku).

Saya ingin semakin banyak orang, khususnya orangtua, pengasuh, dan pendidik, belajar mencintai dengan lebih baik, menyadari besarnya peran mereka bagi perkembangan dan masa depan generasi selanjutnya. Karenanya, penting untuk terus belajar dan mewariskan kesenangan belajar pada anak-anak, sehingga menjadi pembelajar sepanjang hayat (life long learner). Menumbuhkan kecintaan pada buku merupakan salah satunya. Saya pun ingin menjadi bagian dari orangtua itu dan menginspirasi orang lain melalui proses yang saya lakukan sebagai orangtua pembelajar. Selain melalui cerita-cerita yang saya tulis dan bagikan.

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
Sesuai dengan milestone yang saya tulis pada NHW #4, dalam kurun waktu 6 tahun, saya ingin sudah menguasai ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup saya, lebih spesifiknya sebagai penulis cerita.

Saya ingin sudah menerbitkan beberapa buku anak dan buku cerita tentang pengasuhan dan mengisi berbagai perpustakaan sekolah atau panti asuhan dengan buku-buku berkualitas, termasuk buku yang saya tulis sendiri. Bahkan juga membuka rumah baca saya sendiri.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)
Dalam waktu satu tahun, saya ingin sudah berhasil mengikuti jadwal harian dan checklist indikator dengan disiplin, sehingga waktu saya terkelola dengan efektif. Saya ingin menguasai ilmu sesuai milestone tahun pertama dan sudah menerbitkan paling tidak satu buku cerita anak.

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/