Tag Archives: pertumbuhan

[Matrikulasi] Nice Homework #6: Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Satu dari sekian banyak hal yang saya tunda-tunda dalam kehidupan saya adalah membuat jadwal harian. Sudah lama saya merasa hidup saya sungguh jauh dari keteraturan, yang pada akhirnya membuat saya keteteran. Waktu rasanya cepat sekali berlalu, tanpa menghasilkan sesuatu yang baru.

Pada saat mengerjakan NHW #2, di mana tugasnya adalah membuat Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan“, saya pun memasukkan “membuat jadwal harian ini” sebagai salah satu indikator. Kemudian pada NHW #4, pada bagian mengoreksi NHW #2, saya kembali berencana untuk membuat jadwal harian ini. Deadline-nya saya undur sampai bulan Maret 2018, yang saya tuliskan sebagai KM 0 dalam milestone menjalankan misi hidup saya.

Betapa bersyukurnya saya, saat NHW #6 ini muncul untuk “memaksa” dan membantu saya mewujudkan jadwal harian itu. Maka berikut inilah NHW #6 yang berisi proses pembuatan jadwal tersebut:

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

IMG-20180301-WA0001

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb:

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
❤ Aktivitas Paling Penting:
1. Kegiatan yang menstimulasi anak
2. Membaca buku (dan kegiatan belajar lainnya seperti membaca materi dan diskusi IIP juga mengerjakan NHW 😆)
3. Berbagi di blog dan socmed

❤ Aktivitas Paling Tidak Penting:
1. Scroll socmed berlama-lama
2. Online windows shopping berlebihan
3. Buka grup chat yang tidak urgent

Selama ini, kegiatan tidak penting yang disebutkan di atas cukup banyak menyita waktu saya. Kegiatan tersebut mungkin masih bisa dilakukan, hanya saja perlu dibatasi, sehingga memberi lebih banyak waktu untuk kegiatan yang penting. Lebih tepatnya, kegiatan penting perlu mendapat prioritas, jadi setelah terlaksana dan masih ada sisa waktu, baru kegiatan tidak penting ini bisa dilakukan secukupnya. Bukan sebaliknya seperti yang terjadi selama ini 😅

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Aktivitas paling penting saya sesungguhnya sesuai dengan metode pembelajaran yang saya tuliskan di NHW #5, yang mencakup: Membaca, berdiskusi, mengalami (mempraktekkan), juga mengajar (melalui berbagi ilmu secara tulisan). Tentu ilmu yang dipelajari disesuaikan dengan bidang yang ingin dikuasai. Semoga penjadwalan kegiatan penting ini bisa membuatnya prioritas dalam hidup sehari-hari saya dan menambah kualitas diri secara efektif juga konsisten.

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut).
Paragraf tentang kegiatan rutin yang membuat kita merasa sibuk sungguh tepat bagi saya. Kegiatan rutin ini penting, tapi seharusnya tidak “menguasai” hidup. Jadi memang “kandang waktu” tersebut perlu dibuat, agar hidup tidak habis untuk memenuhi rutinitas saja.

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Hal yang hampir pasti terjadi saat kita tidak memiliki jadwal yang jelas beserta komitmen untuk menjalankannya adalah dipenuhinya hari kita dengan berbagai kegiatan yang tidak jelas dan belum tentu sesuai dengan peran juga misi hidup kita. Mudah-mudahan dengan menentukan prioritas dan mengandangkan rutinitas, gangguan agenda tidak terencana ini bisa dimininalisir.

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
(Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis (memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)
Berikut  “Jadwal Harian”  yang saya buat. Langkah selanjutnya adalah mencetak, menempel di tempat terlihat, dan yang paling penting: Menjalankannya dengan konsisten.

Jadwal Harian 040316

Saya lampirkan pula “Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan” sebagai revisi dari checklist yang saya buat di NHW #2. Ini juga rencananya akan saya cetak dan tempel di temat terlihat untuk saya centang setiap harinya. Tentunya saya sudah memasukkannya juga ke jadwal harian. Sejauh ini saya rasa checklist dan jadwal harian ini sudah mencakup apa-apa yang peru saya penuhi untuk memenuhi misi hidup saya. Sekarang tinggal menguatkan tekad dan komitmen untuk menjalankannya, melakukan evaluasi rutin untuk revisi dan pengembangannya.

Checklist Indikator 040318

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Kalau sempat dan dirasa perlu, saya akan post review dan revisinya (kalau ada) di blog ini satu minggu sejak pelaksanaan jadwal tersebut ya. Kalau tidak, insya Allah kita bahas kembali tiga bulan mendatang. Mohon doanya ya, semua ;D

Click to Share

[Matrikulasi] Nice Homework #3 (Part 3): My Role

Setelah melihat kebaikan suami dan potensi kekuatan anak, bagian ketiga dari NHW #3 adalah tentang memahami kekuatan potensi diri sendiri dan bagaimana peran kita dalam keluarga dipengaruhi oleh keunikan positif kita itu. Apa pesan rahasia atau alasan Allah swt. menghadirkan kita di tengah keluarga yang seperti suami dan anak-anak kita dengan bekal potensi yang kita miliki.

Tidak selalu mudah memang mengenali potensi diri sendiri. Beberapa hal yang pernah saya rasakan sendiri juga berdasarkan apa yang pernah dikatakan oleh orang lain mungkin di antaranya sebagai berikut:

Saya cukup mudah merangkai kata. Selama sekolah, saya lebih suka pelajaran yang bisa mengandalkan “mengarang” dalam menjelaskannya, khususnya di waktu ujian atau mengerjakan tugas, daripada pelajaran yang memerlukan jawaban pasti seperti ilmu alam atau hitungan.

Selama punya sedikit pengetahuan atau pemahaman tentang pelajaran itu, saya bisa mengembangkan sedikit poin yang saya ketahui menjadi jawaban panjang yang lebih jelas. Seorang guru saya saat sekolah dulu juga pernah menyatakan bahwa saya memiliki cara berpikir yang sistematis, terlihat dari jawaban saya yang runut dan teratur.

NHW #3 - 120218

Logika saya termasuk baik. Itu menurut ayah saya. Saya biasa berdiskusi dengan ayah saya dan menurutnya, argumen yang saya kemukakan sering kali masuk akal dan bisa diterima. Saya juga bisa dibilang cepat memahami suatu hal hingga bisa menjelaskannya kembali pada orang lain agar lebih mudah dipahami.

Saya juga memiliki prinsip dan komitmen yang kuat. Saat mengetahui alasan dibalik suatu hal dan sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu saya bisa setia menjalankannya. Hanya memang alasannya harus benar-benar kuat, karena saya juga suka cepat bosan dan jarang mendalami sesuatu.

Setelah berkeluarga dan memiliki anak, potensi yang saya sebutkan di atas membantu saya dalam menjelaskan banyak hal pada anak-anak saya, juga dalam berdiskusi dengan suami, dan berbagi apa yang saya ketahui termasuk dalam hal pengasuhan dengannya.

Potensi tersebut juga membantu saya untuk belajar lebih banyak lagi khususnya tentang hal yang berhubungan dengan pengasuhan dan pendidikan anak.

Kalau saya lebih baik dalam tataran teori, suami saya orangnya lebih praktikal. Jadi dia sangat bisa membantu saya mempraktekkan apa yang sudah kami pelajari.

Semoga idealisme dan komitmen yang saya miliki juga bisa saya terapkan dalam membangun keluarga kecil saya.

Semoga saya juga bisa terus berusaha memahami dan memaksimalkan potensi yang saya miliki, menyadari dan turut menumbuhkan potensi keluarga sehingga kami bisa bersinergi dengan baik membawa kebaikan bagi keluarga juga sekitar kami. Aamiin YRA.

[Matrikulasi] Nice Homework #3 (Part 2): My Precious Daughters

Kalau bagian pertama NHW kali ini melihat kebaikan suami, bagian kedua giliran melihat potensi kekuatan anak.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya dan suami dikaruniai dua orang putri yang (bagi saya) luar biasa. Masya Allah. Tabarakallah.

Putri pertama kami Nayyara/ Nara usianya 29 bulan. Satu hal yang paling menonjol darinya adalah kemampuan verbalnya. Nara termasuk cepat bicara untuk usianya. Sejak dia masih di bawah 6 bulan, dia sudah punya kata saat ingin menyusu. Walau bukan kata yang umum kita kenal, tapi dia selalu konsisten menggunakan kata itu. Bahkan kadang saat terbangun dari tidur, dia tidak menangis, hanya menyebut kata buatannya itu.

Bisa jadi bukan hanya Nara yang seperti itu. Tapi karena adik dan sepupu-sepupunya tidak demikian, jadi saya pikir itu cukup istimewa.

Saat sebagian anak seusianya belum jelas berkata-kata, Nara sudah lancar menyanyikan beberapa lagu. Bicaranya juga sudah kalimat lengkap layaknya orang dewasa, hanya masih cadel di huruf ‘r’ dan ‘s’.

Fokus Nara menurut pandangan saya juga cukup baik untuk anak seusianya. Rentang konsentrasinya cukup panjang. Sejak mungkin sekitar usia 8 bulan, dia sudah dapat menyimak dengan baik buku yang dibacakan dari awal sampai akhir, sudah punya buku favorit dan hafal ceritanya, sampai saat Atoknya, ayah saya, terlewat satu halaman, dia menangis karena ceritanya tidak sesuai yang seharusnya 😂

Nara suka bermain peran. Dia paling suka berperan sebagai ibu dari boneka-bonekanya. Dengan telaten dia menggendong, memandikan, mengajak jalan-jalan, memberi makan sampai menyusui mereka. Setelah punya adik, dia pun ingin ikut “mengasuh” adiknya itu.

Nara adalah anak yang teguh pendiriannya. Dia tahu apa yang dia mau, dengan cara yang dia mau. Tidak mudah mengubah pilihannya.

NHW 3-2

Putri kedua kami, Kynatha/ Kyna, bulan ini insya Allah mencapai usia 12 bulan atau genap satu tahun.

Secara motorik, Kyna lebih kuat. Dari usia beberapa hari dia sudah bisa membalikkan badan dan mengangkat kepala. Sekarang, dia paling suka memanjat apa saja. Tangga rumah, stroler, sofa, kardus, semua dia panjat. Jalannya lebih tegap daripada Nara waktu seusianya, walau masih perlu digandeng.

Kyna cenderung lebih banyak bergerak. Dia tertarik pada buku, tapi lebih untuk di bolak balik, ditarik, dan dimakan :)) Untuk buku yang bukan board book, kemungkinan besar akan robek di tangannya. Saat dibacakan buku, di sebagian besar waktu dia akan melakukan kegiatan lain.

Mungkin masih banyak potensi kekuatan kedua anak saya yang belum terlihat atau belum saya sadari. Berbagai stimulus dan aktivitas untuk merangsang perkembangan juga menemukan minat dan bakat mereka perlu terus saya berikan.

Semoga Allah swt. memberikan saya kesabaran juga kemudahan dalam membantu mereka memaksimalkan potensi, sesuai minat dan bakat mereka, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, bermanfaat bagi diri dan sekitar, juga bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin YRA.