Tag Archives: passion

[Pra Bunda Sayang] Aktualisasi Diri

Tugas berikut adalah tugas dari materi Pra Bunda Sayang terakhir sebelum kami memasuki materi Bunda Sayang. Sebelum ini ada juga materi Inner Child, namun karena tugasnya bersifat pribadi, tidak saya publikasikan di sini.

Untuk materi aktualisasi diri, ada dua poin yang perlu dikerjakan, sebagai berikut:

1. Buat kartu nama yang menunjukkan siapa diri bunda, passion maupun profesinya.

Kartu Nama BunSay - 010918

2. Buat plot/ narasi seandainya bunda ditanya oleh seseorang tentang diri bunda.
Sebenarnya pertanyaan ini cukup luas cakupannya. Jawabannya bisa pendek, bisa panjang. Bisa membahas sisi yang satu atau yang lainnya, bahkan beberapa sisi sekaligus, tergantung konteks pertanyaannya. Dalam tugas ini, sesuai dengan tema dan berkaitan dengan poin yang pertama, saya membuat narasi dalam lingkup tersebut:

Saya orang yang suka belajar. Saya tertarik dengan pengembangan diri yang ujungnya menarik saya untuk melirik ilmu pengasuhan, pendidikan, dan tumbuh kembang anak. Saat ini, saya menjadi relawan di sebuah institusi yang bergerak di bidang pendidikan keluarga serta berusaha menyebarkan pentingnya membacakan buku sejak dini sebagai seorang book advisor. Saya juga tergabung dalam beberapa grup dan  kelas online yang berkaitan dengan ketertarikan saya itu, termasuk Institut Ibu Profesional.

Menulis adalah hal yang saya nikmati. Selain rutin menulis dalam jurnal pribadi, saya berbagi ide dan pengalaman saya melalui blog dan media sosial. Mengikuti beberapa kelas kepenulisan dan membuat antologi merupakan salah satu cara saya untuk melatih keterampilan serta menjaga semangat dan konsistensi menulis, sehingga bisa lebih produktif. Menulis dan mengedit artikel untuk website merupakan pekerjaan saya di ranah publik, sementara di ranah domestik, saya sedang asyik membersamai dua putri saya, Nayyara (3 tahun) dan Kynatha (18 bulan) bermain dan belajar sambil terus meng-upgrade ilmu dan keahlian saya  dalam mengasuh dan mendidik anak, mengelola rumah tangga, juga berkontribusi bagi sesama.

Click to Share

[Matrikulasi] Nice Homework #9: Ibu sebagai Agen Perubahan

NHW terakhir. Sedih juga ya, rasanya. Setelah terbiasa mengikuti materi matrikulasi tiap minggu, banyak merenung sambil dikejar deadline untuk mengerjakan NHW-nya, menyimak review NHW, mengikuti diskusi, perkenalan, dan obrolan-obrolan hangatnya. Pasti akan kangen semua itu.

Duh, jadi mellow deh 😢😅

Bersyukur banget bisa ikutan Kelas Matrikulasi IIP ini. Bersyukur masuk grup MIIP Batch #5 Tangsel 3 yang penuh semangat dan aura positif.

Kembali ke NHW #9. Sesuai dengan materi sesi #9, setelah kita menemukan passion dan misi spesifik hidup, NHW terakhir ini merumuskan misi tersebut ke dalam kontribusi kita di masyarakat. Karena setelah mengubah diri dan keluarga kita, masyarakat adalah ladang kita untuk bisa bermanfaat seluas-luasnya.

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai:

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini (terlampir).

Selamat menjadi agen perubahan.
Karena,
Everyone is a Changemaker
(Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Berdasarkan NHW #8, berikut bagan yang saya buat:

Social Venture 260318

Dengan ini, selesai sudah rangkaian NHW dalam Kelas Matrikulasi yang saya ikuti.

Insya Allah bisa menjadi awal dalam proses menuju diri yang lebih memahami misi hidupnya, mengenali dan mengelola potensi dirinya, terus belajar dan berkontribusi bagi keluarga juga masyarakat di sekitarnya. Menjadi agen perubahan. Aamiin YRA.

[Matrikulasi] Materi Sesi #9: Ibu sebagai Agen Perubahan

Disusun oleh tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impact-nya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Karena sejatinya amalan-amalan yang dicintai adalah amalan yang langgeng (terus menerus) walaupun sedikit.

Kalau di Jepang mereka mengenal pola kaizen (Kai = perubahan, Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat/ komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

START FROM THE EMPHATY

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan:
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016

Why first. How later.

Why you live determine how you live your life.

Your purposes in life (the why) help you manage your time, make your choices and priorities (the how).

If you don’t know why or you don’t truly feel the why, it will hard to think of any how.

A strong reason gives you a strong sense of purpose (the why). They will become the energy to keep doing what you’re doing and find endless way (the how) to reach those purposes.

A strong why creates a strong will. A strong will creates endless kind of ways.

*I found this note on my cellphone the other day. Wrote this years ago. I think it’s time to let it see the world.

Steve Jobs

After more than a month, I finally finished reading another book. Yes, it called “Steve Jobs”, an authorized biography of the man himself by Walter Isaacson.

Despite of the length of time I need, I actually glad I get to read it.

It’s really nice to be able to get to know Steve Jobs from different sides other than just someone who found Apple Inc.

The book lets me know that he was just a human being, the one with problems and imperfections, even mistakes that cause some pain in his and other people’s life. He didn’t have the best attitude or personality. He didn’t always make best choices either. But even then, he was still an amazing man whose passion and enthusiasm creates a great contribution and legacy to mankind.

Steve Jobs

Jobs was someone who loves art and technology and know exactly how to combine those two aspects in everything that he created. His ability to focus, his vision, and his attention to details brought him further ahead. He was a genius and his so called reality distortion field, even though in some cases evoke problems, was helping him and his company (Apple and Pixar) to reach most of the impossible.

I read the Indonesian version of the book. I have to say that I don’t enjoy some of the translation. But most of all it’s still a good book. Isaacson manage to cover most part of Jobs live, from his personal journey to his life as a great innovator. What an inspiration. What a lost.

One small-maybe-not-significant thing, how come I don’t found the date Jobs passed away? Well, here goes.. RIP Steven Paul Jobs, February 24, 1955 – October 5, 2011.

Hello World!

I’ve been wanting to have a blog since too many times ago.  I’m having a journal and have been writing on it for years now, but still don’t have any courage to start a blog.

Fear.  I do think that is the basic reason why I don’t have a blog.  That basic reason then creates the excuses I made to assure myself why ‘I can’t’ write a blog.  The excuses like:  I don’t know what to write, I’m not sure how to write it, it just too personal, it’s not a public material, I have no important or interesting thing to share, I prefer a book and a pen to do my writings, I don’t have time to edit the posts before publishing it, etc.

The fact is, I’m just not brave enough.

Writing a blog means putting myself  ‘out there’.  Letting people know a little more about me, to judge my writing, from what I’m writing about, how I’m writing it, spelling mistakes, gramatical errors till what kind of person I am.  It’s always been hard for me to open myself to other people.  I carefully choose what to share even with the closest person in my life. So writing a blog is sort of out of the question.

Then why do I even think about it? Why I’ve been wanting to have one and even the fear can’t stop me from wanting it?

There are some reasons why I want to have a blog, here are some of them:

–    I want to share

–    I want to help people, inspire them

–    I want to keep thinking, keep my head active

–     I want to keep in touch with my feelings

–    I want to care more, pay more attention on things around me

–    I want to discuss stuff with more people

–    I want to get to know more about myself and my passion

–    I want to practice my writings, improve it

–    I want to face my fears (of making mistakes, of sharing with others, etc)

–    I want to make this as one of my legacy

Some of them I can fulfill by writing a journal, some of them don’t.  There’s also a different level of fulfillment that I can only get by writing a blog.

My father once told me,

“If you were to scared to do it for your self, then do it for other people, think about how it could help them.”

I think the point is to find a greater reason than any of my fears.

I have my reasons.  So now let’s face the fear. Once step at the time.  Start with this first post.

Hello world! :)