Tag Archives: mengganti kata tidak bisa menjadi bisa

[Bunda Sayang] Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif – Hari Keenam

Sejak bulan Agustus yang lalu, Nara yang tadinya masih menyusu saat akan tidur siang dan malam, hanya menyusu saat akan tidur malam saja.  Itu berdasarkan kesepakatan kami sebelumnya, sebagai tahapan menuju penyapihan sepenuhnya saat dia berulang tahun di pertengahan September.

Dampaknya, Nara jadi nyaris tidak pernah tidur siang .

Nara memang cenderung sulit tidur siang. Saat masih menyusu pun, butuh waktu cukup lama hingga dia tertidur. Kadang juga tidak berhasil tidur. Setelah tidak menyusu, semakin sulit baginya untuk pergi ke alam tidur.

Kali ini, dia pun tidak bisa tidur, padahal sudah mengantuk, yang berakibat rewel semakin menjadi. Awalnya dia minta digendong. Setelah menitipkan Kyna pada atoknya (ayah saya), saya mulai menimangnya sambil bersenandung. Terlihat Nara berusaha memejamkan mata, tapi tudak lama, dia membukanya lagi.

Setelah beberapa saat, saya merasa lelah, lalu menawarkan kepadanya untuk berbaring bersama saya. Nara setuju. Kami berbaring bersebelahan.

Sambil memeluk boneka kesayangannya, Nara berusaha tidur, membolak-balik badannya, lalu mulai merengek karena merasa kesulitan.

“Nara, bisa kok nak, tidur tanpa nenen.”
“Ndak bisa, Ma.”
“Bisa kok, sayang. Kan sebelumnya udah pernah. Nara bisa bobo sendiri.” Balas saya lagi sambil mengusap-ngusap punggungnya.

Nara mengeluarkan keluhan kecil,  kemudian membalik badan menghadap saya, masuk dalam pelukan saya.

Saya mengusap kepalanya. Lalu berbaring di sana dalam tidur, sampai akhirnya ketiduran 😂

Saat saya terbangun beberapa menit kemudian, Nara sudah tidur.

Anak saya, tidur sendiri tanpa menyusu. Ternyata dia memang bukan bayi lagi ya :’)

Orangtua perlu percaya anaknya bisa, bahkan sebelum mereka percaya bahwa dirinya bisa. Mengganti kata “tidak bisa” menjadi “bisa”  dapat menjadi pilihan saat berkomunikasi dengan mereka.

Click to Share