Tag Archives: menata jiwa

[Gemari Madya] Task 7 – Menata Masalah

Sejujurnya saya agak bingung saat harus mengerjakan Task 7 ini, karena sepertinya kebanyakan masalah yang saya hadapi berkaitan dengan Task 1-6 😅

Setelah membaca suplemen, saya akhirnya memutuskan untuk memilih masalah nomor satu untuk dibahas pada task kali ini: Tidak/belum berhasil mencapai impian/goal yang kita tuju.

1. Analyze
Gunakan 5W1H untuk mengenali masalah dan mengidentifikasi akar masalah.

>> Apa yang sedang terjadi?
Banyak hal yang ingin dicapai dan dikerjakan, tapi berkali-kali gagal dalam membuat rencana dan/atau menjalankan rencana langkah demi langkah menuju tercapainya tujuan tersebut.

>> Kenapa bisa terjadi?
Karena kurang kuatnya tujuan (perlu mengganti beberapa impian), kurang komitmen, disiplin dan konsistensi dalam melakukan hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

>> Kapan kejadiannya?
Berkali-kali dalam hidup ini 😂

>> Di mana kejadiannya?
Saat di sekolah, di bangku kuliah, dalam pekerjaan di kantor (sebelum resign), dan sebagian besar di rumah dalam ranah peningkatan kualitas pribadi beserta segala perannya.

>> Siapa saja yang terlibat dengan kejadian itu?
Terutama diri sendiri dan mempengaruhi orang-orang terdekat, khususnyansaat ini suami dan anak-anak.

>> Bagaimana kejadian itu bisa sampai terjadi?
Saya mulai lalai dalam melakukan kebiasaan yang sedang dibangun, kembali ke kebiasaan dan cara lama, melupakan tujuan yang ingin dicapai, terbelenggu rutinitas.

2. The Most Trigger
Ya, masalahnya seringkali berulang. Saya pikir masalahnya ada pada diri saya sendiri. Sepeti tertulis pada suplemen solusinya hanya dua: Mengganti impian atau mengganti cara untuk mencapai impian.

Dalam kasus saya, bisa jadi ada beberapa impian yang perlu diganti atau dihilangkan karena sudah tidak relevan atau ternyata kurang memotivasi, sehingga sayanbisa lebih fokus pada impian yang lebih kuat. Namun, saya pikir saya memang lebih banyak belum maksimal dalam mencapi target dan impian saya. Baik dalam mencoba suatu cara maupun menggantinya dengan cara lain. Konsistensi, kesungguhan, saya masih berusaha membangun keduanya. Saya juga berusaha menambah ilmu dan semangat juang, salah satunya dengan bergabung dengan berbagai komunitas dan kelas belajar seperti contohnya Gemar Rapi ini.

3. Evaluasi
Terlepas dari banyaknya target dan impian yang belum atau tidak berhasil saya capai, saya juga sudah mencapai banyak hal dalam usaha saya mengalahkan diri sendiri.

Saya membuktikan bahwa jika saya ingin, saya bisa menjadi sangat konsisten dan bersungguh-sungguh. Misalnya, saya berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan diri saya setelah sempat menganggur dan berkutat dalam pekerjaan yang membebani hati dan pikiran saya. Masalah itu sempat membuat saya down dan merasa berada di titik terendah. Tidak berdaya, tidak berguna, egois, manja. Tetapi akhirnya, dengan izin Yang Maha Kuasa, saya bisa bangkit, menumbuhkan keyakinan diri dan tekad untuk mencapai yang lebih baik. Dan saya berhasil.

Click to Share

[Gemari Madya] Task 6 – Menata Uang

Perjalanan menata waktu masih dijalani, jadwal yang sudah dibuat alhamdulillah cukup membantu.

Sekarang tiba giliran melakukan sesuatu yang seringkali dihindari, terlupakan lalu mengejra-ngejar di akhir bulan 😆: Menata Uang.

Ini pas banget sih. Saya memang sedang memulai kembali membenahi pengelolaan keuangan. Cuma ya memang karena baru mulai, masih banyak berantakannya.

Saya baru dalam tahap berusaha mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Biasanya? Kebanyakan lupanya. Saya dan suami juga mulai lebih tertib dalam membagi rekening dan pos-pos penggunaan uang. Jadi nggak asal pakai dari mana aja yang masih ada sisanya 😂

Untuk membantu pencatatan ini, saya menggunakan aplikasi Fast Budget. Bisa dilihat pada gambar yang sudah saya unggah juga di task sebelumnya ya:

19-04-09-22-51-09-651_deco

Ini membantu sekali buat saya yang pengennya praktis tapi suka ribet sendiri 😂

Melalui aplikasi tersebut, kita bisa memasukkan akun-akun yang kita gunakan seperti rekening bank sampai dompet atau amplop berkategori, tergantung gaya masing-masing. Tapi kalau mau memasukkan lebih dari 4 akun, aplikasinya harus di-upgrade jadi yang premium. Harganya tudak terlalu mahal sih. Cukup mengeluarkan 40 ribu rupiah saja. Buat saya sih itu cukup sebanding dengan manfaatnya. *ini kenapa jadi iklan aplikasi

Lanjut ke Task 6:
1. Buat evaluasi keuangan bulan lalu dengan menghitung persentase tiap kategori pengeluaran dari pemasukan.
Kira-kira, begini kategori pengeluaran yang saya buat dalam aplikasi tersebut:
1. Kebutuhan harian
2. Perlengkapan rumah tangga
3. Smartphone
4. Biaya Bulanan
5. Sedekah
6. Kesehatan
7. Transportasi
8. Pakaian
9. Buku
10. Makan di luar (jajan)
11. Admin
12. Bayar utang
13. Keluarga

Banyak ya? 😂

Sebenernya mungkin beberapa kategori di atas bisa disatukan saja, misalnya jadi pengeluaran rutin, biaya tak terduga, dan sebagainya. Tapi saya pengen ngecek kategori mana yang paling besar, kalau dipisah begini lebih gampang liatnya. Terus untuk tabungan, tidak masuk ke dalam pengeluaran, karena langsung ditransfer per akun.

Untuk di sini, saya coba satukan aja berikut persentasenya ya:
1. Pengeluaran rutin:
60%
2. Sedekah: 3,5%
3. Tabungan: 20%
4. Pengeluaran tambahan: 10%
5. Lain-lain: 6,5%

Ini hitungan kasar sih. Soalnya bulan lalu banyak pengeluaran di luar rutin karena baru pindah rumah.

Kalau dilihat masih jauh dari ideal memang. Semoga bisa dibenahi pelan-pelan.

2. Buat perencanaan keuangan:
Berdasarkan list di atas saya membuat anggaran ideal atau survival budget sebagai berikut:
1. Tabungan/investasi: 30%
2. Sedekah: 10%
3. Pengeluaran rutin: 50%
4. Pengeluaran tambahan: 10%

Jatah untuk tabungan/investasi saya tambahkan berhubungan dengan perencanaan jangka panjang yang ingin saya tambahkan. Begitu pula dengan sedekah. Sementara untuk pengeluaran rutin dan tambahan, akan saya evaluasi lagi sehingga bisa lebih menghemat.

Untuk detailnya, biarlah saya dan suami yang tahu 😅

3. Cita-cita
Ini sesungguhnya begitu banyak daftarnya. Sementara saya masukkan dalam kategori tabungan/investasi.

Perjalanan memang masih panjang, karena catatan masih terus dibenahi dan pembagian masih belajar disesuaikan. Tugas kali ini bisa jadi pemandu agar tercapai anggaran ideal juga rencana dan imoian jangka panjang, sambil menambah ilmu dan amal. Semoga Allah mudahkan.

[Gemari Madya] Task 1 – Menata Jiwa

Setelah perubahan yang terjadi dari Komunitas Konmari Indonesia menjadi Gemar Rapi, kelas-kelas yang diadakan pun turut berubah. Kelas Chukyuu, yang merupakan level kedua dalam kelas intensif Konmari, diganti menjadi kelas Gemari Madya.

Kelas ini baru resmi dibuka mulai minggu lalu dengan materi dan tugas yang dapat dikatakan berbeda dengan kelas chukyuu.

Jika tugas terakhir kelas chukyuu membahas tentang menata diri bersama keluarga, tugas pertama kelas Gemari Madya diawali dengan menata jiwa. Kami pun diminta untuk melakukan tiga langkah declutter jiwa. Berikut langkah yang saya lakukan:

1. Identifikasi Diri – Kehidupan yang diinginkan dalam:
– Jangka Waktu Dekat (1 tahun)
>> Memiliki pengelolaan waktu yang lebih baik, rutinitas yang dipenuhi kebiasaan baik, pikiran positif, dan produktivitas.

– Jangka waktu panjang (10 tahun)
>> Hidup dengan penuh keyakinan, target-target yang tercapai, proses belajar, bergerak, dan berkarya yang terus berjalan, keseimbangan antara aspek material, emosional, dan spiritual, dunia juga akhirat.

2. Penyebab Kekacauan Jiwa – Hal yang menghambat tercapainya kehidupan yang diinginkan:
Bagi saya, saat ini terutama adalah tujuan dan keinginan yang tidak terkelola dengan baik. Sehingga, banyak yang rasanya ingin dilakukan dan dicapai juga diselesaikan, namun semacam bingung hendak mulai dari mana. Begitu banyak informasi baru sekaligus hal yang ingin dipelajari, tapi seperti kehabisan waktu untuk memilah dan memahami satu per satu. Hidup jadi terasa “sibuk” dan melelahkan tanpa hasil yang signifikan sesuai keinginan. Pikiran jadi terasa penuh dan terbebani. Terjebak dalam rutinitas yang kurang produktif.

3. Jenis Clutter – Dari 3 jenis clutter yang diklasifikasikan dalam materi, sepertinya yang saya alami cenderung lebih banyak berputar di clutter calendar. Untuk itu, pola/langkah yang ditawarkan Charles Duhigg bisa saya coba lakukan:
1. Identifikasi rutinitas. Sementara ini beberapa rutinitas utama yang ingin saya ubah adalah terkait jadwal tidur, bangun tidur, dan shalat. Menurut saya, ini adalah rutinitas penentu. Setelah bisa mengubah itu, baru saya bisa berpindah membangun kebiasaan lainnya.

2. Menentukan reward saat berhasil melakukan rutinitas baru tersebut – Saya akan menambahkan poin untuk setiap kali saya berhasil, yang bila dijumlahkan dapat ditukarkan dengan sebuah buku dalam wish list saya.

3. Menemukan tanda apa yang menghambat perubahan di hari itu. Evaluasi akan saya lakukan setiap hari agar bisa diperbaiki pada hari selanjutnya.

4. Susun rencana. Saya akan membuat jadwal yang jelas juga daftar checklist tiga kebiasaan baru yang ingin saya lakukan tersebut. Targetnya adalah dilakukan selama 21 hari berturut-turut dengan pengulangan ke hari pertama jika ada yang terlewat, kemudian dilanjytkan hingga 6 bulan hingga menjadi kebiasaan yang otomatis.

5. Craving atau motivasi tambahan yang saya rasa akan efektif adalah tujuan yang jelas mengapa saya ingin membentuk kebiasaan baru ini. Apa yang bisa saya capai dengan melakukannya dan apa kerugian saya jika tidak melaksanakannya. Jika perlu, saya akan menempelkan alasan kuat ini di dinding kamar agar terlihat setiap hari beserta daftar checklist tersebut.

Selain ketiga langkah di atas, saya menambahkan menulis jurnal sebagai salah satu cara untuk menguraikan kekacauan jiwa. Saya merasa cara ini efektif untuk menuangkan apa-apa saja yang saya rasa dan pikirkan, rencana-rencana dan kesalahan-kesalahan saya, daftar pekerjaan, target, dan kebiasaan yang ingin dibuat. Semua yang tampaknya ruwet bisa terlihat lebih jelas dengan menuliskannya.

Sudah lama saya tidak lagi rutin menulis jurnal. Mungkin ini juga sebabnya kepala saya terasa penuh. Saya akan memasukkan kegiatan menulis jurnal ini sebagai rutinitas yang saya hidupkan kembali.