Tag Archives: menata diri

[Chukyuu Intensive Class] Task 6: Menata Diri Bersama Keluarga

Karena satu dan lain hal, Komunitas KonMAri Indonesia sudah bertransformasi menjadi Gemar Rapi. Task 6 ini adalah tugas pertama yang diberikan oleh Gemar Rapi setelah mengalami vakum selama beberapa minggu karena perubahan tersebut.

Untuk tugas kali ini, kami diminta membuat sebuah tulisan dengan tema “Menata Diri” dan beberapa sub tema yang dapat dipilih. Saya memilih sub tema “Menata Diri Bersama Keluarga”.

Pilihan tersebut saya buat karena saya merasa bahwa perubahan yang saya lakukan haruslah berpengaruh minimal bagi orang-orang terdekat saya, yaitu keluarga. Saya juga pecaya dengan konsep My Family, My Team. Sebuah keluarga sepatutnya menjadi sebuah tim yang bekerja sama, saling mendukung dan menguatkan untuk mencapai cita-cita bersama sebagai sebuah keluarga, maupun cita-cita masing-masing anggotanya.

Tiga poin utama dalam menata diri adalah mind, body, dan soul. Ketiganya adalah unsur pembentuk manusia yang harus kita perhatikan kesehatannya juga keseimbangan antara satu dengan lainnya.

Diawali dengan introspeksi atau menatap diri, menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin masih bergelayut di hati dan pikiran, hal-hal yang perlu diselesaikan dan dibenahi dalam diri sendiri.

Setelahnya, bisa susun kembali visi misi pribadi dan keluarga, kemudian mulai susun rencana untuk menjaga ketiga poin di atas tadi, termasuk kebiasaan-kebiasaan apa yang hendak dibangun untuk mencapai tujuan.

Dalam pelaksanaannya, saya harapkan nantinya kebiasaan yang saya dan pasangan bangun dapat menjadi contoh bagi anak-anak, kemudian menjadi bagian dari gaya hidup kami sehari-hari.

Sementara ini, mungkin baru itu yang bisa saya sampaikan. Masih banyak yang perlu saya pelajari. Semoga ke depannya, bersama Gemar Rapi, saya dan keluarga bisa turut menata diri hingga kemudian juga menata negeri.

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 9: Berbenah Komono Part 2

Task 9 sebenarnya tentang berbenah dapur πŸ˜…

Masih termasuk kategori komono juga sih, tapi khusus sub-kategori dapur. Dipisahkan karena mungkin dapur cukup luas untuk digabung dengan sub-kategori lain ya.

Berbenah dapur sama dengan berbenah komono yang ada di dapur, yang terdiri dari tiga kategori:
1) peralatan makan
2) peralatan memasak
3) makanan

Saya sering membayangkan punya dapur sendiri, yang memiliki peralatan sesuai kebutuhan dan tentunya tertata rapi, sehingga semua orang dengan mudah dapat menemukan apa yang dibutuhkan. Dapur yang bersih tentu juga jadi impian saya.

Sampai saat ini, saya dan keluarga masih menumpang di rumah orangtua saya, sehingga bayangan ideal saya itu tampaknya harus tertunda πŸ˜†

Dapur ibu saya cukup tertata rapi. Ibu saya juga memiliki kebiasaan untuk meletakkan peralatan makan dan memasak dengan rapi di bak cuci piring, sehingga, kalaupun tidak sempat langsung dicuci, tidak terlihat terlalu berantakan sampai malas dicuci. Setiap anggota keluarga mencuci peralatan bekas makannya sendiri. Jika bisa disambil, saat memasak peralatan yang sudah selesau digunakan juga dicicil untuk dicuci. Jadi yang tersisa tidak pernah terlalu banyak.

Walau demikian, itu bukan dapur saya, sama halnya dengan kulkas. Karenanya, saya belum sampai pada tahap membenahinya. Mungkin suatu saat nanti, saya bisa mengajak ibu saya untuk mencoba membenahi dapurnya dengan metode KonMari ini. Tapi belum sekarang πŸ˜…

Karena ituu.. Pada tugas kali ini saya memilih untuk memasukkan hasil berbenah komono yang belum tuntas pada tugas sebelumnya.

Berikut daftar sub-kategori komono yang saya buat sebelumnya:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

Alhamdulillah, akhirnya seluruh sub-kategori di atas berhasil saya benahi πŸ˜†

Perlengkapan Mandi dan Elektronik
Perlengkapan Mandi dan Elektronik

Kalau pada post sebelumnya saya baru memasukkan foto perlengkapan mandi yang menjadi stok, kali ini saya melengkapinya dengan foto perlengkapan mandi yang biasa dipakai sehari-hari.

Aksesoris dan Obat-obatan.
Aksesoris dan Obat-obatan

Sebelumnya, laci-laci kecil ini isinya benar-benar semrawut πŸ˜‚

Susah sekali mau nyari apapun. Sekarang, mau mengambil ataupun menaruh barang rasanya mudah saja 😍

Mainan Anak
Mainan Anak

Saya nggak sempat foto laci mainan ini sebelum dirapikan. Yang jelas, setiap anak-anak mau main pasti stres (mamanya), karena susah banget nyari mainan yang dimau, pas ketemu pun ada aja yang hilang atau nggak lengkap. Campur baur nggak karu-karuan deh. Udah malas liatnya, jadi mau naruh mainan juga asal aja πŸ˜₯

Sekarang, tiap mainan ada “rumah”-nya. Jadi gampang ngambilnya kalau mau main sesuatu. Peraturannya juga ditegaskan lagi, kalau sudah selesai main yang satu dibereskan dulu, masukin lagi ke “rumah”-nya, baru ambil yang lain. Damai sentosa deh jadinya 😁

Spot Bebas Tumpukan
Spot Bebas Tumpukan

Foto di atas tambahan aja sih. Kalau lihat foto keadaan kacau di post sebelumnya, ini adalah foto setelah berbagai komono itu dikasih “rumah” yang layak. Tumpukan-tumpukan yang mengganggu mata dan pikiran pun hilang sudah ❀

Alhamdulillaah πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

[Shokyuu Intensive Class] Task 8: Berbenah Komono Part 1

Setelah membereskan kertas, tibalah kami pada kategori yang sedikit lebih rumit: Komono.

Saya sebut lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti membereskan lebih dari satu kategori sekaligus.

Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).

1. Buat list sub-kategori yang akan teman teman kerjakan pekan ini πŸ“πŸ—‚
Tugas pertama sebelum berbenah komono karenanya adalah membuat daftar sub-kategorinya. Berikut daftar yang saya buat:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah komono. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah komono ini? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Before: The mess in our room πŸ˜…
Before: The mess in our room πŸ˜…
Tumpukan komono sebelum dipilah
Tumpukan komono sebelum dipilah

Karena kami masih menumpang di rumah orangtua, maka komono yang saya benahi adalah milik saya dan keluarga kecil saya saja, yang hampir seluruhnya terletak, atau lebih tepatnya berserakan πŸ˜†, di kamar kami.

Kendala utama seperti biasa adalah waktu. Karena dalam komono ini juga terdapat benda-benda kecil, jadi lebih sulit untuk berbenah di dekat anak-anak, khawatir hilang, melukai atau bahkan tertelan oleh mereka. Minggu ini saya juga kurang disiplin menyisihkan waktu untuk berbenah. Jika sebelumnya saya mengambil waktu saat anak-anak tidur, kali ini saya ikut bablas tertidur 😒

Pada akhirnya, saya baru berhasil membenahi dua sub-kategori dari daftar yang saya buat, yaitu: Elektronik dan peralatan mandi.

After: Peralatan mandi dan elektronik
After: Perlengkapan mandi dan elektronik

Tersimpan dalam lemari ini persediaan perlengkapan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, dan sebagainya. Karena lemarinya cukup besar, peralatan elektronik juga saya simpan di tempat yang sama.

Ternyata banyak sekali perlengkapan yang sudah mendekati bahkan melewati masa kadaluarsanya πŸ˜….

Tadinya saya malas kalau harus mencari persediaan yang diperlukan, suka lupa juga apa masih ada persediaan, hingga kadang membeli lagi sabun misalnya, padahal masih ada simpanan. Senang juga melihat lemari itu sekarang. Saya tau persis apa yang masih ada, mengambilnya juga mudah sekali, tidak perlu “menggali” dulu dari timbunan yang ada πŸ˜‚

Lanjutan berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya.

[Shokyuu Intensive Class] Task 2: Hambatan dan Solusi

Minggu ini, peserta kelas Shokyuu mendapat materi ketiga mengenai “Tidy by Category & Expressing Gratitude“. Kami juga mendapat Task 2 yang merupakan penjabaran lanjutan dari Task 1.

Jika diamati, Task 1 dan 2 ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Saya pikir, ini karena mindset adalah hal terpenting saat ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus meprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Berikut Task 2 beserta jawaban saya.

Dalam poin 1 pekan lalu, latar belakang dan mindset telah Anda jelaskan. Maka selanjutnya adalah paparkan upaya apa saja yang Anda usahakan untuk konsisten dalam β€œmenjaga mindset” tersebut.

Mindset saya dalam berbenah, seperti yang telah saya tuliskan pada Task 1, mungkin paling tergambar dalam kalimat berikut:

“Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.”

Salah satu usaha yang saya lakukan untuk menjaganya adalah dengan secara sungguh-sungguh mengikuti setiap materi dan diskusi, juga mengerjakan tugas dalam Shokyuu Class ini, dengan harapan, ilmu, teman berbagi, serta semangat positif untuk berbenah yang didapatkan dari kelas turut memelihara tekad saya untuk membenahi tempat tinggal sekaligus kehidupan saya.

Pada poin 2 tentang visualisasi β€œideal lifestyle” apakah sudah detail sesuai keinginan dan harapan Anda? jika belum, bisa Anda tambahkan. Jika sudah maka buatlah poin hambatan dalam merealisasikannya sekaligus solusi menurut Anda.

Sejauh ini rasanya poin visualisasi yang telah saya buat sudah cukup mewakili keinginan dan harapan saya. Foto-foto berikut kurang lebih menggambarkan visualisasi saya akan gaya hidup yang ideal seperti yang saya tuliskan pada Task 1.

18-02-26-17-38-14-799_deco

18-02-26-17-38-54-938_deco

18-02-26-17-39-33-106_deco

Sedangkan hambatan dalam merealisasikannya antara lain sebagai berikut:
a. Waktu
❀ Membagi waktu sebagai istri, ibu dua anak batita, juga pekerja tidak selalu mudah. Bahkan saya seringkali keteteran. Jangankan berbenah, baju dicuci dan dijemur dalam hari yang sama saja sudah merupakan prestasi πŸ˜‚

Mau melipat pakaian dengan dua anak berkeliaran? Pasti mereka serta-merta turut “membantu” hingga pakaian yang sudah terlipat kembali berantakan dan malah berhambur ke mana-mana πŸ˜…

❀ Solusi:
Pengelolaan waktu yang lebih baik. Waktu berbenah bisa dijadwalkan saat anak-anak tidur atau sengaja diajak main oleh ayahnya selama beberapa waktu sehingga mamanya bisa beres-beres. Kalau memang tidak bisa sekaligus dalam satu hari, kegiatan berbenah bisa dicicil setiap hari, sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Tentunya dengan metode Konmari, yaitu berbenah per kategori, memilah yang ingin disimpan, dan disusun dengan baik, sehingga hasilnya lebih efektif.

Pengelolaan waktu yang lebih baik ini, antara lain dengan membuat jadwal harian dan mengikutinya, juga bisa menjadi solusi untuk hidup yang lebih teratur dan meliputi kegiatan-kegiatan yang saya inginkan seperti yang telah saya sebutkan pada Task 1.

b. Ilmu dan Pemahaman
❀ Kurangnya ilmu mengenai berbenah membuat berbenah yang selama ini saya lakukan tidak tuntas. Kalaupun berhasil membereskan sebagian tempat, tidak lama semua kembali berantakan. Hingga saya malas membereskan kembali, karena rasanya percuma, nantinya akan berantakan lagi (pembenaran atas kemalasan).

❀ Solusi:
Belajar bagaimana berbenah yang lebih efektif. Membaca buku tentang metode Konmari dan sekarang mengikuti kelas Shokyuu ini merupakan upaya saya untuk menambah pemahaman akan metode yang lebih tepat untuk berbenah. Diawali dari menemukan motivasi dan mindset
berbenah serta membuat visualisasi tentang gaya hidup ideal yang diinginkan, saya percaya kali ini saya akan bisa berbenah dengan lebih efektif. Selama saya menjaga tekad dan komitmen untuk itu tentu saja.

Dalam menyusun timeline apakah Anda sudah mengerjakan sebelumnya ataukah mulai dari nol? ceritakan pengalaman Anda.

Saya sudah pernah mencoba cara melipat dan menyimpan ala Konmari untuk baju anak-anak, namun hanya sebatas itu saja. Belum pernah saya melakukan metode Konmari sepenuhnya, dari mulai menyortir dan seterusnya. Jadi, bisa dikatakan saya mulai dari nol. Timeline yang saya susun benar-benar mengikuti jadwal kelas Shokyuu ini. Maka saat ada tugas untuk mulai berbenah, saat itu pulalah saya, insya Allah akan mulai berbenah.