Tag Archives: Melepas pakaian

[Bunda Sayang] Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak – Hari Ketigabelas

Nara masih menolak berlatih membuka kancing. Dia juga enggan melakukan beberapa hal yang saya minta. Capek, alasannya.

Sepertinya saya perlu mengevaluasi lagi komunikasi produktif saya dengannya. Lalu membuat latihan kemandirian ini kembali menarik dan menyenangkan baginya.

Saya mungkin juga perlu lebih perlahan dalam melangkah. Biarkan saja Nara menikmati proses belajarnya. Bisa jadi ada kemampuan yang perlu diasah dulu, misalnya motorik halusnya, sebelum belajar membuka kancing.

Satu hal yang Nara sedang senang lakukan adalah mandi sendiri. Saya pikir saya sebaiknya berfokus ke sini saja. Tentunya tanpa memaksa hasilnya harus sempurna. Nanti saat dia sudah lebih siap, saya percaya Nara akan mau belajar membuka dan mengancing baju lagi.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak – Hari Keduabelas

Nara menunda-nunda memakai pakaian sepanjang hari -_-

Baik setelah mandi pagi dan sore, saat ganti baju karena basah, tiap memakai celana setelah buang air, hingga tadi saat berganti pakaian karena mau tidur pun, dia lebih memilih berkeliaran tanpa pakaian dan menolak mendengarkan permintaan saya untuk memakai pakaiannya.

Nara juga jadi banyak mengeluh setiap kali harus membuka pakaian atau melakukan sesuatu.

Kadang saya meminta dengan sabar. Beberapa kali saya akhirnya membantu sebagian prosesnya. Tapi adakalanya saya akhirnya marah-marah.

Menyadari itu sama sekali tidak efektif dan malah membuat Nara semakin menjadi. Saya akhirnya menarik napas, lalu mencoba memahaminya. Saya bertanya pada Nara, apakah dia kesal pada saya? Dia bilang iya. Tapi belum berhasil menjelaskan kenapa ataupun bagaimana kami dapat mengatasinya.

Saya merasa ada sesuatu yang salah dengan cara saya menjalani hari bersamanya hari ini. Bukan hanya hari ini, mungkin sudah dari sebelumnya. Barangkali saya terlalu terburu-buru, lantas memburu-buru Nara. Terlalu cepat berkata tidak atas permintaan-permintaannya, kurang mendengarkan atau memerhatikan dia, kurang menghormatinya sebagai manusia. Mungkin.

Yang jelas, latihan kemandirian tidak bisa dilakukan dengan maksimal hari ini.

Semoga besok bisa lebih baik.

[Bunda Sayang] Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak – Hari Kesebelas

Alhamdulillah gigi Nara udah nggak sakit katanya. Buah kembali habis dimakannya. Mandi pun mau buka baju sendiri, dan dia bisa buka dengan lancar baju lengan panjang. Lulus!

Tapi, saat disodori baju berkancing untuk berlatih membuka dan memasang kancing, Nara menolak. Dia sedang tidak ingin kelihatannya, jadi saya tidak memaksa.

Saat berganti baju tidur, Nara mau mencoba melepas kancing dan mengancing bajunya sendiri. Tapi dia masih kesulitan, terutama saat mengancing. Saya pun memberikan bantuan.

Besok kita coba lagi deh ya, Kak.

[Bunda Sayang] Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak – Hari Kesepuluh

Kemarin malam, Nara berlatih dengan membuka kancing baju adiknya. Mama mencontohkan dengan analogi memasukkan koin ke dalam celengan, yang biasa dilakukan Nara.

Beberapa kali sebelum ini, Nara pernah berhasil membuka kancing bajunya. Namun kadang dia tidak sabar, kadang saya yang tidak sabar. Kali ini, saya dan Nara membuat kesepakatan untuk mulai berlatih agar lebih lancar.

Setelahnya, saya sengaja menyodorkan piyama berkancing saat Nara hendak mengganti pakaian sebelum tidur. Nara setuju, karena dia juga semangat ingin berlatih.

Nara berhasil mengenakan sendiri bajunya dengan sedikit bantuan.

Namun pagi ini, Nara bangun dengan menangis. Awalnya karena mencari saya. Sepertinya dia mimpi buruk, karena biasanya dia tidak menangis seperti itu. Kemudian, saat makan buah, dia mengeluh giginya sakit 😢

Akibatnya, selain Nara tidak menghabiskan buahnya, dia juga jadi sedikit rewel. Maunya dekat-dekat saya, semua maunya dibantu oleh saya, termasuk membukakan bajuanya saat hendak mandi. Hingga sore inipun masih begitu.

Mudah-mudahan besok sudah lebih baik dan mau kembali melakukan banyak hal sendiri ya, Kak.

[Bunda Sayang] Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak – Hari Kesembilan

Kalau biasanya Nara minta dibukakan baju saat ingin mandi, kali ini dia langsung mencoba membuka baju sendiri. Nara sempat memanggil saya, tapi saat saya mau membimbingnya, dia sudah mengangkat bajunya dan berhasil mengeluarkan sebelah tangannya. Bukan cara yang saya ajarkan, tapi tidak masalah, saya semangati dia untuk melanjutkannya. Yay! Selamat ya, Kak.

Sorenya, Nara membuka baju sendiri lagi sebelum mandi. Ternyata orangtua memang hanya perlu memberi kesempatan pada anak ya. Kadang mereka sebenarnya sudah bisa atau hanya perlu berlatih sedikit. Orangtua hanya perlu percaya.

Besok kita coba latihan dengan baju yang berkancing deh ya ;D

[Bunda Sayang] Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak – Hari Kedelapan

Nara semakin lancar buang air sendiri di kamar mandi. Hari ini, setelah mengatakan kepadanya mengenai hal itu untuk mengapresiasinya, kami membicarakan apa lagi yang mau dipelajari, mengingat kegiatan sebelumnya kami anggap sudah bisa.

Untuk melengkapi rangkaian kegiatan ke kamar mandi, kami menyepakati untuk melatih kemampuannya membuka baju.

Selama ini, Nara baru bisa membuka sendiri baju yang longgar atau kaus dalam, selebihnya masih kesulitan. Sementara kegiatan memakai baju, memakai dan membuka celana, hingga memakai kaus kaki dan sepatu/sandal sudah cukup lancar dilakukannya.

Saat mengganti bajunya yang basah siang tadi, Nara bisa melakukannya sendiri karena bajunya cukup longgar. Sore ini, waktu hendak mandi, dia kesulitan membuka bajunya. Daripada membantunya, saya pun mulai mengajarkan caranya kepada Nara.

Nara tampak masih kesulitan mengikuti contoh yang saya tunjukkan. Dia juga sempat main-main, membuat saya ingin marah dan tertawa sekaligus. Untung yang akhirnya keluar adalah tawa. Nara jadi tidak kehilangan semangat meneruskan usahanya.

Dengan sedikit bantuan saya, Nara berhasil membuka bajunya. Saya reflek bertepuk tangan. Nara juga terlihat senang. Besok kita latihan lagi biar makin lancar ya, Kak 😘