Tag Archives: Level 10

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Aliran Rasa

Mendongeng, bercerita, bukanlah hal yang baru dalam keseharian keluarga kami.

Selain membacakan buku, saya terbiasa bercerita pada anak-anak. Tentang apa saja. Anak-anak kerap menentukan tokoh atau awal ceritanya, selebihnya saya yang mengarang bebas.

Dalam tantangan kali ini, kegiatan mendongeng jadi sesuatu yang dilakukan dengan lebih sadar, bertema, bertujuan. Walau menurut saya pribadi, karena ini adalah kegiatan yang sudah biasa kami lakukan, saya seharusnya bisa menaikkan levelnya. Dengan menambahkan media atau perlengkapan yang lebih seru misalnya.

Saya pada akhirnya hanya menambahkan media gambar saat mendongeng. Anak-anak ternyata menyukai hal itu. Mereka kembali meminta saya untuk bercerita sambil.menggambar di hari-hari selanjutnya.

Hal yang berkesan justru saat membaca laporan dari tantangan teman-teman kelas BunSay. Terharu rasanya membaca dan menyimak satu persatu tulisan juga rekaman suara yang mereka buat. Hati menjadi hangat merasakan kasih sayang para ibu ini dalam usaha menyampaikan nilai-nilai baik kepada anak-anaknya.

Respon beberapa anak, baik yang tertulis maupun saya dengar langsung dari rekaman membuat saya tersenyum.

Betapa polos dan murninya. Betapa dongeng yang dikisahkan oleh ibunya mampu menanamkan berbagai hal dalam pikiran kecilnya.

Rasanya saya jadi semakin yakin, kalau banyak orang tua mau rutin berkisah pada anaknya, akan lahir generasi penerus yang dekat hatinya dengan orang tuanya, hangat, kritis, juga kreatif. Insya Allah.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Kelimabelas

Malam ini, judul ceritanya “Aku Akan Selalu Menyayangimu”.

Ceritanya tentang ibu kelinci yang punya tiga ekor anak. Saat anak kedua (Bilal) lahir, anak pertama (Ali) khawatir dia berhenti disayang. Tapi ibunya menenangkan. Ibu menjelaskan bahwa dia akan selalu sayang pada Ali, walau sekarang perhatian ibu terbagi, tapi sayangnya sama seperti sebelumnya.

Waktu anak ketiga, Aisyah, lahir, giliran Bilal yang menangis diam-diam. Saat ketahuan oleh Ibu, Bilal menjelaskan hal yang sama seperti Ali dulu. Khawatir ibu, ayah, juga Abang Ali hanya sayang kepada Aisyah Bilal dilupakan.

Jawaban ibu masih sama seperti dulu. Ibu akan selalu sayang Ali, Bilal, dan Aisyah. Berapapun banyaknya anak ibu nantinya, tiap anak akan selalu penting di mata ibu, selalu dicintai oleh ibu sama.banyaknya. Abang Ali dan Ayah juga pasti selalu sayang Bilal seperti Bilal menyayangi mereka. Bahkan Aisyah juga sayang Bilal.

Ceritanya sesuai dengan keadaan saya, ibu tiga orang anak yang menyayangi anak-anaknya sama banyaknya. Walau terkadang berbeda cara mengekspresikannya, tergantung sifat dan usia mereka.

Semoga Nara, Kyna, dan Raya selalu saling menyayangi ya. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Keempatbelas

Saya kembali menggunakan gambar sambil bercerita. Rupanya anak-anak suka cara ini, jadi mereka memintanya lagi.

Temanya masih seputar huruf dan kata.

19-07-26-21-28-40-065_deco

Tokohnya anak bernama Doni (Nara yang kasih nama) yang berkenalan demgan keluarga kami. Saya lalu menuliskan nama-nama kami sambil menyebutkannya. Kemudian Doni meminta bantuan Nara dan Kyna untuk mencarikan nama yang tadi ditulis. Nara bisa menyebutkan dengan tepat mungkin mengingat dari bentuk dan letaknya.

Saat ditulis untuk kedua kalinya, Nara masih bisa menunjuknya. Belum tahu kalau di lain waktu dan di kertas berbeda :))

Kyna masih ikut-ikutan saja.

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Ketigabelas

Nara sedang senang belajar mengenal huruf. Saya berusaha mengenalkannya dengan cara yang menyenangkan, tanpa paksaan atau tuntutan.

Siang tadi saat diminta bercerita, saya pun menggunakan kesempatan itu untuk memasukkan beberapa huruf di dalamnya.

19-07-25-21-21-10-396_deco

Menggunakan media gambar, saya bercerita tentang Gani gajah dan Kunil kuda nil yang bertemu huruf-huruf saat berjalan-jalan. Saya menggambar satu per satu huruf sambil bertanya pada Nara huruf apa yang ditemukan Gani dan Kunil.

Kemudian, saya mengajak Nara membantu Gani dan Kunil menemukan huruf yang mereka cari dan melingkarinya.

Alhamdulillah Nara sudah mengenal sebagian huruf yang ada pada gambar. Sebagian lainnya masih suka lupa.

Tidak masalah sih, yang penting Nara dan Kyna menyukai ceritanya, menikmati prosesnya.

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Keduabelas

Masih dengan mengubah cerita dalam buku. Nara yang menyebutkan “judul baru” tiap bukunya, saya yang membuat isi ceritanya. Gampang-gampang susah, tapi menarik juga ternyata.

Malam ini ayah Nara dan Kyna ikut menjadi “korban” mengubah cerita. Seru juga mendengar cerita yang berbeda dari biasanya. Cerita tetap harus sesuai alur dan gambar buku tapi sebagiannya diganyi sesuai judul yang Nara berikan.

Ayah dapat jatah dua buku, saya juga dua buku. Nara menolak dibacakan seperti biasa. Dai senang sekali mendengar cerita baru dari buku lamanya. Kyna ikut menikmati.

Apa ini saatnya beli buku baru lagi? 😅

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Kesebelas

Tema cerita hari ini adalah “Mengubah Cerita” xD

Nara minta dibacakan buku, tapi dia mengubah judulnya lantas meminta saya bercerita sesuai judul yang dia berikan.

Misalkan “Aku Selalu Makan Cemilan”, “Aku Suka Makan Sayur”. Buku digunakan sebagai alat peraga.

Untuk cerita yang kedua, saya menambahkan dengan kisah “Nara dan Kyna Suka Makan Sayur”. Saya menyebutkan semua jenis sayuran dan buah-buahan yang biasa mereka makan. Betapa mereka selalu suka memakannya sehingga menjadi sehat dan kuat.

Nara juga meminta saya bercerita tentang “Anak yang Tidak Suka Cemilan”. Anak ini lebih suka makan buah dan sayur daripada kue-kue, es krim atau coklat. Daya tahan tubuh dan staminanya pun lebih baik daripada teman-temannya.

Semoga Nara dan Kyna makin kreatif, makin suka makan sayur dan buah.

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Kesepuluh

Sudah lama saya ingin kembali menyusun jadwal bersama anak-anak. Ini berkaitan dengan disiplin, rutinitas, keteraturan, yang kata para ahli dibutuhkan oleh anak-anak dalam hidupnya. Dengan rutinitas yang jelas dan terpola, akan mengurangi kebingungan anak akan perubahan cepat yang sulit dia ikuti. Sehingga, anak akan lebih tenang menjalani hari-hari karena dia tahu persis apa yang akan terjadi dalam harinya. Paling tidak untuk kegiatan pokoknya. Jadwal jadi semacam pijakan untuk menjalani hari.

Saya pun sudah merasakan betapa mereka jadi lebih mudah “ditangani” saat jadwal sudah berjalan baik dan konsisten. Tentunya disertai dengan pijakan-pijakan tambahan berupa penyebutan kegiatan setiap pagi sebelum memulai hari atau tiap malam untuk menyambut hari berikutnya.

Akhirnya, tadi kami kembali membuat jadwal dalamm bentuk sambil bercerita. Saya sebisa mungkin melibatkan mereka dalam proses penggambaran jadwal ini dengan bertanya kegiatan apa yang biasa atau baiknya kami lakukan mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur.

19-07-22-15-57-44-331_deco

Saya membagi hari menjadi tiga: pagi, siang, dan malam hari untuk mempermudah mereka mengingat jadwalnya.

Penggambaran jadwal berlangsung seru. Mereka senang melihat diri mereka berkegiatan dan antusias menunggu seluruh gambar diselesaikan, karena beberapa kali diinterupsi oleh tangisan adik bungsu yang mau menyusu.

Mudah-mudahan kami (terutama saya) bisa konsisten menjalani jadwalnya ya 😁

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Kesembilan

Kali ini Nara meminta cerita tentang “gelas yang pecah”. Jangan tanya kenapa, saya tugasnya cuma buat ceritanya 😅

Saya lalu mengambil cerita dari sebuah buku yang menceritakan tentang seorang anak yang memecahkan gelas, tapi dalam cerita saya, cerita terjadi dari sudut pandang si gelas.

Saya tidak tahu sejauh apa yang ditangkap Nara mengenai perbedaan sudut pandang ini. Tapi paling tidak ini bisa menambah pengetahuannya, bahwa cerita yang sama bisa dikisahkan secara berbeda.

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Kedelapan

Dongeng hari ini tentang Shio singa yang boros dan Rio rusa yang pandai mengelola uangnya.

Shio selalu menghabiskan setiap uang yang dia punya untuk membeli makanan enak. Sementara Rio menyisihkan uangnya untuk sedekah, tabungan, baru sisanya digunakan untuk kebutuhannya.

Shio meledek Rio karenanya, tapi kemudian, saat Shio sakit dan tidak punya uang untuk berobat, Rio yang membantunya.

Shio akhirnya menyadari dia tidak memerlukan makanan sebanyak itu, hanya membuatnya sakit. Lebih baik uangnya ditabung untuk keadaan mendesak atau membeli sesuatu yang dia perlukan, juga disedekahkan untuk membantu orang lain agar hartanya berkah.

Semoga Nara dan Kyna bisa belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, juga bersyukur dengan rezeki yang mereka terima dengan menggunakannya untuk kebaikan diri juga sekitar. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 10: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng – Hari Ketujuh

Tadinya Nara minta cerita tentang “roket kotor”. Namun saya menawar untuk bercerita tentang “piring kotor” saja. Lebih mudah membuat ceritanya dan lebih sesuai dengan tema “makan dengan tertib” yang saya buat.

Ceritanya dimulai dengan pernyataan bahwa Nara dan Kyna sudah pandai makan sendiri. Sayangnya, makanan mereka kadang tidak habis. Makanan yang tersisa pun terpaksa dibuang.

Saya dalam cerita itu kemudian mengajak bicara Nara dan Kyna. Saat dalam cerita diminta memberikan masukan, saya turut meminta Nara dan Kyna untuk benar-benar menjawab.

Hasilnya adalah kesepakatan bersama yang bertujuan mencapai piring yang bersih tanpa sisa makanan.

Nara terlihat antusias menerapkan kesepakatan bersamanya, membuat saya berniat membuatnya juga di kehidupan nyata.