Tag Archives: KonMari Method

[Shokyuu Intensive Class] Task 9: Berbenah Komono Part 2

Task 9 sebenarnya tentang berbenah dapur 😅

Masih termasuk kategori komono juga sih, tapi khusus sub-kategori dapur. Dipisahkan karena mungkin dapur cukup luas untuk digabung dengan sub-kategori lain ya.

Berbenah dapur sama dengan berbenah komono yang ada di dapur, yang terdiri dari tiga kategori:
1) peralatan makan
2) peralatan memasak
3) makanan

Saya sering membayangkan punya dapur sendiri, yang memiliki peralatan sesuai kebutuhan dan tentunya tertata rapi, sehingga semua orang dengan mudah dapat menemukan apa yang dibutuhkan. Dapur yang bersih tentu juga jadi impian saya.

Sampai saat ini, saya dan keluarga masih menumpang di rumah orangtua saya, sehingga bayangan ideal saya itu tampaknya harus tertunda 😆

Dapur ibu saya cukup tertata rapi. Ibu saya juga memiliki kebiasaan untuk meletakkan peralatan makan dan memasak dengan rapi di bak cuci piring, sehingga, kalaupun tidak sempat langsung dicuci, tidak terlihat terlalu berantakan sampai malas dicuci. Setiap anggota keluarga mencuci peralatan bekas makannya sendiri. Jika bisa disambil, saat memasak peralatan yang sudah selesau digunakan juga dicicil untuk dicuci. Jadi yang tersisa tidak pernah terlalu banyak.

Walau demikian, itu bukan dapur saya, sama halnya dengan kulkas. Karenanya, saya belum sampai pada tahap membenahinya. Mungkin suatu saat nanti, saya bisa mengajak ibu saya untuk mencoba membenahi dapurnya dengan metode KonMari ini. Tapi belum sekarang 😅

Karena ituu.. Pada tugas kali ini saya memilih untuk memasukkan hasil berbenah komono yang belum tuntas pada tugas sebelumnya.

Berikut daftar sub-kategori komono yang saya buat sebelumnya:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

Alhamdulillah, akhirnya seluruh sub-kategori di atas berhasil saya benahi 😆

Perlengkapan Mandi dan Elektronik
Perlengkapan Mandi dan Elektronik

Kalau pada post sebelumnya saya baru memasukkan foto perlengkapan mandi yang menjadi stok, kali ini saya melengkapinya dengan foto perlengkapan mandi yang biasa dipakai sehari-hari.

Aksesoris dan Obat-obatan.
Aksesoris dan Obat-obatan

Sebelumnya, laci-laci kecil ini isinya benar-benar semrawut 😂

Susah sekali mau nyari apapun. Sekarang, mau mengambil ataupun menaruh barang rasanya mudah saja 😍

Mainan Anak
Mainan Anak

Saya nggak sempat foto laci mainan ini sebelum dirapikan. Yang jelas, setiap anak-anak mau main pasti stres (mamanya), karena susah banget nyari mainan yang dimau, pas ketemu pun ada aja yang hilang atau nggak lengkap. Campur baur nggak karu-karuan deh. Udah malas liatnya, jadi mau naruh mainan juga asal aja 😥

Sekarang, tiap mainan ada “rumah”-nya. Jadi gampang ngambilnya kalau mau main sesuatu. Peraturannya juga ditegaskan lagi, kalau sudah selesai main yang satu dibereskan dulu, masukin lagi ke “rumah”-nya, baru ambil yang lain. Damai sentosa deh jadinya 😁

Spot Bebas Tumpukan
Spot Bebas Tumpukan

Foto di atas tambahan aja sih. Kalau lihat foto keadaan kacau di post sebelumnya, ini adalah foto setelah berbagai komono itu dikasih “rumah” yang layak. Tumpukan-tumpukan yang mengganggu mata dan pikiran pun hilang sudah ❤

Alhamdulillaah 💃💃💃

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 8: Berbenah Komono Part 1

Setelah membereskan kertas, tibalah kami pada kategori yang sedikit lebih rumit: Komono.

Saya sebut lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti membereskan lebih dari satu kategori sekaligus.

Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).

1. Buat list sub-kategori yang akan teman teman kerjakan pekan ini 📝🗂
Tugas pertama sebelum berbenah komono karenanya adalah membuat daftar sub-kategorinya. Berikut daftar yang saya buat:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah komono. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah komono ini? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Before: The mess in our room 😅
Before: The mess in our room 😅
Tumpukan komono sebelum dipilah
Tumpukan komono sebelum dipilah

Karena kami masih menumpang di rumah orangtua, maka komono yang saya benahi adalah milik saya dan keluarga kecil saya saja, yang hampir seluruhnya terletak, atau lebih tepatnya berserakan 😆, di kamar kami.

Kendala utama seperti biasa adalah waktu. Karena dalam komono ini juga terdapat benda-benda kecil, jadi lebih sulit untuk berbenah di dekat anak-anak, khawatir hilang, melukai atau bahkan tertelan oleh mereka. Minggu ini saya juga kurang disiplin menyisihkan waktu untuk berbenah. Jika sebelumnya saya mengambil waktu saat anak-anak tidur, kali ini saya ikut bablas tertidur 😢

Pada akhirnya, saya baru berhasil membenahi dua sub-kategori dari daftar yang saya buat, yaitu: Elektronik dan peralatan mandi.

After: Peralatan mandi dan elektronik
After: Perlengkapan mandi dan elektronik

Tersimpan dalam lemari ini persediaan perlengkapan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, dan sebagainya. Karena lemarinya cukup besar, peralatan elektronik juga saya simpan di tempat yang sama.

Ternyata banyak sekali perlengkapan yang sudah mendekati bahkan melewati masa kadaluarsanya 😅.

Tadinya saya malas kalau harus mencari persediaan yang diperlukan, suka lupa juga apa masih ada persediaan, hingga kadang membeli lagi sabun misalnya, padahal masih ada simpanan. Senang juga melihat lemari itu sekarang. Saya tau persis apa yang masih ada, mengambilnya juga mudah sekali, tidak perlu “menggali” dulu dari timbunan yang ada 😂

Lanjutan berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya.

[Shokyuu Intensive Class] Task 7: Berbenah Kertas

Setelah berbenah buku minggu lalu, minggu ini giliran kertas yang akan dibenahi.

Berbeda dengan dua kategori sebelumnya, di mana kita memilah dengan tujuan menyimpan benda yang spark joy, untuk kertas ini kita disodori petuah berikut: “the basic rule for papers: Discard everything” 😂😂😂

Karena emang sih, ya, kertas kan tipis, kita jadi cenderung simpan-simpan aja semuanya. Padahal nggak selalu berguna juga, malah seringkali bisa dibilang sampah 😆

Jadi, kecuali dokumen penting, buang semuanya!

Berdasarkan materi yang didapat di kelas Shokyuu, dokumen dibagi menjadi 3:

1) Pending Document
Dokumen yang butuh tindakan dan respon seperti surat yang perlu dijawab atau tagihan yang perlu dibayar.

>> buatkan ‘rumah’ menggunakan kotak atau clear holder (album transparan).

>> Tindaklanjuti dengan segera. Usahakan ‘rumah’ untuk selalu kosong. Bisa dengan membuat jadwal khusus misal hari tertentu untuk mengerjakan pending documents ini.

2) Important Document
Dokumen yang perlu kita simpan baik dalam waktu tertentu atau selamanya, walaupun tidak spark joy 😆. Contoh: Sertifikat rumah, kartu garansi, ijazah, kontrak.

>> Simpan menggunakan file box atau clear holder. Buat pengingat khusus untuk dokumen yang ada masa berlakunya. Bila sudah kadaluarsa dan sudah tidak berguna, maka segera membuangnya.

3) Other Documents
Dokumen selain 2 kategori di atas seperti materi seminar, resep masakan dan kliping.

>> Simpan menggunakan clear holder sehingga mudah untuk dilihat-lihat kembali bila perlu.

>> Manual elektronik bila tidak perlu sebaiknya dibuang.

>> Kartu nama, kwitansi, dsb bisa disalin/difoto informasinya sehingga kertasnya tidak perlu disimpan.

>> Kertas yang disimpan karena nilai kenangannya bisa dimasukkan dalam kategori sentimental items.

Berdasarkan materi di atas, berikut Task 7 beserta hasil berbenah saya:

1. Kirimkan foto before dan after saat berbenah kertas.

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah kertas ala Konmari? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Tumpukan kertas: Before
Tumpukan kertas: Before

Beruntung bagi saya, hampir seluruh kertas bekas di seluruh rumah sudah “dibersihkan” oleh adik-adik saya, jauh sebelum Tidying Festival ini dimulai. Sebagian ada yang diloak, ada pula yang dialihfungsikan menjadi media gambar dan sebagainya.

Saya pun sudah pernah membuang segunung bon yang tidak terpakai dan nyaris tidak pernah menyimpan kertas sejenis lagi. Beberapa yang masih ada biasanya yang tersimpan karena sisa kebiasaan dan belum sempat dibuang, tapi tidak terlalu banyak.

Sehingga, untuk kategori kertas ini, tugas saya rasanya tidak terlalu berat. Untuk membuang yang perlu dibuang pun mudah saja, malah rasanya senang sekali bisa menyingkirkan kertas-kertas yang tidak diperlukan lagi 😆

Karena tempat penyimpanannya terpisah-pisah, saya menyatukan semua kertas di dalam satu wadah, seperti bisa terlihat pada gambar. Baru kemudian, saya memilah mana yang hendak dibuang dan mana yang perlu disimpan.

Begini penampakan kumpulan kertas setelah dipilah:

Kumpulan kertas: After
Kumpulan kertas: After

Cukup rapi kan? 😁

Sebenarnya, belum seluruhnya terpilah sih. Karena, lagi-lagi, saya harus keluar rumah sampai deadline pengumpulan tugas terlewati. Tapi, di antara kertas yang belum terpilah itu, 97%-nya, menurut perkiraan saya memang adalah dokumen yang harus disimpan.

Nantinya, folder-folder tersebut akan saya simpan di dalam laci yang berdekatan, tidak terpencar-pencar seperti sebelumnya, agar mudah menemukan dokumen yang diperlukan.

Oh, iya, dalam proses berbenah ini saja, saya beberapa kali menemukan benda-benda yang tadinya saya tidak tahu ada di mana, bahkan tidak ingat kalau saya pernah punya. Benar-benar penemuan berharga deh! 😂

Selanjutnya, akan ketemu apalagi ya…

Kategori berikutnya: Komono

[Shokyuu Intensive Class] Task 6: Berbenah Buku

Kategori kedua yang akan dibereskan dalam Tidying Festival adalah BUKU.

Bagi saya ini lebih sulit dari pakaian, karena saya suka buku dan tidak mudah menyingkirkan buku yang, kalau dalam istilah Konmari: Tidak spark joy, termasuk buku-buku yang rencananya akan dibaca tapi pada kenyataannya tidak akan pernah dibaca 😆

Seperti saat berbenah pakaian, berbenah buku ini bisa dibilang bagai menemukan jati diri. Kita memilih hanya buku yang dirasa paling sesuai dengan kita, paling kita sukai dan membuat kita senang membaca juga menyimpannya.

Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya saya membongkar rak buku kami (saya dan adik-adik). Tentunya setelah difoto sebelumnya untuk tugas ini 😁

1. Kirimkan before dan after Konmari rak buku teman-teman.

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan : apa saja kesulitan yang teman-teman alami ketika berbenah buku ala Konmari?

Rak buku kami: Before
Rak buku kami: Before

Seperti bisa dilihat pada foto, rak buku kami sudah penuh sesak dengan buku. Buku berbaris depan belakang, sampai ditumpuk di bagian atas karena sudah tidak muat. Selain buku, di dalamnya juga ada beberapa benda lain seperti sticker dan booklet.

Tumpukan buku setelah dikeluarkan dari rak 😱
Tumpukan buku setelah dikeluarkan dari rak 😱

Walau tidak diminta dalam Task 6 ini, saya merasa perlu menyertakan foto di atas agar terlihat banyaknya buku yang dijejalkan dalam rak tersebut 😅

Mau mengibarkan bendera putih saja rasanya saat itu. Karena tumpukannya banyak sekali, penuh debu, begitupun rak bukunya dengan kertas koran yang sudah kotor dan menguning. Sementara saya alergi debu dan hampir setiap saat ditempel oleh dua orang balita 😂 Adik-adik sibuk dengan kegiatan masing-masing, hanya sempat membantu saya menyortir buku mereka (yang persentasenya lebih sedikit dari buku saya 😆).

Rak buku kami: After Konmari
Rak buku kami: After Konmari

Setelah bergelut dengan debu-debu, memilah dan memilih buku-buku yang masih memberi perasaan senang saat memegangnya, mengelompokkannya sesuai kategori yang dirasa sesuai, dan menyusunnya kembali dalam rak buku, tentunya sambil bolak-balik memenuhi kebutuhan anak di lantai bawah (rak bukunya di lantai dua), akhirnya selesailah acara berbenah kali ini.

Mungkin belum sepenuhnya ter-Konmari ya, karena dalam satu lantai masih terdiri dari 2-3 baris buku. Tapi sudah jauuuh lebih rapi, bersih, dan terpilah.

Jadi terlihat lebih jelas yaa, minat saya buku yang seperti apa, bidang dan genre apa saja. Saat memilah, ada buku-buku yang membuat saya sangat bersemangat karena saya suka sekali isinya, ada yang biasa saja, ada juga yang dengan tidak terlalu sulit saya singkirkan saja. Sempat juga ada buku yang ragu mau saya keluarkan dari koleksi. Ada yang baru dibaca sebagian ada juga yang masih dalam plastik alias belum pernah dibaca sama sekali. Tapi pada akhirnya berhasil saya letakkan di tumpukkan yang akan disingkirkan. Rasanya lega juga ya ternyata, haha.. *tepuk pundak sendiri

Terima kasih untuk semua buku yang pernah mengisi hari dan hati ini. Baik yang sudah selesai atau belum dibaca, yang disimpan atau disingkirkan.

Kategori selanjutnya: Kertas.

[Shokyuu Intensive Class] Task 4: Berbenah Pakaian Part 1

Akhirnya “Tidying Festival” dimulailah!

Setelah diawali dengan menetapkan dan memantapkan motivasi, mind set, juga visualisasi. Pemberian materi yang menarik, diskusi seru, yang diwarnai semangat seisi kelas yang senang belajar, berbagi, juga berkeinginan untuk merapikan tempat tinggal masing-masing, menambah hasrat untuk segera mulai berbenah.

Persiapan menyambut festival ini juga sangat membantu mengondisikan hati dan pikiran agar siap menjalankan festival hingga selesai. Ini memang baru awal, tapi semoga bisa tetap semangat hingga akhir.

Kirimkan 4 buah foto berupa:
1. Foto lemari pakaian saat ini (before)
2. Foto smua pakaian yang sudah terkumpul (step 1)
3. Foto pakaian yang sudah lulus uji spark joy sebelum dilipat (step 2)
4. Foto pakaian yang sudah dilipat ala Konmari.

Foto-fotonya bisa berupa 1 kolase foto atau 4 buah foto individual.

Pakaian anak-anak sudah dimulai lebih awal. Sayangnya, ini mengakibatkan ada proses yang luput difoto, sehingga tidak semua foto yang diminta bisa dilampirkan dalam post ini.

18-03-10-23-30-23-759_deco
Baju Anak-anak
Baju saya dan suami
Baju saya dan suami

Baju gantung, karena langsung masuk ke dalam lemari, rencananya saya post fotonya bersama pakaian lipat yang juga sudah masuk lemari, setelah materi storage yang diberikan minggu ini.

Sampai saat ini semua pakaian sudah masuk ke dalam lemari, hanya belum “diupadtestorage-nya.

Handuk, seprai, pakaian dalam, aksesoris, tas, dan sepatu juga belum selesai saya rapikan, karena sementara ini sedang tidak di rumah. Insya Allah menyusul pada post selanjutnya ya.

Baru membenahi sebagian pakaian ini saja sudah mulai terasa kegembiraan yang ditimbulkannya yaa.. Rasanya nggak sabar mau lanjut membereskan sisanya 😆

[Shokyuu Intensive Class] Task 1: Motivasi Berbenah, Visualisasi Gaya Hidup, dan Jadwal Berbenah

Ada yang pernah dengar tentang Metode KonMari?

Saya pertama kali dengar soal metode ini saat membaca buku “The Life-Changing Magic of Tidying Up” yang ditulis oleh Marie Kondo, pencipta metode tersebut. Iya, bukunya memang tentang cara beres-beres yang efektif dan bagaimana itu bisa mengubah kehidupan kita.

Isinya benar-benar menarik. Sayangnya, saya belum berhasil menerapkannya. Karenanya, saat mendengar bahwa telah dibuka kelas online tentang metode ini, saya langsung mendaftar, dengan harapan bisa membantu saya memahami lebih jauh mengenai metode ini juga lebih semangat menerapkannya.

Maka, dimulailah perjalanan saya sebagai peserta Shokyuu Intensive Class, yang merupakan level pertama dari tiga level kelas intensif KonMari tersebut.

Setelah mendapatkan dan mendiskusikan materi pertama dan kedua, tugas pertama pun tibalah. Berikut tugas dan jawaban saya.

1. Gali Motivasi Anda
Tuliskan motivasi Anda dalam berbenah. Uraikan secara detail dan rinci alasan-alasan motivasi dari dalam diri Anda. Kenapa Anda menginginkan perubahan.
====
Saya merasa hidup saya saat ini sungguh “berantakan” 😅

Segala sesuatu di dalamnya cenderung tidak teratur. Baik dalam hal peletakan barang-barang yang berantakan, berserakan dan seringkali sulit ditemukan keberadaannya, hingga jadwal kehidupan sehari-hari yang terasa kacau.

Banyak waktu dan energi yang terbuang untuk hidup dalam “kekacauan” ini. Rasanya pekerjaan selalu menumpuk, tapi tidak pernah terselesaikan. Begitu banyak yang perlu dirapikan dan dibenahi. Begitu banyak kegiatan yang ingin dilakukan setiap hari. Tapi pada akhirnya hari-hari berlalu dengan rutinitas yang itu-itu saja. Kelelahan yang saya rasakan tidak sebanding dengan banyaknya hal yang saya selesaikan.

Saya merasa semuanya berkaitan. Kelelahan saya, dengan keadaan rumah yang berantakan. Barang yang berserakan, dengan pikiran yang kacau dan keseharian yang tidak teratur.

Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.

2. Visualisasikan Gaya Hidup Ideal Anda
Setelah menemukan motivasi dari dalam diri, saatnya Anda tarik secarik kertas untuk menggambarkan impian suasana hunian Anda.

Pikirkan rumah seperti apa yang ingin anda dan keluarga anda tinggali dan bagaimana anda akan tinggal di dalamnya. Lalu visualisasikan dalam bentuk sketsa atau tulisan. Bisa juga dengan gambar-gambar yang anda cari dari majalah ataupun internet. Pastikan semua yang anda harapkan dari impian anda adalah sesuatu yang doable dan achievable setidaknya dalam waktu 6 bulan ke depan. Manfaatkan semua benda dan bagian rumah yang ada saat ini. Jadi bukan berisi angan-angan yang muluk dan akan sulit dicapai.
===
1. Saya ingin menyiapkan makanan yang sehat untuk suami dan anak-anak saya setiap hari, termasuk bekal makan siang untuk suami.
2. Saya ingin kamar tidur kami menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Barang-barang tersusun rapi di tempatnya. Mudah ditemukan dan disimpan kembali. Semua dalam keadaan bersih dan wangi.
3. Saya ingin mainan anak-anak tersimpan berdasarkan kategori, mudah ditemukan dan disimpan kembali oleh mereka. Laci mainan berisi mainan yang terawat dan bermanfaat untuk menstimulasi sesuai tahap perkembangan mereka, juga membuat mereka senang saat memainkannya.
4. Saya ingin semua barang-barang kami adalah barang yang kami sukai dan masih bermanfaat. Kami tahu persis di mana tempat masing-masing barang dan apa saja barang kami. Tidak ada barang yang menumpuk, terbengkalai, atau tidak disadari keberadaannya. Semua barang dihargai, disyukuri, digunakan dengan baik, dan memberi kebahagiaan bagi pemiliknya.
5. Saya ingin kehidupan sehari-hari kami teratur, dari waktu tidur (dan bangun tidur), makan, mandi, olahraga, belajar, hingga bermain. Sehingga lebih mudah untuk menambah kegiatan yang ingin dilakukan dan tidak ada yang tertinggal, terlambat atau dikerjakan dengan terburu-buru.
6. Saya ingin anak-anak bisa makan di meja makan pada waktu makan. Mereka juga belajar makan sendiri, bersama seuruh keluarga.
7. Saya ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar mengenai pengasuhan dan pendidikan anak, mempraktekkannya bersama suami dan anak, mengisi serta mengelola blog dan social media saya dengan lebih efektif, menarik, dan bermanfaat.
8. Saya ingin menambahkan kegiatan yang menstimulasi anak-anak saya sesuai dengan tahap perkembangannya dalam jadwal harian mereka.
9. Saya ingin melakukan semua itu di ruangan yang rapi, bersih, dengan fasilitas pendukung yang lengkap dan tersusun sesuai tempat yang telah ditentukan.

3. Pasang Jadwal
Pasang deadline atau timeline Anda kapan target menyelesaikan berbenah. Boleh menyesuaikan dengan timeline kelas shokyuu kita.
===
Saya akan menyesuaikan timeline dengan kelas Shokyuu ini, yang kalau tidak salah adalah selama 12 minggu. Sekarang sudah memasuki minggu ketiga, berarti ada 10 minggu lagi dengan minggu ini. Semoga saya bisa menyelesaikan kegiatan berbenah ini dalam waktu tersebut. Perkembangannya insya Allah akan saya update di blog ini ya 😁