Tag Archives: KonMari Indonesia

[Shokyuu Intensive Class] Task 6: Berbenah Buku

Kategori kedua yang akan dibereskan dalam Tidying Festival adalah BUKU.

Bagi saya ini lebih sulit dari pakaian, karena saya suka buku dan tidak mudah menyingkirkan buku yang, kalau dalam istilah Konmari: Tidak spark joy, termasuk buku-buku yang rencananya akan dibaca tapi pada kenyataannya tidak akan pernah dibaca πŸ˜†

Seperti saat berbenah pakaian, berbenah buku ini bisa dibilang bagai menemukan jati diri. Kita memilih hanya buku yang dirasa paling sesuai dengan kita, paling kita sukai dan membuat kita senang membaca juga menyimpannya.

Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya saya membongkar rak buku kami (saya dan adik-adik). Tentunya setelah difoto sebelumnya untuk tugas ini 😁

1. Kirimkan before dan after Konmari rak buku teman-teman.

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan : apa saja kesulitan yang teman-teman alami ketika berbenah buku ala Konmari?

Rak buku kami: Before
Rak buku kami: Before

Seperti bisa dilihat pada foto, rak buku kami sudah penuh sesak dengan buku. Buku berbaris depan belakang, sampai ditumpuk di bagian atas karena sudah tidak muat. Selain buku, di dalamnya juga ada beberapa benda lain seperti sticker dan booklet.

Tumpukan buku setelah dikeluarkan dari rak 😱
Tumpukan buku setelah dikeluarkan dari rak 😱

Walau tidak diminta dalam Task 6 ini, saya merasa perlu menyertakan foto di atas agar terlihat banyaknya buku yang dijejalkan dalam rak tersebut πŸ˜…

Mau mengibarkan bendera putih saja rasanya saat itu. Karena tumpukannya banyak sekali, penuh debu, begitupun rak bukunya dengan kertas koran yang sudah kotor dan menguning. Sementara saya alergi debu dan hampir setiap saat ditempel oleh dua orang balita πŸ˜‚ Adik-adik sibuk dengan kegiatan masing-masing, hanya sempat membantu saya menyortir buku mereka (yang persentasenya lebih sedikit dari buku saya πŸ˜†).

Rak buku kami: After Konmari
Rak buku kami: After Konmari

Setelah bergelut dengan debu-debu, memilah dan memilih buku-buku yang masih memberi perasaan senang saat memegangnya, mengelompokkannya sesuai kategori yang dirasa sesuai, dan menyusunnya kembali dalam rak buku, tentunya sambil bolak-balik memenuhi kebutuhan anak di lantai bawah (rak bukunya di lantai dua), akhirnya selesailah acara berbenah kali ini.

Mungkin belum sepenuhnya ter-Konmari ya, karena dalam satu lantai masih terdiri dari 2-3 baris buku. Tapi sudah jauuuh lebih rapi, bersih, dan terpilah.

Jadi terlihat lebih jelas yaa, minat saya buku yang seperti apa, bidang dan genre apa saja. Saat memilah, ada buku-buku yang membuat saya sangat bersemangat karena saya suka sekali isinya, ada yang biasa saja, ada juga yang dengan tidak terlalu sulit saya singkirkan saja. Sempat juga ada buku yang ragu mau saya keluarkan dari koleksi. Ada yang baru dibaca sebagian ada juga yang masih dalam plastik alias belum pernah dibaca sama sekali. Tapi pada akhirnya berhasil saya letakkan di tumpukkan yang akan disingkirkan. Rasanya lega juga ya ternyata, haha.. *tepuk pundak sendiri

Terima kasih untuk semua buku yang pernah mengisi hari dan hati ini. Baik yang sudah selesai atau belum dibaca, yang disimpan atau disingkirkan.

Kategori selanjutnya: Kertas.

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 4: Berbenah Pakaian Part 1

Akhirnya “Tidying Festival” dimulailah!

Setelah diawali dengan menetapkan dan memantapkan motivasi, mind set, juga visualisasi. Pemberian materi yang menarik, diskusi seru, yang diwarnai semangat seisi kelas yang senang belajar, berbagi, juga berkeinginan untuk merapikan tempat tinggal masing-masing, menambah hasrat untuk segera mulai berbenah.

Persiapan menyambut festival ini juga sangat membantu mengondisikan hati dan pikiran agar siap menjalankan festival hingga selesai. Ini memang baru awal, tapi semoga bisa tetap semangat hingga akhir.

Kirimkan 4 buah foto berupa:
1. Foto lemari pakaian saat ini (before)
2. Foto smua pakaian yang sudah terkumpul (step 1)
3. Foto pakaian yang sudah lulus uji spark joy sebelum dilipat (step 2)
4. Foto pakaian yang sudah dilipat ala Konmari.

Foto-fotonya bisa berupa 1 kolase foto atau 4 buah foto individual.

Pakaian anak-anak sudah dimulai lebih awal. Sayangnya, ini mengakibatkan ada proses yang luput difoto, sehingga tidak semua foto yang diminta bisa dilampirkan dalam post ini.

18-03-10-23-30-23-759_deco
Baju Anak-anak
Baju saya dan suami
Baju saya dan suami

Baju gantung, karena langsung masuk ke dalam lemari, rencananya saya post fotonya bersama pakaian lipat yang juga sudah masuk lemari, setelah materi storage yang diberikan minggu ini.

Sampai saat ini semua pakaian sudah masuk ke dalam lemari, hanya belum “diupadtestorage-nya.

Handuk, seprai, pakaian dalam, aksesoris, tas, dan sepatu juga belum selesai saya rapikan, karena sementara ini sedang tidak di rumah. Insya Allah menyusul pada post selanjutnya ya.

Baru membenahi sebagian pakaian ini saja sudah mulai terasa kegembiraan yang ditimbulkannya yaa.. Rasanya nggak sabar mau lanjut membereskan sisanya πŸ˜†

[Shokyuu Intensive Class] Task 3: Persiapan Menyambut “Tidying Festival”

Setelah 4 materi dan 2 Task yang sudah didapat selama 4 minggu kelas Shokyuu ini berjalan, minggu ini Task 3, yang merupakan tugas terakhir dari materi basic Metode Konmari, tiba.

Task ini juga adalah task terakhir sebelum dimulainya “Tidying Festival” dalam rumah para peserta kelas. “Tidying Festival” atau
“Festival Berbenah” adalah istilah yang digunakan dalam Metode Konmari untuk menggambarkan proses berbenah sebagai sesuatu yang dilakukan layaknya sebuah festival: besar-besaran, berkelanjutan, dan sampai tuntas dalam satu periode waktu. Patokan waktu maksimal dalam metode ini adalah 6 bulan. Karena saya berencana mengikuti timeline kelas Shokyuu ini, maka diharapkan, saat kelas ini berakhir, selesai pulalah festival berbenah yang saya lakukan.

Task 3 ini berkaitan dengan penyambutan “Tidying Festival“. Berikut jawaban saya ya.

Ceritakan hal-hal persiapan apa yang Anda lakukan (atau bersama keluarga Anda) untuk menyambut β€œTidying Festival” nanti. Persiapan H-1 pekan ini. Selamat mengerjakan.

Saya tidak sabar sekaligus deg-degan menyambut “Tidying Festival” ini. Tidak sabar karena ingin segera mewujudkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih rapi dan teratur sesuai visualisasi yang telah saya buat pada Task 1. Deg-degan karena penasaran, akankah berbenah ini bisa berhasil sesuai harapan dan menuntaskan semua masalah beres-beres saya selamanya πŸ˜€

IMG-20180216-WA0011

Saya cukup optimis sih. Tapi saya siap terus belajar dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki jika ternyata ada yang tidak sesuai harapan.

Nah, beberapa hal yang saya lakukan menjelang “Tidying Festival” dengan harapan bisa menambah semangat serta peluang keberhasilannya, antara lain adalah:
– Memberitahu keluarga, terutama suami, mengenai festival ini, dan meminta kerjasama dan partisipasinya dalam festival.

– Karena saya akan meninggalkan rumah selama beberapa hari dalam waktu pelaksanaan festival, saya mencicil memilah dan membereskan baju anak-anak. Tempatnya terpisah dari pakaian saya dan suami, jadi saya pikir tidak masalah. Kalau pun nantinya ada yang salah, saya pikir perbaikannya tidak akan memakan terlalu banyak waktu.

– Mulai mengumpulkan pakaian dalam satu tempat, sehingga saat tiba waktu memilah, tidak sibuk mencari-cari lagi di seluruh penjuru rumah πŸ˜….

– Memasukkan agenda berbenah dalam jaswal harian. Belajar dari saat saya memilah pakaian anak-anak, rasanya waktu yang paling efektif adalah malam hari, saat anak-anak sudah tidur. Pada malam hari suami saya juga ada di rumah, sehingga bisa membantu, seperti yang telah dilakukannya saat memilah pakaian anak-anak 😍. Pada jadwal harian yang telah saya buat, kegiatan berbenah ini mungkin sementara akan mengambil waktu menulis blog di malam hari dan sebagian waktu tidur saya.

– Mengingat motivasi, menanamkan mindset, mengulang-ngulang visualisasi, sambil meyakinkan diri bahwa saya mampu dan perlu melakukan ini.

– Berdoa. Setelah semua usaha di atas, saatnya meminta kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Semoga Dia memberi kesehatan untuk saya dan keluarga sehingga bisa menjalani festival ini dengan baik dan senang, memberi kepekaan hati untuk merasakan benda yang “spark joy” dan berterima kasih pada setiap benda yang ada, memberi kelancaran dalam setiap prosesnya serta hasil yang langgeng dan baik untuk kehidupan saya ke depannya. Aamiin YRA.

[Shokyuu Intensive Class] Task 2: Hambatan dan Solusi

Minggu ini, peserta kelas Shokyuu mendapat materi ketiga mengenai “Tidy by Category & Expressing Gratitude“. Kami juga mendapat Task 2 yang merupakan penjabaran lanjutan dari Task 1.

Jika diamati, Task 1 dan 2 ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Saya pikir, ini karena mindset adalah hal terpenting saat ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus meprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Berikut Task 2 beserta jawaban saya.

Dalam poin 1 pekan lalu, latar belakang dan mindset telah Anda jelaskan. Maka selanjutnya adalah paparkan upaya apa saja yang Anda usahakan untuk konsisten dalam β€œmenjaga mindset” tersebut.

Mindset saya dalam berbenah, seperti yang telah saya tuliskan pada Task 1, mungkin paling tergambar dalam kalimat berikut:

“Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.”

Salah satu usaha yang saya lakukan untuk menjaganya adalah dengan secara sungguh-sungguh mengikuti setiap materi dan diskusi, juga mengerjakan tugas dalam Shokyuu Class ini, dengan harapan, ilmu, teman berbagi, serta semangat positif untuk berbenah yang didapatkan dari kelas turut memelihara tekad saya untuk membenahi tempat tinggal sekaligus kehidupan saya.

Pada poin 2 tentang visualisasi β€œideal lifestyle” apakah sudah detail sesuai keinginan dan harapan Anda? jika belum, bisa Anda tambahkan. Jika sudah maka buatlah poin hambatan dalam merealisasikannya sekaligus solusi menurut Anda.

Sejauh ini rasanya poin visualisasi yang telah saya buat sudah cukup mewakili keinginan dan harapan saya. Foto-foto berikut kurang lebih menggambarkan visualisasi saya akan gaya hidup yang ideal seperti yang saya tuliskan pada Task 1.

18-02-26-17-38-14-799_deco

18-02-26-17-38-54-938_deco

18-02-26-17-39-33-106_deco

Sedangkan hambatan dalam merealisasikannya antara lain sebagai berikut:
a. Waktu
❀ Membagi waktu sebagai istri, ibu dua anak batita, juga pekerja tidak selalu mudah. Bahkan saya seringkali keteteran. Jangankan berbenah, baju dicuci dan dijemur dalam hari yang sama saja sudah merupakan prestasi πŸ˜‚

Mau melipat pakaian dengan dua anak berkeliaran? Pasti mereka serta-merta turut “membantu” hingga pakaian yang sudah terlipat kembali berantakan dan malah berhambur ke mana-mana πŸ˜…

❀ Solusi:
Pengelolaan waktu yang lebih baik. Waktu berbenah bisa dijadwalkan saat anak-anak tidur atau sengaja diajak main oleh ayahnya selama beberapa waktu sehingga mamanya bisa beres-beres. Kalau memang tidak bisa sekaligus dalam satu hari, kegiatan berbenah bisa dicicil setiap hari, sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Tentunya dengan metode Konmari, yaitu berbenah per kategori, memilah yang ingin disimpan, dan disusun dengan baik, sehingga hasilnya lebih efektif.

Pengelolaan waktu yang lebih baik ini, antara lain dengan membuat jadwal harian dan mengikutinya, juga bisa menjadi solusi untuk hidup yang lebih teratur dan meliputi kegiatan-kegiatan yang saya inginkan seperti yang telah saya sebutkan pada Task 1.

b. Ilmu dan Pemahaman
❀ Kurangnya ilmu mengenai berbenah membuat berbenah yang selama ini saya lakukan tidak tuntas. Kalaupun berhasil membereskan sebagian tempat, tidak lama semua kembali berantakan. Hingga saya malas membereskan kembali, karena rasanya percuma, nantinya akan berantakan lagi (pembenaran atas kemalasan).

❀ Solusi:
Belajar bagaimana berbenah yang lebih efektif. Membaca buku tentang metode Konmari dan sekarang mengikuti kelas Shokyuu ini merupakan upaya saya untuk menambah pemahaman akan metode yang lebih tepat untuk berbenah. Diawali dari menemukan motivasi dan mindset
berbenah serta membuat visualisasi tentang gaya hidup ideal yang diinginkan, saya percaya kali ini saya akan bisa berbenah dengan lebih efektif. Selama saya menjaga tekad dan komitmen untuk itu tentu saja.

Dalam menyusun timeline apakah Anda sudah mengerjakan sebelumnya ataukah mulai dari nol? ceritakan pengalaman Anda.

Saya sudah pernah mencoba cara melipat dan menyimpan ala Konmari untuk baju anak-anak, namun hanya sebatas itu saja. Belum pernah saya melakukan metode Konmari sepenuhnya, dari mulai menyortir dan seterusnya. Jadi, bisa dikatakan saya mulai dari nol. Timeline yang saya susun benar-benar mengikuti jadwal kelas Shokyuu ini. Maka saat ada tugas untuk mulai berbenah, saat itu pulalah saya, insya Allah akan mulai berbenah.

[Shokyuu Intensive Class] Task 1: Motivasi Berbenah, Visualisasi Gaya Hidup, dan Jadwal Berbenah

Ada yang pernah dengar tentang Metode KonMari?

Saya pertama kali dengar soal metode ini saat membaca buku “The Life-Changing Magic of Tidying Up” yang ditulis oleh Marie Kondo, pencipta metode tersebut. Iya, bukunya memang tentang cara beres-beres yang efektif dan bagaimana itu bisa mengubah kehidupan kita.

Isinya benar-benar menarik. Sayangnya, saya belum berhasil menerapkannya. Karenanya, saat mendengar bahwa telah dibuka kelas online tentang metode ini, saya langsung mendaftar, dengan harapan bisa membantu saya memahami lebih jauh mengenai metode ini juga lebih semangat menerapkannya.

Maka, dimulailah perjalanan saya sebagai peserta Shokyuu Intensive Class, yang merupakan level pertama dari tiga level kelas intensif KonMari tersebut.

Setelah mendapatkan dan mendiskusikan materi pertama dan kedua, tugas pertama pun tibalah. Berikut tugas dan jawaban saya.

1. Gali Motivasi Anda
Tuliskan motivasi Anda dalam berbenah. Uraikan secara detail dan rinci alasan-alasan motivasi dari dalam diri Anda. Kenapa Anda menginginkan perubahan.
====
Saya merasa hidup saya saat ini sungguh “berantakan” πŸ˜…

Segala sesuatu di dalamnya cenderung tidak teratur. Baik dalam hal peletakan barang-barang yang berantakan, berserakan dan seringkali sulit ditemukan keberadaannya, hingga jadwal kehidupan sehari-hari yang terasa kacau.

Banyak waktu dan energi yang terbuang untuk hidup dalam “kekacauan” ini. Rasanya pekerjaan selalu menumpuk, tapi tidak pernah terselesaikan. Begitu banyak yang perlu dirapikan dan dibenahi. Begitu banyak kegiatan yang ingin dilakukan setiap hari. Tapi pada akhirnya hari-hari berlalu dengan rutinitas yang itu-itu saja. Kelelahan yang saya rasakan tidak sebanding dengan banyaknya hal yang saya selesaikan.

Saya merasa semuanya berkaitan. Kelelahan saya, dengan keadaan rumah yang berantakan. Barang yang berserakan, dengan pikiran yang kacau dan keseharian yang tidak teratur.

Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.

2. Visualisasikan Gaya Hidup Ideal Anda
Setelah menemukan motivasi dari dalam diri, saatnya Anda tarik secarik kertas untuk menggambarkan impian suasana hunian Anda.

Pikirkan rumah seperti apa yang ingin anda dan keluarga anda tinggali dan bagaimana anda akan tinggal di dalamnya. Lalu visualisasikan dalam bentuk sketsa atau tulisan. Bisa juga dengan gambar-gambar yang anda cari dari majalah ataupun internet. Pastikan semua yang anda harapkan dari impian anda adalah sesuatu yang doable dan achievable setidaknya dalam waktu 6 bulan ke depan. Manfaatkan semua benda dan bagian rumah yang ada saat ini. Jadi bukan berisi angan-angan yang muluk dan akan sulit dicapai.
===
1. Saya ingin menyiapkan makanan yang sehat untuk suami dan anak-anak saya setiap hari, termasuk bekal makan siang untuk suami.
2. Saya ingin kamar tidur kami menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Barang-barang tersusun rapi di tempatnya. Mudah ditemukan dan disimpan kembali. Semua dalam keadaan bersih dan wangi.
3. Saya ingin mainan anak-anak tersimpan berdasarkan kategori, mudah ditemukan dan disimpan kembali oleh mereka. Laci mainan berisi mainan yang terawat dan bermanfaat untuk menstimulasi sesuai tahap perkembangan mereka, juga membuat mereka senang saat memainkannya.
4. Saya ingin semua barang-barang kami adalah barang yang kami sukai dan masih bermanfaat. Kami tahu persis di mana tempat masing-masing barang dan apa saja barang kami. Tidak ada barang yang menumpuk, terbengkalai, atau tidak disadari keberadaannya. Semua barang dihargai, disyukuri, digunakan dengan baik, dan memberi kebahagiaan bagi pemiliknya.
5. Saya ingin kehidupan sehari-hari kami teratur, dari waktu tidur (dan bangun tidur), makan, mandi, olahraga, belajar, hingga bermain. Sehingga lebih mudah untuk menambah kegiatan yang ingin dilakukan dan tidak ada yang tertinggal, terlambat atau dikerjakan dengan terburu-buru.
6. Saya ingin anak-anak bisa makan di meja makan pada waktu makan. Mereka juga belajar makan sendiri, bersama seuruh keluarga.
7. Saya ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar mengenai pengasuhan dan pendidikan anak, mempraktekkannya bersama suami dan anak, mengisi serta mengelola blog dan social media saya dengan lebih efektif, menarik, dan bermanfaat.
8. Saya ingin menambahkan kegiatan yang menstimulasi anak-anak saya sesuai dengan tahap perkembangannya dalam jadwal harian mereka.
9. Saya ingin melakukan semua itu di ruangan yang rapi, bersih, dengan fasilitas pendukung yang lengkap dan tersusun sesuai tempat yang telah ditentukan.

3. Pasang Jadwal
Pasang deadline atau timeline Anda kapan target menyelesaikan berbenah. Boleh menyesuaikan dengan timeline kelas shokyuu kita.
===
Saya akan menyesuaikan timeline dengan kelas Shokyuu ini, yang kalau tidak salah adalah selama 12 minggu. Sekarang sudah memasuki minggu ketiga, berarti ada 10 minggu lagi dengan minggu ini. Semoga saya bisa menyelesaikan kegiatan berbenah ini dalam waktu tersebut. Perkembangannya insya Allah akan saya update di blog ini ya 😁