Tag Archives: kemandirian

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kelima

Kembali lagi ke menggunting 😁

Saya belum menemukan ide proyek yang seru untuk Nara. Sementara hanya membuat pola-pola sederhana untuk dia gunting sebagai variasi dari kegiatan menggunting bebasnya. Itu juga berdasarkan permintaan Nara.

Kyna sudah cukup lama ingin ikut menggunting seperti kakaknya, tetapi saya belum mengizinkannya karena merasa motorik halus dan koordinasinya belum siap untuk menggunakan gunting. Tapi akhirnya, setelah beberapa kali berlatih menggunakan penjepit baju dan tampaknya Kyna sudah mulai lancar, saya memutuskan untuk memberi Kyna kesempatan mencoba.

19-04-03-19-09-41-371_deco

Seperti biasa, Nara menggunting dengan tekun kemudian melanjutkannya dengan menempel hasil guntingannya. Pada bagian ini, Nara tidak selalu menyelesaikannya. Waktu saya tanya, katanya dia memang lebih suka menggunting daripada menempel.

Kyna senang karena diperbolehkan menggunting. Dia sudah bisa membuka dan menutup guntingnya, namun belum mahir mengarahkannya. Pengawasan penuh masih saya lakukan karena khawatir akan mengenai tangannya. Namun Kyna kelihatannya menikmati kegiatan ini. Dia terus mencoba walau kesulitan. Insya Allah lama kelamaan akan lebih lancar ya, Ky 😘

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Keempat

Nara dan Kyna termasuk anak yang aktif bergerak. Sejak mereka bisa berguling, saya sudah tidak bisa meninggalkan mereka di atas tempat tidur tanpa penjagaan. Begitu bisa berjalan, mereka hampir selalu berlari. Kata perlahan-lahan sepertinya tidak ada dalam kamus mereka. Naik turun tangga, memanjat meja, kursi, jendela atau apa saja menjadi pemandangan yang biasa.

Saya tentu tetap berusaha mengawasi dan menjaga mereka tetap aman. Sebisa mungkin tidak banyak melarang namun tetap memberikan batasan dan bimbingan mana yang baik atau tidak baik untuk dilakukan.

Saya mengerti mereka juga membutuhkan ruang untuk eksplorasi serta kegiatan untuk mengasah motorik kasar mereka.

Permainan engklek ini salah satu contohnya.

19-04-02-22-15-57-572_deco

Kami kebetulan menemukannya saat berkunjung ke Posyandu, di sebuah Taman Kanak-kanak di seberang Posyandu tersebut.

Saya hanya memberitahu Nara dan Kyna kalau mereka bisa melompat-lompat dari kotak ke kotak. Dengan gembira mereka pun berulang-ulang melakukannya.

Selain karena suka bergerak, sepertinya mereka senang karena itu sesuatu yang baru untuk mereka.

Saya senang melihat mata Nara dan Kyna yang bersemangat melihat hal baru. Membuat saya ingin membawa mereka ke lebih banyak tempat dan mencoba lebih banyak hal. Insya Allah ya, anak-anak.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Ketiga

Saya mengajak Nara dan Kyna mengupas kulit telur rebus

Ternyata mereka senang sekali! xD

19-04-01-21-37-39-557_deco

Dengan tekun dikupasnya kulit telur tersebut. Setelah selesai, telurnya dimakan sebagai lauk sarapan.

Nara dan Kyna menyukai kegiatan ini, sampai-sampai mereka meminta telur rebus lagi untuk makan siang 😆

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kedua

Hal yang juga sedang menarik perhatian Nara (dan Kyna) adalah practical life skill , yang utamanya mencakup kegiatan memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Mereka sedang ingin melakukan semuanya sendiri, mulai dari mandi, berpakaian, sikat gigi, pakai sepatu, hingga mengikuti saya dan ayahnya melakukan pekerjaan rumah tangga.

Seperti hari itu, ketika Nara, setelah cukup lama tidak melakukannya, kembali bersemangat mencuci perlengkapan makannya sendiri. Sebelumnya dia hanya meletakkannya di bak cuci piring. Kyna belum tertarik lagi mencuci piring, tapi dia rajin menaruh semuanya di bak cuci piring, termasuk punya anggota keluarga lain 😅

19-03-31-00-25-48-951_deco

Nara yang dengan semangat meminta untuk mencuci piringnya sendiri, melakukannya dengan senang hati dan diakhiri dengan mengingatkan saya, “Nanti Kakak cuci piring sendiri lagi ya, Ma.”

Kalau di bak cuci piring ada piring lain yang bukan miliknya, Nara juga akan meminta untuk mencucinya.

Apakah pekerjaannya “sempurna”? Belum.
Apakah bajunya bebas basah? Tentu tidak.

Di sinilah letak ujian untuk para orang tua 😆

Pilihannya antara ‘banyak menyalahkan dan membuat anak malah jadi malas melanjutkan’ atau ‘menahan diri dan memberi kesempatan anak berkembang’.

Antara ‘menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tanpa diganggu anak namun anak jadi tergantung sepenuhnya hingga usia tak lagi anak-anak’ atau ‘menghasilkan anak yang mampu mengurus dirinya sendiri walau prosesnya agak merepotkan sekarang’.

Saya pernah menulis di level sebelumnya bahwa kemandirian merupakan isu pribadi bagi saya. Jadi teramat penting bagi saya bahwa anak-anak saya bisa mandiri.

Karenanya saya akan berusaha memanfaatkan periode ketertarikan anak-anak ini, saat ketika mereka sedang memiliki inisiatif tinggi untuk belajar mandiri, bahkan membantu sekitarnya, sebaik mungkin.

Salah satunya dengan membiarkan Nara dan Kyna untuk mencuci piring kapan saja mereka menginginkannya, walau memakan waktu lebih lama dan lebih becek karenanya 😅