Tag Archives: kebahagiaan

[Bunda Sayang] Materi 4: Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan perbedaan hasil yang diterima ketika dua orang dengan gaya belajar berlainan diajarkan dengan gaya pengajaran yang sama, yang mungkin lebih sesuai untuk salah satu orang saja.

Kita tentu ingin anak-anak kita bisa menangkap dengan maksimal apa yang mereka pelajari. Karenanya, daripada memaksakan gaya belajar tertentu, yang sesuai dengan kita misalnya, kita lebih baik berusaha mengenali dan memahami gaya belajar anak, sehingga bisa menyesuaikan pemberian materi dengan cara yang paling sesuai untuknya.

Dalam materi Bunda Sayang yag keempat ini, disebutkan 3 gaya belajar yang mungkin dimiliki anak (dan kita semua), yaitu:
1. Gaya Belajar Visual – Lebih mudah menangkap sesuatu yang terlihat
2. Gaya Belajar Auditori – Lebih mudah menangkap sesuatu yang didengar
3. Gaya Belajar Kinestetik – Lebih mudah menangkap sesuatu sambil melakukan gerakan atau simulasi.

Ada beberapa ciri juga strategi yang disebutkan dalam materi untuk membantu dalam mengamati ke mana kecenderungan belajar anak kita dan bagaimana kita dapat memfasilitasinya.

Semoga saya bisa melaksanakan tantangannya dengan lancar dan jadi lebih memahami gaya belajar anak-anak ya 😀

Click to Share

[Bunda Sayang] Materi 3: Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup

Sesuai dengan judulnya, materi level 3 ini dibuka dengan penjelasan tentang makna sukses dan bahagia. Mengambil tulisan Prof. Martin Selligman dalam bukunya Authentic Happiness, definisi kebahagiaan hidup dibagi dalam tiga kategori: Hidup yang penuh kesenangan (pleasant life); Hidup nyaman (good life); Hidup bermakna (meaningful life).

Jika pleasant life berupa kebahagian yang bersifat material di mana kesenangan materi terpenuhi, good life lebih bersifat mental di mana segala kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi, maka meaningful life adalah hidup yang penuh pemahaman dan pemenuhan akan tujuan dan makna hidup untuk diri juga sekitar. Sehingga kebahagiaan yang terakhir ini lebih bersifat spiritual.

Kemudian disebutkan empat macam kecerdasan hidup yang perlu dimiliki untuk mencapai hidup sukses dan bahagia sesuai dengan definisi yang diinginkan:
a. Kecerdasan Intelektual (Intelectual Quotient) – dibutuhkan untuk mencapai pleasant life
b. Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) – dibutuhkan untuk mencapai good life
c. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) – dibutuhkan untuk mencapai meaningful life
d. Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Intelligence) – dibutuhkan untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang diinginkan.

Di akhir materi disertakan pula indikator masing-masing kecerdasan untuk usia tertentu. Indikator ini dapat digunakan untuk melihat sejauh mana anak kita telah mencapai kecerdasan tertentu sesuai dengan usianya.

Setelah menerapkan komunikasi produktif, kemudian melatih kemandirian anak, kali ini giliran belajar meningkatkan kecerdasan anak.

Insya Allah laporan pengerjaan tantangannya akan saya tulis di blog ini seperti biasa ya.