Tag Archives: Journaling

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Ketigabelas

Nara dan Kyna selalu lebih bersemangat kalau diajak melukis daripada menggambar. Entah karena lebih seru main cat dibanding menggunakan krayon atau karena ini lebih jarang dilakukan. Ya, lebih jarang, karena lebih repot melakukan persiapan juga bersih-bersih setelahnya. #MamakMalas

Kali ini juga sama. Nara dan Kyna dengan sabar menunggu saya menyiapkan kertas (saya menyatukan 4 lembar kertas F4 agar lebih luas medianya), memgeluarkan peralatan melukis termasuk catnya.

Saya membiarkan mereka menuang catnya dan mempersilakan mereka memilih peralatan yang diinginkan.

19-04-11-15-17-25-023_deco

Setelah selesai, mereka langsung membawa perlatannya ke kamar mandi untuk dibersihkan. Kelihatannya, Nara dan Kyna nggak kalah semangatnya deh bersih-bersih (alias main air) dari melukisnya. Jangan-jangan, ini juga salah satu faktor yang bikin mereka semangat melukis yaa πŸ˜†

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Keduabelas

“Membaca” buku adalah kegiatan yang dinantikan oleh Nara dan Kyna. Tiada hari tanpa dibacakan buku.

Khusus menjelang tidur, Nara dan Kyna akan memilih buku yang mereka ingin saya atau ayahnya bacakan. Begitu pula malam ini.

Seperti biasa, mereka memilih bukunya sendiri. Jumlahnya seringkali saya batasi, agar tidak jadi semalaman membacakan buku πŸ˜…

19-04-10-22-44-13-715_deco

Dengan semangat mereka membolak-balik halaman bukunya. Saat dibacakan pun respon mereka masih kencang. Padahal yang membacakannya sambil menahan kantuk.

Semoga kesenangan ini tetap bertahan hingga mereka bisa membaca sendiri. Menjadi cikal bakal kesenangan mereka membaca, belajar, menambah ilmu untuk hidup yang lebih baik, di dunianjuga akhirat. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kesebelas

“Ma, Kakak mau belajar menulis.” Ujar Nara pagi ini.

“Kita journaling ya, Kak.”
“Kakak maunya menulis.”
“Iya, journaling itu kan mengeluarkan pikiran dan perasaan kita dinatas kertas. Boleh berbentuk gambar, boleh tulisan. Terserah Kakak. Kakak mau coba bikin huruf-huruf juga boleh.”

Saya menduga yang dia maksud mungkin lebih ke teknik menulis. Menyontoh huruf atau yang sejenisnya. Tapi sepemahaman saya, belajar menulis (dan membaca) lebih baik dilakukan secara alami saja, mengikuti tahap perkembangannya dengan stimulasi secukupnya. Ah, ilmu saya belum cukup untuk bisa menjelaskannya dengan baik.

19-04-09-20-07-25-203_deco

Akhirnya Nara setuju untuk menjurnal seperti biasa. Tapi kali ini dia memilih menggunakan spidol. Daripada menggambar seperti biasa, dia juga memilih membuat huruf-huruf sebisanya. Ada huruf “i”, “o”, “n”, seingat dia saja. Dia juga menulis kata “ayam” dan beberapa lagi. Tentunya ini berdasarkan ceritanya. Setelahnya, Nara melanjutkannya dengan gambar.

Kyna masih dengan gambar pausnya. Kali ini ditambah gajah 😁

Siangnya, saya memberikan Nara dan Kyna bubble wrapΒ  bekas membungkus paket yang datang ke rumah. Mereka cukup antusias. Namun, daripada memecahkan bulatannya, Nara lebih memilih untuk menggunting-guntingnya. Sementara Kyna merobek-robeknya.

Walau terlihat sepele, ini sesungguhnya turut melatih kekuatan otot tangan juga koordinasi mata dan tangan. Termasuk latihan pre menulis juga berarti ya.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kesepuluh

Journaling atau menjurnal masih merpakan kegiatan yang saya usahakan untuk rutin dilakukan oleh Nara dan Kyna.

Kegiatan ini, selain baik untuk melatih otot tangan, koordinasi mata dan tangan, mendorong anak mengembangkan kemampuan alaminya dalam menggenggam dan membuat coretan sesuai usianya, juga melatih anak mengekspresikan dirinya. Mengeluarkan pikiran dan perasaannya di atas kertas. Saya sendiri sedang menggiatkan kembali rutinitas menulis jurnal harian untuk saya pribadi.

Nara dan Kyna tidak selalu mau menjurnal. Berdasarkan pengamatan saya, seringnya sih karena saya tidak ikut menemani. Hari ini saya duduk bersama mereka dan mengamati. Mereka pun sibuk menceritakan gambarnya sambil menggambar (biasanya kalau sudah selesai baru laporan).

19-04-08-20-25-53-417_deco

Gambar Nara sudah berkembang menjadi pola-pola lingkaran terpisah. Saya lupa ini sampai tahap perkembangan yang mana, tapi yang jelas berbeda dari lingkaran sambung di gambar-gambar dia sebelumnya. Nara juga sedang suka menggunakan satu warna saja untuk gambarnya. Hari ini dia menggambar paus, ayam, geledek dan kandangnya juga kepompong berisi buaya terbang. Iya, imajinasinya memang suka random begitu.

Kyna masih berbentuk coretan acak. Dan hampir selalu gambarnya adalah ikan paus πŸ˜† Hari ini ada tambahan gambar ayam. Lumayan lah ada variasinya. Gambarnya juga sudah lebih banyak memenuhi kertas setelah sebelumnya lebih sering hanya di bagian tengah.

Ini bukan kegiatan yang diminta oleh Nara dan Kyna. Tapi jika sedang ingin mereka cukup menikmatinya.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kelima

Pada kegiatan melukis sore itu, saya meminta Nara dan Kyna menggambar ciptaan Allah swt.
Setelah mereka selesai melukis, saya pun meminta masing-masing bercerita tentang gambarnya.

Nara bercerita bahwa dia menggambar Sali, Saliha, Ayah, dan Ibu yang sedang makan di taman. Tokoh-tokoh dalam buku serial Halo Balita itu membawa bekal berupa nasi goreng. Mereka dikelilingi pepohonan dan buah-buahan.

Sementara Kyna katanya melukis ikan paus yang sedang makan dan minum.

GL 3 D5 -051118

Walaupun manusia yang digambar Nara merupakan tokoh rekaan, tapi sebagai manusia mereka boleh lah masuk kategori ciptaan Allah ya… Apalagi pepohonan dan buah-buahannya. Saya tetap mencoba menjelaskan sih, kalau keluarga itu adalah gambar yang dibuat manusia.
Ikan paus juga termasuk ciptaan Allah, jadi masuk ya. Hihi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan ingatan dan membangun pemahaman tentang Allah yang Maha Pencipta dengan lebih baik. Imajinasi dan kreativitas Nara dan Kyna juga turut terasah.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Ketiga

Setelah cerita sebelum tidur yang banyak menggambarkan soal bersyukur kepada Allah, kemarin saya mengajak anak-anak (dan ayahnya) membuat jurnal syukur.

Setelah membuka kegiatan dengan menceritakan kembali mengenai Allah Yang Maha Pemberi, saya pun meminta Nara dan Kyna menyebutkan apa yang membuat mereka bersyukur hari itu.

Mereka sempat bingung. Saya kemudian mencoba menyederhanakan dengan kalimat “Apa yang membuat Nara dan Kyna senang hari ini?”

Hasilnya seperti foto di bawah ini:

18-11-04-07-29-15-596_deco

Nara dan Kyna dapat bagian menggambar hal yang disyukuri, sementara saya yang membuat tulisannya. Saya dan suami turut menambahkan hal yang kami syukuri.

Karena anak-anak tampaknya belum terlalu paham konsep “hari ini”, akhirnya saya biarkan saja mereka menyebutkan hal yang disyukuri tanpa batasan waktu.

Sederhana saja rupanya hal-hal yang membuat kita bersyukur itu ya. Hal sederhana yang ternyata sungguh bermakna.

P.s. Tanggal di gambarnya saya salah tulis, harusnya tanggal 3 November ya πŸ˜…