Tag Archives: jadwal

Mau Jadi Penulis? Yuk, Konsisten Menulis Setiap Hari!

Salah satu keuntungan menjadi alumni Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, adalah berhak mengikuti Kelas Belajar. Para alumni yang sekaligus berarti resmi menjadi anggota Ibu Profesional, boleh memilih dua Kelas Belajar atau biasa disingkat KeJar ini, di antara  banyak pilihan yang ada.

Karena saya senang menulis dan ingin belajar lebih banyak soal itu, pilihan saya pun jatuh pada KeJar Menulis.

Nah, pada hari Kamis, 26 Juli 2018 yang lalu, Kejar Menulis IP Tangsel mengadakan Kulwhapp alias Kuliah Whatsapp yang temanya, “Menjadi Ibu Produktif Lewat Tulisan”, bersama Indari Mastuti, CEO Indiscript Corp.

IMG-20180725-WA0037

IMG-20180726-WA0001

Penulis yang juga pebisnis ini menekankan dua hal utama saat ingin menjadi penulis: KOMITMEN dan KONSISTENSI.

“Memiliki cita-cita menjadi seorang penulis mungkin dimiliki oleh banyak orang, namun sayangnya tidak semua orang komit dan konsisten menulis setiap hari.”

Ini bener banget sih.

Bukan dalam hal menulis aja sebenernya ya. Semua hal dalam hidup ini, jika ingin berhasil dilakukan, dibutuhkan komitmen dan konsistensi dalam menjalani prosesnya. Waktu dan energi dicurahkan dengan sungguh-sungguh ke hal yang ingin dikuasai atau diwujudkan.

Kalau ingin jadi penulis, artinya harus banyak waktu yang digunakan untuk menulis, secara konsisten, setiap hari. Itulah yang dilakukan Teh Indari hingga berhasil menulis 65 judul buku.

Bagaimana mengawal konsistensi ini?

Teh Indari dengan apik membahasnya dalam materi dan diskusi kami hari itu.

Teh Indari menceritakan bagaimana beliau mulai konsisten menulis diary sejak kelas 2 SD. Kelas 1 SMA, sekitar delapan tahun kemudian, tulisannya pertama kali dimuat di majalah. Sejak saat itu, beliau makin banyak menulis di mana saja, jadi kontributor di berbagai tabloid dan majalah, hingga akhirnya, pada tahun 2004 menjadi penulis buku. Delapan tahun lagi dihabiskan untuk itu. Jika dijumlahkan, dibutuhkan 16 tahun konsistensi menulis untuk naik kelas dalam jenjang karir kepenulisan beliau.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2007, Teh Indari mendirikan Indiscript Creative, yang bergerak di bidang jasa penulisan. Tahun 2009, beliau mulai menulis biografi. Tahun 2010, membentuk komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis untuk bberbagi virus kepenulisan. Penghargaan demi penghargaan sebagai pebisnis di dunia penulisan pun diraih, yang tentu juga menaikkan harga jual pengerjaan proyek penulisan di perusahaan beliau.

20 tahun lebih Teh Indari berproses, sampai bisa mencapai semua itu dan mengukuhkan diri sebagai Writer Bussiness Specialist.

Kok bisa sih, terus konsisten? Apa nggak pernah jenuh?

Saat jenuh, yang sungguh manusiawi, Teh Indari kembali mengingat impian awal ingin jadi penulis saat kelas 4 SD. Maka, menurut beliau, kita perlu punya MIMPI yang jelas kenapa harus jadi penulis.

KEMAUAN yang kuat untuk mencapai mimpi itu mungkin ya, yang bisa mengalahkan berbagai alasan mulai dari tidak punya waktu, merasa kurang mampu, tidak berbakat, sampai rasa malas.

Kalau masih nggak semangat juga?

PAKSA AJA.

Hehehe.. Ini kembali ke komitmen dan konsistensi tadi ya. Terkadang memang ada hari-hari kita mungkin bosan melakukan sesuatu, termasuk menulis. Pada saat itu komitmen kita diuji, konsistensi kita perlu terus dijaga. Teh Indari bilang, dia bikin TARGET berapa banyak harus menuis setiap hari, dalam keadaan apapun. Kalau target hari itu tidak tercapai, jadi utang untuk hari berikutnya. Metrik Penulis yang beliau buat berikut bisa jadi panduan untuk para penulis.

Metrik Penulis
Metrik Penulis

Untuk dapat mencapai target tersebut, tentunya diperlukan MANAJEMEN WAKTU yang baik. Teh Indari punya JADWAL khusus kapan menulis, yang harus diselipkan di antara sekian banyak kesibukan beliau. Seluruh jadwal beliau ini dijalankan dengan sangat ketat. Beliau DISIPLIN mengalokasikan waktu dan mengatur PRIORITAS, agar peran lain tidak terbengkalai walau sibuk menulis dan berbisnis. Biasanya beliau menulis dini hari menuju Subuh dengan target menyelesaikan 1 e-book/ hari, selain menyelesaikan deadline. Ini dilakukan sebelum memulai kegiatan pagi bersama suami dan anak-anak. Tidur awal juga menjadi salah satu kebiasaan yang beliau jaga. Pukul 19.30 WIB beliau harus sudah tidur. Teh Indari bahkan masih sempat tidur siang loh! (terus yang diikutin cuma tidur siangnya aja 😆).

Mimpi terbesar beliau saat ini adalah melahirkan sejuta penulis dari kalangan perempuan. Sebagai penutup, Teh Indari kembali menekankan, untuk mewujudkan mimpi jadi penulis milikilah KEPERCAYAAN DIRI dan sekali lagi, KONSISTEN MENULIS SETIAP HARI.

Wuaah.. Pokoknya semangat kebakar deh sambil nyimak Kulwapnya. 💪💪💪

Terus nunduk, karena manajemen waktu masih berantakan dan kegiatan menulis, yang katanya disukai itu, belum konsisten dilakukan setiap hari. Malah seringnya kalau lagi ada tugas aja kaya sekarang ini 😅

Insya Allah mau dimulai ah, minimal dari kembali mengisi jurnal harian tiap hari. Targetnya sehari minimal satu lembar atau dua halaman jurnal. Waktunya, terinspirasi dari Teh Indari dan berdasarkan pengalaman, paling efektif kayanya emang dini hari sebelum subuh, plus kapan aja saat luang dan ingin.

Kurang greget ya targetnya? Hahaha.. Biarin deh. Baru mulai jangan langsung berat dulu, nanti keseleo. #halesan

Mulainya hari ini, 2 Agustus 2018. Bismillah.

Click to Share

[Matrikulasi] Materi Sesi #8: Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas

Disusun oleh tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima, melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.

Be Professional, Rezeki will Follow

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rezeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rezeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang.

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh (usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri:
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar.
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi.
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas:
a. Kita harus menjadi (memiliki mental) seperti orang yang kita harapkan (be)
b. Kita harus melakukan hal-hal yang seharusnya kita lakukan (do)
c. kita mempunyai semua yang kita inginkan (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan:
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita. Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di nice homework#7.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

[Shokyuu Intensive Class] Task 2: Hambatan dan Solusi

Minggu ini, peserta kelas Shokyuu mendapat materi ketiga mengenai “Tidy by Category & Expressing Gratitude“. Kami juga mendapat Task 2 yang merupakan penjabaran lanjutan dari Task 1.

Jika diamati, Task 1 dan 2 ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Saya pikir, ini karena mindset adalah hal terpenting saat ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus meprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Berikut Task 2 beserta jawaban saya.

Dalam poin 1 pekan lalu, latar belakang dan mindset telah Anda jelaskan. Maka selanjutnya adalah paparkan upaya apa saja yang Anda usahakan untuk konsisten dalam “menjaga mindset” tersebut.

Mindset saya dalam berbenah, seperti yang telah saya tuliskan pada Task 1, mungkin paling tergambar dalam kalimat berikut:

“Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.”

Salah satu usaha yang saya lakukan untuk menjaganya adalah dengan secara sungguh-sungguh mengikuti setiap materi dan diskusi, juga mengerjakan tugas dalam Shokyuu Class ini, dengan harapan, ilmu, teman berbagi, serta semangat positif untuk berbenah yang didapatkan dari kelas turut memelihara tekad saya untuk membenahi tempat tinggal sekaligus kehidupan saya.

Pada poin 2 tentang visualisasi “ideal lifestyle” apakah sudah detail sesuai keinginan dan harapan Anda? jika belum, bisa Anda tambahkan. Jika sudah maka buatlah poin hambatan dalam merealisasikannya sekaligus solusi menurut Anda.

Sejauh ini rasanya poin visualisasi yang telah saya buat sudah cukup mewakili keinginan dan harapan saya. Foto-foto berikut kurang lebih menggambarkan visualisasi saya akan gaya hidup yang ideal seperti yang saya tuliskan pada Task 1.

18-02-26-17-38-14-799_deco

18-02-26-17-38-54-938_deco

18-02-26-17-39-33-106_deco

Sedangkan hambatan dalam merealisasikannya antara lain sebagai berikut:
a. Waktu
❤ Membagi waktu sebagai istri, ibu dua anak batita, juga pekerja tidak selalu mudah. Bahkan saya seringkali keteteran. Jangankan berbenah, baju dicuci dan dijemur dalam hari yang sama saja sudah merupakan prestasi 😂

Mau melipat pakaian dengan dua anak berkeliaran? Pasti mereka serta-merta turut “membantu” hingga pakaian yang sudah terlipat kembali berantakan dan malah berhambur ke mana-mana 😅

Solusi:
Pengelolaan waktu yang lebih baik. Waktu berbenah bisa dijadwalkan saat anak-anak tidur atau sengaja diajak main oleh ayahnya selama beberapa waktu sehingga mamanya bisa beres-beres. Kalau memang tidak bisa sekaligus dalam satu hari, kegiatan berbenah bisa dicicil setiap hari, sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Tentunya dengan metode Konmari, yaitu berbenah per kategori, memilah yang ingin disimpan, dan disusun dengan baik, sehingga hasilnya lebih efektif.

Pengelolaan waktu yang lebih baik ini, antara lain dengan membuat jadwal harian dan mengikutinya, juga bisa menjadi solusi untuk hidup yang lebih teratur dan meliputi kegiatan-kegiatan yang saya inginkan seperti yang telah saya sebutkan pada Task 1.

b. Ilmu dan Pemahaman
❤ Kurangnya ilmu mengenai berbenah membuat berbenah yang selama ini saya lakukan tidak tuntas. Kalaupun berhasil membereskan sebagian tempat, tidak lama semua kembali berantakan. Hingga saya malas membereskan kembali, karena rasanya percuma, nantinya akan berantakan lagi (pembenaran atas kemalasan).

Solusi:
Belajar bagaimana berbenah yang lebih efektif. Membaca buku tentang metode Konmari dan sekarang mengikuti kelas Shokyuu ini merupakan upaya saya untuk menambah pemahaman akan metode yang lebih tepat untuk berbenah. Diawali dari menemukan motivasi dan mindset
berbenah serta membuat visualisasi tentang gaya hidup ideal yang diinginkan, saya percaya kali ini saya akan bisa berbenah dengan lebih efektif. Selama saya menjaga tekad dan komitmen untuk itu tentu saja.

Dalam menyusun timeline apakah Anda sudah mengerjakan sebelumnya ataukah mulai dari nol? ceritakan pengalaman Anda.

Saya sudah pernah mencoba cara melipat dan menyimpan ala Konmari untuk baju anak-anak, namun hanya sebatas itu saja. Belum pernah saya melakukan metode Konmari sepenuhnya, dari mulai menyortir dan seterusnya. Jadi, bisa dikatakan saya mulai dari nol. Timeline yang saya susun benar-benar mengikuti jadwal kelas Shokyuu ini. Maka saat ada tugas untuk mulai berbenah, saat itu pulalah saya, insya Allah akan mulai berbenah.