Tag Archives: Institut Ibu Profesional

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Keduabelas

Tidak terasa tiba juga pada presentasi oleh PG terakhir, PG 10. Temanya terbilang ringan dibanding matrri sebelumnya namun cukup menggelitik: “Ketika Anak Bertanya (FAQ yang biasa diajukan anak mengenai seksualitas, dan cara menjawabnya).”

Awalnya, tidak ada materi yang dibagikan, PG 10 hanya memberikan video berisi contoh pertanyaan dan reaksi kurang tepat dari orang tua yang malah menimbulkan masalah di kemudian hari.

PG 10 kemudian mengajak peserta menyumbang pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh anak masing-masing untuk didiskusikan bersama jawabannya. PG 10 juga mengeluarkan satu per satu pertanyaan yang kiranya sering ditanyakan oleh anak dan mengajak peserta mencoba menjawab sebelum mereka memberikan jawabannya di akhir diskusi.

Seperti biasa diskusi berjalan seru, hanya kali ini lebih banyak tawa daripada resah.

Pertanyaan dari anak, baik mengenai seksualitas maupun yang lainnya, perlu direspon dengan tepat. Disambut baik tanpa reaksi berlebihan, dijawab dengan tenang sesuai tahapan usia dan pemahaman. Pastikan dulu maksud pertanyaannya, baru beri jawaban yang sesuai, singkat dan jelas. Jika orang tua belum tahu jawabannya, bisa dicari bersama anak agar rasa ingin tahunya tuntas dari sumber terpercaya. Beri jawaban yang jujur, sesuai fakta, tidak menyesatkan. Demikian beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari diskusi.

Di akhir diskusi, PG 10 baru memberikan tautan materi. Iya, berupa tautan, yang jika diklik akan tersambung ke materi berbentuk buku, hingga per halamannya bisa seakan dibalik. Isinya juga lengkap, mulai sebab dan usia anak mulai bertanya, cara menanggapi dan menjawabnya, contoh-contoh pertanyaan anak dan contoh jawaban yang bisa digunakan, hingga tujuan pendidikan seks sejak dini. Keren.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Kesebelas

Pada hari libur presentasi kali ini, saya memilih untuk mereview buku “Seri Pendidikan Orang Tua: Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual” dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Buku berbentuk pdf ini saya dapatkan dari sesama anggota PG 7 saat proses pengumpulan materi untuk presentasi.

Bukunya cukup bagus, ringkas dan mudah dimengerti.

PhotoGrid_1566141748132

Dilengkapi dengan gambar dan warna-warna cerah, juga tulisan berupa poin-poin, buku yang terdiri dari 40 halaman ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tidak membosankan.

Isinya juga cukup lengkap dan bermanfaat untuk menambah pemahaman orang tua mengenai kekerasan seksual dan cara melindungi anak darinya atau mendampingi anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Kesepuluh

Beda kelompok beda lagi caranya. Kalau PG 8 mengawali dengan berbagi video, PG 9 memberikan link gform untuk peserta curah pendapat berkaitan dengan tema yang akan mereka bahas: “Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual”.

Materi berbentuk pdf disajikan dengan dominasi warna merah putih, tampaknya menyesuaikan dengan waktu presentasi yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Diskusi berjalan hangat, walau tidak seramai sebelumnya. Mungkin ini karena tema yang dibahas sudah banyak disinggung pula pada presentasi sebelumnya.

PG 9 juga menyertakan video yang diambil dari youtube mengenai penanganan kejahatan seksual di India yang ditayangkan dalam bentuk kartun. Video ini menekankan pada edukasi untuk anak-anak untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual pada mereka, apa yang bisa dilakukan saat dan jika sudah terjadi. Korban juga tidak perlu merasa bersalah atau malu, pelaku lah yang seharusnya merasakan semua itu. Hal senada juga disampaikan oleh PG 9 dalam materi presentasinya.

Di akhir diskusi, PG 9 memberikan sertifikat untuk tiga peserta terpilih dari peserta yang telah mengisi gform yang tadi mereka bagikan. Tak disangka saya menjadi salah satunya.

IMG-20190817-WA0132

Bagus ya sertifikatnya 😁

Menyimak presentasi dan diskusi PG 9 hari ini, saya menyadari bahwa diperlukan peran orang tua, masyarakat, hingga negara untuk bisa terlindung dari kejahatan seksual. Mulai dari edukasi, kemauan dan kesadaran untuk saling mengingatkan, kepedulian untuk membantu dan mendampingi korban, sampai pembuatan undang-undang dan jalur pelaporan serta konsultasi yang mudah diakses.

Pemahaman dan kerja sama yang baik diperlukan untuk dapat terhindar dari kekahatan seksual yang mengintai.

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Kesembilan

Ada yang berbeda dari presentasi PG 8. Alih-alih mengirimkan materi berupa pdf seperti biasa, kelompok ini mengirimkannya dalam bentuk video.

Bukan, bukan link video dari youtube seperti yang biasa dikirim kelompok lain sebagai pelengkap materi, tetapi video buatan sendiri berisi animasi yang bercerita terkait tema materi kali ini.

Jika kemarin PG 7 membahas cara menjaga diri dari kejahatan seksual, hari ini PG 8 mengajak peserta berdiskusi tentang “Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya”. Penyimpangan ini tentu terkait dengan salah satu penyebab sekaligus akibat dari kejahatan seksual.

Setelah mengawali dengan video, PG 8 kemudian mengirimkan mind map materi saat presentasi dan diskusi dimulai. Mereka lalu mengirimkan satu demi satu pertanyaan untuk didiskusikan bersama peserta.

Pertanyaan juga tidak dikumpulkan sebelumnya seperti kelompok lain, melainkan langsung diterima saat diskusi, dengan tata cara yang diberikan oleh PG 8. Sementara materi lengkap yang berbentuk pdf (yang singkat, padat, dan enak dilihat) dibagikan setelah diskusi selesai.

Hal ini mungkin dilakukan agar peserta tidak terpaku pada materi yang telah dibuat melainkan terpancing pemikirannya untuk bersama-sama menemukan definisi, pencegahan, juga solusi sesuai topik pembahasan hari ini.

Tema yang dibahas kembali membuat hati dan pikiran resah gelisah. Apalagi ditambah data dan pengalaman pribadi yang dibagikan beberapa peserta.

Acungan jempol untuk PG 8 dengan kreativitasnya mengubah alur presentasi dan diskusi sehingga terasa lebih segar dan makin seru.

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Kedelapan

Presentasi dengan tema “Menjaga Diri dari Kejahatan Seksualitas” menjadi tugas PG 7 yang salah satu anggotanya adalah saya.

Seminggu sebelum jadwal presentasi, ketua PG 7 sudah mulai mengingatkan tugas kelompok, menshare ulang jadwal dan tema presentasi, hingga meminta literatur yang mungkin dimiliki atau pernah dibaca oleh anggota PG 7 yang berkaitan dengan tema yang akan kami bahas.

Sejak itu grup kelompok dipenuhi persiapan presentasi; Pembagian tugas, pengumpulan materi, diskusi tentang materi dan tugas, dan sebagainya.

Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar, tugas-tugas dikumpulkan tepat pada waktunya, semua berusaha sebaik mungkin mengerjakan tugas di sela kesibukan masing-masing, semangat grup terjaga baik. Saya mengajukan diri untuk tugas mendesain poster jadwal presentasi, ucapan terima kasih, dan resume materi presentasi.

20190814_094123_0000

20190815_075801_0000

IMG-20190815-WA0042

WAG PG 7 kembali ramai saat berdiskusi menjawab pertanyaan peserta kelas BunSay. Alhamdulillah diskusi pun berlangsung seru. Diskusi bahkan sudah dimulai sebelum presentasi dilakukan dan masih berlanjut setelah PG 7 menutup presentasinya. Memang, materi yang dibawakan sungguh membuat kami semua mengelus dada, memijat kening, dan banyak berdoa, agar anak, keluarga, dan teman-teman terlindung dari kejahatan seksual, baik sebagai pelaku maupun korban.

Semua tidak terlepas dari kerjasama anggota PG 7, terutama ketua PG yang dengan gigih dan setia terus mengingatkan, menyemangati, juga turut bekerja keras menyelesaikan semuanya.

Sungguh banyak belajar di level ini. Baik dari materi maupun cara mendapatkannya.

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Ketujuh

Setelah membahas peran orang tua, lebih khusus ke peran ayah, lalu keseimbangan antara aqil dan baligh, pembahasan berlanjut pada “Pengaruh Media Digital pada Fitrah Seksualitas”.

Tema presentasi yang dibawakan oleh PG 6 ini sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang, di mana media digital sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian kita.

Sejak usia dini pun anak-anak umumnya sudah terpapar oleh keberadaan media digital ini. Perlu kita sadari bersama ada dampak negatif dari situasi ini, jika penggunaan media dogital tersebut tidak disesuaikan dengan usia, tahap perkembangan, juga nilai-nilai keluarga.

Salah satu dampak yang dibahas oleh PG 6 adalah terhadap fitrah seksualitasnya.

PG 6 mengemas materi dengan apik dan desain yang menarik. Mulai dari definisi serta cakupan media digital, manfaat, hingga tantangan merawat fitrah seksualitas di era digital.

Salah satu dampak negatif dari media digital yang sangat berkaitan dengan fitrah seksualitas adalah kecanduan pornografi. PG 6 mengulas mulai tahap proses kecanduan, dampaknya bagi otak dan lainnya, sampai pencegahan serta penanganannya.

Akhirnya kembali lagi ke prinsip dasar menumbuhkan fitrah seksualitas juga cara merawatnya di era digital. Bagian yang terkait erat dengan materi-materi sebelumnya. Peran orang tua dalam menyeimbangkan aqil baligh anak agar tercapai bersamaan sehingga tanggung jawab serta kemampuan mengambil keputusan dan kontrol dirinya matang pada waktunya. Komunikasi dan kedekatan dengan anak juga perlu terus dibangun. Semua dengan tujuan anak memiliki bekal yang cukup menghadapi tantangan zaman termasuk keberadaan media digital.

Diskusi juga berjalan seru walau dipenuhi keresahan. Seperti kata salah satu anggota PG 6 yang kurang lebih intinya, usaha apapun yang kita lakukan untuk mengasuh anak, iringi dengan doa, karena hanya dengan izin dan kuasa-Nya anak-anak kita dapat menjadi anak yang sholeh/ah.

Maka, tambahkan ilmu, terus berlatih menyempurnakan pengasuhan, kuatkan hubungan, dan jangan putus berdoa. Semoga Allah melindungi anak-anak kita. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Kelima

Para peserta Kelas Bunda Sayang Batch 4 semakin bersemangat menyambut materi baru. Hal ini bisa dilihat dari grup yang langsung ramai saat materi dibagikan, diskusi dan berbagi pemgalaman bahkan sudah dimulai sebelum jadwal presentasi tiba.

Materi yang disusun dan dibawakan oleh PG 4 ini membahas tentang “Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas”. Setelah peran kedua orang tua dijelaskan oleh PG 3, pada materi ini peran ayah secara khusus dijabarkan.

PG 4 membagikan materi dalam 2 versi: PDF dan Words, juga memberikan link gdrive untuk memudahlan peserta mengunduh dan menyimpannya.

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Keempat

Hari Minggu presentasi diliburkan. Peserta dipersilakan untuk mereview materi dari buku atau laman situs, sesuai tema yang dibahas dalam level ini.

Saya memilih satu buku anak-anak ini, yang menurut saya terkait dengan pendidikan fitrah seksualitas dan dapat menjadi salah satu media yang tepat untuk menjaga fitrah seksualitas anak.

19-08-11-18-16-57-169_deco Continue reading [Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Keempat

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Ketiga

Kesan pertama pas buka materi dari PG 3: Desainnya bagus. Perpaduan warna cerah memanjakan mata, jadi lebih semangat baca materinya.

Sebelum membagikan materi, PG 3 juga memberikan poin-poin yang akan dibahas. Hal ini memudahkan peserta lain dalam menangkap tentang apa pembahasan materi secara keseluruhan, sebelum mencerna lebih detail isinya.

Setelah PG 2 membahas “Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini”, PG 3 melanjutkan dengan menekankan pada “Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas”.

Peran orang tua ini tentu sangat erat kaitannya dengan pendidikan fitrah seksualitas sejak dini, karena orang tua merupakan guru pertama dan utama anak.

Pada prinsipnya, pendidikan fitrah seksualitas ini membutuhkan kehadiran sosok ibu dan ayah secara utuh dan seimbang sesuai usia dan tahap perkembangan anak.

Ayah dan ibu memiliki fitrah perannya masing-masing, mentransfer sisi maskulin dan feminin yang perlu dimiliki oleh anak dengan kombinasi yang sesuai dengan jenis kelaminnya, sehingga dia dapat tumbuh sesuai sifat gendernya dan menjadi pria atau wanita sejati.

PG 3 kemudian menjelaskan alasan dan tujuan kedekatan anak dengan ayah juga ibu baik untuk anak yang berjenis kelamin sama maupun berbeda jenis kelamin dengan keduanya. Saat salah satu orang tua jauh atau tidak ada, maka komunikasi penting untuk dijaga. Sosok pengganti dengan jenis kelamin yang sama juga bisa dihadirkan untuk mengisi kekosongan sehingga fitrah seksualitas anak tetap terjaga.

PG 3 kemudian juga menyebutkan sikap-sikap yang dapat dibangun orang tua dalam menghadapi anak, khususnya saat bertanya mengenai seksualitas. Namun, yang paling mengena adalah satu kalimat singkat yang menjadi penutup materi sekaligus merangkum inti dari materi: “Orang tua, akrablah dengan anak Anda!”

[Bunda Sayang] Game Level 11: Fitrah Seksualitas – Hari Kedua

Setelah memahami perbedaan gender dari presentasi PG 1, hari ini PG 2 mempresentasikan tentang “Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini”.

Materi antara lain berisi definisi fitrah seksualitas, tujuan pendidikan fitrah seksualitas, akibat bila hal tersebut tidak/terlambat dilakukan, tahapan pendidikannya sesuai usia dilengkapi contoh pengajarannya oleh kedua orang tua, dan terakhir, penanganan bila terjadi kekurangan dalam pendidikan seksualitas.

Materi yang disusun cukup lengkap dan mudah dipahami. Saya kembali diingatkan apa-apa saja yang perlu diperhatikan untuk menjaga fitrah seksualitas anak. Memisahkan tempat tidur anak menjadi salah satu PR saya, mengingat Nara sudah berusia hampir 4 tahun.

Diskusi berlangsung seru. Pertanyaan yang diajukan mewakili pertanyaan saya. Jawaban-jawabannya sungguh lengkap dan jelas.

Pembagian tugas PG 2 juga baik. Setiap orang diberi peran.

Saya pikir, cara penyajian materi seperti ini sungguh efektif. Belajar mengumpulkan, memahami, menyarikan materi dan berdiskusi dalam tim, lalu mengajarkannya pada peserta di PG lain. Learning by teaching.

Anggota PG lain pun belajar dari apa yang dikerjakan temannya. Diskusi berjalan lebih seru karena materinya segar, baru dibuat oleh anggota PG yang bersangkutan.