Tag Archives: Gaya Belajar Kinestetik

[Bunda Sayang] Game Level 4: Tantangan 10 Hari Memahami Gaya Belajar Anak – Hari Kelimabelas

Hari ini saya mengajak Nara mengikuti ketukan

Saya mengetukkan tangan ke atas meja, lalu dia mengikuti polanya. Saya hanya memberikan dua pola: tangan terbuka dan tertutup. Masing-masing tiga ketukan. Variasi lainnya ada pada kecepatan ketukan.

Awalnya dia melakukannya sambil melihat. Nara tidak langsung paham. Dia lebih banyak melihat ke wajah saya. Baru setelah saya minta memperhatikan tangan saya dia mengikuti dengan lebih baik.

Setelah itu, saya memintanya mengikuti tanpa melihat. Kadang Nara berhasil menirukan, kadang masih belum tepat.

Kami hanya sempat bermain sebentar, karena Nara mulai bosan.

Ketiga gaya belajar: Visual, auditori, dan kinestetik distumulasi di sini. Dengan melihat, jelas lebih mudah bagi Nara untuk mengikuti ketukannya. Tapi Nara juga cukup mampu mengikuti janya dengan suara walau belum lancar. Seiring gerakan tangannya yang dilakukan beeulang-ulang, Nara jadi lebih lancar mengubah bentuk tangan dari terbuka menjadi tertutup dan sebaliknya dan mengatur kombinasinya.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 4: Tantangan 10 Hari Memahami Gaya Belajar Anak – Hari Ketigabelas

Kalau biasanya saya yang membacakan buku sebelum tidur untuk Nara dan Kyna. Malam ini, saya meminta Nara yang membacakan bukunya.

Tentu saja tidak benar-benar membaca, karena Nara belum bisa, melainkan menceritakan kembali isi buku sesuai yang dia ingat.

Saya sudah pernah mendengar Nara “membaca” buku sendiri. Dia asyik sendiri membalik buku sambil bercerita. Tapi baru kali ini saya menjadi pendengarnya sambil duduk di sebelahnya.

Nara sudah bisa menceritakan kembali isi bukunya. Walaupun tidak secara detail, tapi inti ceritanya tersampaikan. Bahkan beberapa perkataan tokoh di dalamnya turut melengkapi ceritanya.

Nara pun makin bersemangat seiring dia menceritakan bukunya. Matanya terlihat berbinar. Dia sibuk menunjukkan gambar dalam bukunya yang menggambarkan ceritanya. Terkadang tangannya juga bergerak sesuai alur cerita.

Nara bercerita dengan bantuan gambar (gaya belajar visual). Nara juga mengingat cerita dan percakapan tokohnya berdasarkan apa yang dia dengar saat saya membacakannya (gaya belajar auditori). Gerakan-gerakan yang dilakukan saat bercerita untuk membantunya mengekspresikan isi cerita, bisa dimasukkan dalam gaya belajar kinestetik.

[Bunda Sayang] Game Level 4: Tantangan 10 Hari Memahami Gaya Belajar Anak – Hari Keduabelas

Memanfaatkan tepung yang digunakan untuk tracing, saya mengajak Nara membuat cat.

Caranya sangat mudah. Tepung terigu yang sudah dipisahkan ke dalam tiga buah mangkuk dicampur air, lalu diaduk dan ditambahkan pewarna makanan.

Nara turut membantu mengaduk tepung dan air. Dia juga yang membuka botol pewarna dan menuangkannya ke dalam mangkuk lalu mengaduknya.

Kami sengaja hanya menggunakan tiga warna primer: Merah, biru, dan kuning. Agar Nara bisa mencoba dan melihat sendiri warna yang bisa dihasilkan dari percampuran ketiga warna tadi.

18-12-11-21-36-36-140_deco

Melukis menggunakan cat dari terigu ini ternyata lebih seru dari cat air yang biasa kami gunakan. Nara sampai menghabiskan empat kertas, mulai dari menggunakan kuas hingga tangan kosong untuk melukis.

Sayang sekali Kyna yang sedang tidur tidak ikutan.

Dari kegiatan ini, semua gaya belajar terstimulasi.

Nara mengikuti petunjuk membuat cat dengan baik (auditori). Nara mengidentifikasi warna-warna yang dilihatnya, termasuk mencoba-coba mencampur warna dan melihat hasilnya lalu menyebutkannya (visual). Gerakan-gerakan saat membuat cat maupun melukismembantunya belajar melakukannya dengan semakin baik (kinestetik).

[Bunda Sayang] Game Level 4: Tantangan 10 Hari Memahami Gaya Belajar Anak – Hari Ketujuh

Sepupu Nara, Shayna, datang berkunjung. Shayna membawa buku yang bisa dimainkan menggunakan sejenis e-pen.

Setelah melihat Shayna memainkannya, giliran Nara mencoba. Nara langsung menyentuhkan pulpen ke buku seperti yang dilakukan Shayna. Tapi untuk variasi permainan, Nara masih perlu diberitahu oleh Ticha, ibunya Shayna.

18-12-06-22-36-38-798_deco

Nara cukup bisa mengerti dan mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh si pulpen. Ini masuknya auditori ya.

Setelah beberapa kali melakukan, Nara semakin lancar dan mengerti cara mainnya. Ini termasuk kinestetik.

Nara yang mencontoh Shayna dan menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan baik, masuknya ke visual.

Semakin hari pengamatan ini ternyata seru juga ya 😁

[Bunda Sayang] Game Level 4: Tantangan 10 Hari Memahami Gaya Belajar Anak – Hari Kelima

Kali ini kegiatan Nara dan Kyna masih seputar menggambar.

Journaling kami biasa menyebutnya. Ini adalah salah satu kegiatan yang rutin kami lakukan.

18-12-04-14-24-41-122_deco

Selain sebagai latihan mengekspresikan diri, kegiatan ini juga mengembangkan kemampuan pra menulis anak. Anak biasanya akan menggoreskan pola-pola sesuai tahap perkembangannya. Cara dan kemampuan mereka memegang krayon atau alat tulis lainnya pun turut berkembang.

Ini sepertinya melibatkan dua gaya belajar ya. Kinestetik, belajar dengan melakukan, dan visual belajar menggoreskan apa yang dilihat dan direkam dalam ingatan melalui penglihatan.

[Bunda Sayang] Game Level 4: Tantangan 10 Hari Memahami Gaya Belajar Anak – Hari Keempat

Kegiatan hari keempat ini seputar menggunting.

Nara sedang menyukai kegiatan ini. Sejak awal diperkenalkan pada gunting, kemampuan Nara menggunting sudah jauh berkembang.

Pertama kali saya memberikan gunting padanya, Nara bahkan tidak bisa membuka guntingnya. Saya kemudian memperbanyak latihan seperti menjepit, meremas, dan semacamnya, guna menguatkan jari-jarinya.

Lama-kelamaan Nara bisa menggunakan gunting, tapi masih kesulitan. Saya pun masih mengawasi dengan ketat dan hati was-was setiap kali Nara menggunting.

Pada kegiatan menggunting kali ini, Nara sudah mahir menggunting kertas dari ujung ke ujung, juga membuat potongan panjang melingkar.

GL 4 D4 - 031218

Saya tidak pernah sengaja memberikan pola untuk dia gunting atau menunjukkan seperti apa dia harus menggunting.

Ternyata memang benar teori yang pernah saya dengar, anak akan bisa menemukan sendiri cara melakukan sesuatu beserta variasinya. Dengan cara ini, kemampuan eksplorasi dan discovery anak terasah. Lebih banyak sambungan dan pemahaman yang terjadi dalam otaknya daripada jika dia diberitahu sejak awal cara dan pola yang harus dikerjakan misalnya.

Sepertinya, ini bisa digolongkan gaya belajar kinestetik ya? Belajar dengan cara melakukan.