Tag Archives: fokus pada solusi

[Bunda Sayang] Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif – Hari Kelima

Nara ngompol. Sejak toilet training beberapa bulan yang lalu, dia hampir tidak pernah ngompol kecuali saat tidur. Itupun sudah jarang terjadi.

Dia bilang sudah tidak tahan, jadi akhirnya pipis di atas sofa.

Saya mencoba memahami dia. Menahan diri untuk tidak mengomel karena merasa dia seharusnya sudah tidak lagi melakukan itu.

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, Nara mungkin sedang dalam proses menerima perubahan yang segera tiba. Bisa jadi mengompol ini bagian dari itu juga.

Saya memutuskan untuk berfokus pada solusi, bukan masalah.

“Nara tadi udah nggak tahan sih, ya. Gimana ya, lain kali biar nggak sampai ngompol lagi?”

Nara terlihat berpikir.

“Oh, Mama tahu. Gimana kalau lain kali, begitu terasa mau pipis, Nara langsung lari aja ke depan kamar mandi, terus buka celananya sambil panggil Mama. Setuju nggak?”

“Setuju, Ma.”

“Nanti kita latihan ya. Kita coba, pura-puranya Kakak mau pipis lagi ya.”

“Iya, Ma!” Ujarnya bersemangat.

Tidak ada kalimat yang merendahkan atau mempermalukan. Semoga saya bisa konsisten menahan mulut saya dari ucapan-ucapan semacam itu dan terus belajar jadi ibu yang lebih baik untuk anak-anak saya. Tanpa kekerasan. Menggunakan komunikasi yang lebih produktif dari waktu ke waktu. Aamiin YRA.

Click to Share