Tag Archives: Chukyuu Batch 1

[Chukyuu Intensive Class] Task 5: KonMari Habit (Kitchen Komono)

Selain kategori General Komono yang dibahas minggu lalu, ada juga kategori Kitchen Komono. Kategori ini, seperti yang saya jelaskan pada saat mendapat tugas tentangnya di Kelas Shokyuu, bisa dibilang saya lewatkan.

Untuk tugas kali ini, saya berusaha menambahkan kebiasaan dan perubahan, semoga nantinya bisa turut berbenah dapur dengan maksimal, khususnya di dapur milik sendiri. Aamiin! 😁

Terlampir juga update dari kategori sebelumnya. Kabar sedih datang dari kebiasaan membaca. Walaupun sudah dikurangi targetnya, ternyata beberapa hari terakhir saya gagal memenuhinya 😢 Ini tidak berarti saya menghentikan usaha saya untuk melanjutkannya sih. Anggap saja mulai dari awal. Semoga bisa kembali ke jalur yang benar ya. Beberapa daftar dari minggu lalu juga masih belum berhasil saya penuhi. Namun, semangat untuk berbenah diri masih ada. Mohon doa dan dukungannya ya! 🙏

Kitchen Komono Part 1

Kitchen Komono Part 2

Click to Share

[Chukyuu Intensive Class] Task 4: KonMari Habit (General Komono)

Setelah memyusun kebiasaan terkait kertas, minggu ini giliran kategori general komono, yaitu benda-benda lain di luar kategori sebelumnya, yang dibagi lagi menjadi sepuluh sub-kategori:
1. CD/DVD
2. Persediaan ATK
3. Electrical komono (kabel-kabel, memoricards, baterai, hard disk, power bank, flasdisk dll)
4. Skincare & cosmetics
5. Obat-obatan
6. Peralatan Hobi
7. Peralatan jahit
8. Koleksi (tanaman, pernak pernik)
9. Handuk, selimut, bedcover, sprei
10. Mainan anak

Cukup banyak ya. Kebiasaan yang harus dimulai juga jadi lebih banyak dari kategori lain. Tapi alhamdulillah tidak terlalu sulit, semua kebiasaan sederhana yang semoga bisa dipertahankan agar terasa manfaatnya.

Terlampir kebiasaan untuk kategori komono beserta update berjalannya kebiasaan dari kategori-kategori sebelumnya. Untuk kategori buku, karena beberapa kali tidak mencapai target, saya akhirnya mengurangi target membaca dari 50 halaman menjadi 10 halaman per hari l. Drastis ya? 😅 Mudah-mudahan nanti busa dinaikkan lagi targetnya, seiring dengan manajemen waktu saya yang terus berusaha saya perbaiki.

Untuk kategori komono ini, ada kebiasaan yang belum sempat saya lakukan karena harus meninggalkan rumah selama beberapa hari. Insya Allah akan saya lakukan setelah saya kembali ke rumah. Update-nya akan saya sertakan pada post tugas selanjutnya.

KonMari Komono

[Chukyuu Intensive Class] Task 1: KonMari Habit (Clothes)

Setelah melewati level pertama dalam kelas intensif metode KonMari, yaitu kelas Shokyuu, masuklah saya ke level kedua: Chukyuu Intensive Class.

Walau masih jauh dari sempurna, saya merasakan banyak manfaat dari kelas Shokyuu dan karenanya tertarik untuk mendalami lagi metode ini.

Jika pada kelas Shokyuu diajarkan tentang mengubah pola pikir dan menerapkan metode KonMari untuk membenahi seisi rumah, kelas Chukyuu ini secara garis besar menekankan pada membangun kebiasaan, bagaimana kita sebagai individu menata diri untuk menjadi lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap hidup yang kita jalani. Kebiasaan ini penting untuk dibangun, agar kita bisa mempertahankan pola pikir dan kehidupan ala KonMari yang senantiasa spark joy. Paling tidak, begitu sekilas yang saya tangkap dari pembukaan kelas ini.

Tugas pertama kami berkaitan dengan kebiasaan yang hendak dibangun pada kategori clothes.

Beberapa kebiasaan yang akan membuat lemari kita selalu spark joy, berdasarkan materi dari kelas Chukyuu ini, yaitu:
1. Biasakan untuk segera melipat pakaian yang sudah diangkat dari jemuran.
2. Gunakan “hand power” dengan telapak tangan kita untuk membuat permukaan pakaian tetap smooth.
3. Pastikan semua pakaian adalah pakaian yang kita gunakan. Boleh menyimpan beberapa pakaian kenangan yang mungkin sudah tidak dipakai, namun beri limit.
4. Setelah beberapa waktu, review kembali isi lemari kita. Apakah masih sesuai dengan ideal lifestyle yang sudah kita tetapkan. Biasanya akan ada 1-2 pakaian yang mungkin sudah tidak spark joy lagi. Pakaian yang sudah tidak spark joy tersebut bisa langsung ditangani tanpa menunggu tidying festival.

Saya memiliki kebiasaan buruk menumpuk pakaian yang sudah diangkat dari jemuran di dalam keranjang, tidak langsung dilipat, apalagi dimasukkan ke dalam lemari. Jadi lemari yang tadinya berisi baju yang sudah tersusun rapi dengan metode KonMari, seringkali jadi kosong. Lemarinya pindah ke keranjang kalau kata ibu saya :)) Belum bajunya jadi berantakan karena saya mencari-cari baju yang hendak dipakai dari keranjang tersebut. Tentu ini sangat tidak spark joy.

Karena itu, untuk tugas kali ini, saya ingin membiasakan untuk langsung melipat dan menyimpan baju setelah diangkat dari jemuran.

Karena sudah ada tumpukan baju hasil dari penundaan-penundaan sebelumnya (iya, kadang yang saya tumpuk adalah hasil dari beberapa kali mencuci), maka saya menagawalinya dengan mencicil untuk melipat dan menyimpannya setiap hari, sesegera mungkin, sebelum cucian terbaru kering dan siap diangkat kembali dari jemuran.

Terlihat sepele ya, tapi ternyata manfaatnya langsung terasa. Baju-baju kembali tersusun rapi di “rumah”-nya masing-masing. Beban tumpukan secara fisik maupun pikiran jadi terangkat. Ini hari kelima saya memulai kebiasaan tersebut, semua tumpukan sudah tidak ada. Baju yang baru saya angkat dari jemuran pagi tadi sebagian besar sudah langsung saya lipat, walau belum sempat dimasukkan dalam lemari karena harus berangkat kerja. Saya juga jadi menyadari ada beberapa pakaian yang bisa disingkirkan karena lemari mulai sesak.

Chukyuu 1 - Habit Clothes

Tugasnya adalah membuat timeline dalam sepekan untuk kebiasaan tersebut, memberi checklist tiap selesai melakukannya. Melihat hasilnya, insya Allah saya akan melanjutkannya hingga tiga pekan atau 21 hari agar tertanam kuat menjadi kebiasaan yang sebenarnya.