Tag Archives: books vs gadget

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Kesembilan

Akhir pekan, jumlah buku yang dibaca(kan) malah lebih sedikit.

Anak-anak berrambah sebanyak masing-masing dua daun. Kakak masih dengan tambahan Na Willanya sebabyak 24 halaman. Bukan karena dia yang bosan, tapi saya yang belum sempat membacakan lebih banyak.

Saya dan suami lagi-lagi tidak menambah halaman yang dibaca :(

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Kedelapan

Saya ke kantor pada hari kedelapan ini, sehingga anak-anak baru saya bacakan buku pada malam hari saat saya sudah di rumah.

Jauh lebih sedikit dari kemarin, Kyna menambah 4 buah daun, Nara malah hanya 2 daun. Buku Na Willa masih menjadi pilihan favoritnya. Sembilan halaman bertambah dalam reading tracker-nya.

Halaman yang berhasil saya baca untuk diri sendiri malah lebih sedikit lagi, hanya 6 halaman 😅

Selain membacakan buku untuk anak-anak, suami saya belum membuka buku lagi 😁

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Ketujuh

Buku terbanyak yang dibaca(kan) untuk Nara dan Kyna sepanjang tantangan jatuh pada hari ini. Kyna berhasil menambah 11 daun pada dahannya. Sementara Nara menambah 10 daun, karena saat buku kesebelas dibacakan dia sedag tidur. Tapi, Nara punya tambahan 38 halaman Na Willa yang berhasil dia dengarkan.

Makin rimbun aja deh tuh dahan anak-anak. Saya sampai kehabisan daun dan harus membuat stok daun yang baru.

Di sisi lain, saya dan suami malah kembali absen membaca. Huhuhu.. Konsisten itu memang tidak mudah ya. Perlu tekad dan disiplin yang kuat untuk membentuk kebiasaan baru.

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Keenam

Alhamdulillah di hari keenam ini daun saya bertambah satu lagi. Meneruskan buku yang sudah mulai saya baca sebelum tantangan ini dimulai sih. Boleh kan ya, hitungannya menyelesaikan satu buah buku.

Suami saya diam-diam membaca buku dan menuliskan jumlah halaman yang sudah dia baca pada reading track-nya. Masih jauh dari selesai, tapi saya sungguh terharu. Paling tidak dia sudah mulai ikut membaca, mau mencatat sendiri lagi. Alhamdulillah :’)

Daun Nara dan Kyna tetap bertambah, tapi tidak sebanyak hari sebelumnya. Kyna menghabiskan 4 buah buku,sementara Nara hanya 2 buah ditambah 18 halaman Na Willa.

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Kelima

Setelah menertawakan suami karena jumlah halaman buku yang sudah dia baca adalah 0 halaman, di hari kelima ini saya malah ikutan nggak menambah halaman. Itu saudara-saudara namanya kualat 😆

Nara menghabiskan 40 halaman buku Na Willa jilid dua, selain 3 buah daun tambahan dari buku lainnya. Sementara Kyna menambah 5 buah daun.

Dahan milik Pak Suami masih kosong. Saya akan mendoakan saja deh, supaya semangat membaca tumbuh dalam dirinya, juga semangat saya untuk konsisten membaca setiap hari. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Keempat

Alhamdulillah saya dapat daun lagi di hari keempat. Sayangnya, saya lupa menulis laporan jadi kesempatan mempero leh badge Outstanding Performance dengan menyetorkan laporan selama 15 hari berturut-turut pun hilang 😅

Nara dan Kyna seperti biasa dapat banyak daun dalam sehari. Kyna dapat 6 buah daun, sementara Nara 5 buah daun. Daun Nara memang lebih sedikit, tapi salah satu buku yang selesai dia baca (dibacakan) adalah buku yang sama yang memberi saya daun pertama. Sebuah buku cerita sepanjang lebih dari 100 halaman, dengan sedikit ilustrasi. Iya, di usianya yang baru tiga tahun, Nara sudah bisa menyimak chapter book.

19-01-14-17-58-29-515_deco

Saya agak kaget juga sih. Walau memang Nara sudah bisa menyimak saat dibacakan buku yang cukup panjang untuk seusianya saat itu, saat dia berusia 7-8 bulan.

Rasanya senang walau tenggorokan kering dan jadi harus mengulang buku yang baru saya baca.

Semoga menjadi awal minat baca dan kemampuan belajar sepanjang hayat ya, Nara.

Suami saya?

Sejauh ini maaih angka 0 saja yang tertera di reading tracker-nya 😂

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Ketiga

Saya berhasil dapat satu daun! 😆

Butuh tiga hari untuk buku yang sekitar 100 halaman saja. Itupun buku cerita anak-anak.

Sekarang sudah masuk buku yang kedua.

Senang rasanya menyelesaikan sebuah buku setelah sekian lama baca buku setengah-setengah.

Anak-anak tentu sudah banyak daunnya. Kemarin Kyna menambah 5 daun, sementara Nara 7 daun. Hari ini, sejauh ini Kyna sudah menambahkan 6 daun pada dahannya. Nara 3 daun, tapi itu karena dia minta dibacakan buku yang sedang saya baca! Padahal bukinya nyaris tidak ada gambarnya.

Tentu saja jadi tidak bisa dapat daun karena dibacakannya nyicil kan? Ini juga lebih karena tenggorokan mamanya kering, minta istirahat dulu 😅

Nara mulai minta dibacakan buku ini sejak kemarin. Saya tulis juga di reading tracker sesuai jumlah halaman yang telah dia simak. Nara memang sudah tampak mulai bosan demgan buku-buku yang dia miliki. Dia pernah berkomentar bahwa buku-bukunya pendek-pendek. Dia mau yang lebih panjang.

Ok deh, Kak. Nanti Mama coba carikan buku yang lebih panjang ya.

Ayah Nara sudah memutuskan mau membaca apa, tapi belum juga mulai membaca. Semangat Ayah! Kasihan dahannya masih gundul 😂

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Kedua

Di antara daftar hal yang perlu dilakukan, alhamdulillah dua hal sudah bisa dicentang: Membuat reading tracker dan pohon literasi 😀

Sempat bingung saat hendak membuat
reading tracker ini, karena rasanya kok jadi nggak ada bedanya sama pohon literasi. Setelah direnungkan lagi, reading tracker bisa dibuat untuk melihat buku apa saja yang sudah kita baca per hari. Khusus untuk saya dan suami, saya malah melakukan pencatatan jumlah halaman yang dibaca per harinya. Seru sih. Jadi lebih semangat. Bisa juga memang, dibuat daftar buku yang hendak dibaca, tapi karena saya cenderung memilih buku sesuai mood saat itu, jadi saya lebih suka memilih buku yang mau dibaca saat akan mulai membacanya.

Nara dan Kyna membaca (dibacakan) banyak buku hari ini. Memang sepertinya dahan mereka yang akan jadi paling rimbun sih. Soalnya siapa juga yang bisa mengalahkan minimal 5 buku dalam sehari kan? Kecuali saya juga bacanya buku-buku mereka saja xD

19-01-12-22-27-18-746_deco

Jadi, begituah pohon literasi dan reading tracker keluarga kami. Anak-anak, terutama Nara semangat betul mau nempel daun-daunnya. Jadi makin banyak aja deh buku yang dia minta bacain karena, “Kakak mau nempel daun lagi Ma!” 😅

Pak suami juga katanya sih mau mulai baca buku. Semoga kami (para orang tua) bisa konsisten yaa.. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Hari Pertama

Untuk tantangan level 5, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

1. Menjadwalkan family reading time.
2. Membuat reading tracker untuk masing-masing anggota keluarga, berisi daftar buku yang akan dibaca.
3. Membuat pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca.
4. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya.

Mengapa orang tua juga harus terlibat dalam kegiatan membaca ini?

Karena, terlepas dari manfaatnya untuk diri sendiri, untuk menghasilkan anak yang suka membaca, teladan orang tua adalah salah satu pengaruh yang kuat. Paling tidak semangat membaca buku, kebiasaan membaca dan berdiskusi, akan membentuk atmosfer pentingnya ilmu juga belajar sepanjang hayat dalam keluarga.

Ini juga sejalan dengan niat saya menggiatkan kembali kebiasaan membaca untuk diri sendiri.

Saya pernah membuat daftar buku yang telah saya baca dalam setahun. Diawali dari tahun 2013, berlanjut ke tahun 2014, dan 2015. Jumlah buku yang saya baca setiap tahunnya semakin menurun. Puncaknya pada tahun 2015 di mana daftarya terhenti pada bulan Mei. Sejak itu, saya berhenti membuat daftar semacam itu.

Hingga kemudian saya mengikuti sebuah kelas yang salah satu tugasnya adalah membangun kebiasaan membaca. Saya pun kembali membuat daftar buku yang sudah dibaca selama tahun 2018. Sayangnya, daftar yang dimulai pada bulan April itu ternyata hanya bertahan hingga bulan Agustus dengan total buku yang dibaca sejumlah 9 buku xD

Lalu sekarang sudah masuk tahun baru lagi deh. 2019. Semoga tantangan game level 5 dari Kelas Bunda Sayang ini bisa kembali menjadi pendorong awal bagi tumbuhnya semangat membaca setiap hari yang bertahan sepanjang usia yaa.. Aamiin YRA.

Untuk hari pertama ini, saya belum sempat membuat reading tracker maupun pohon literasi. Tapi, kegiatan membacakan buku sudah dimulai. Kegiatan ini memang sudah menjadi kegiatan rutin di rumah kami sih, cuma waktunya masih belum menentu, tergantung permintaan saja. Melalui tantangan ini, rencananya akan dibuat lebih tertata deh.

Sejauh ini, buku yang sudah dibacakan untuk Nara baru satu: “Seri Halo Balita: Aku Bisa Membuang Sampah Sendiri”, sementara Kyna, selain buku yang sama tersebut, juga dibacakan “Seri Halo Balita: Aku Berani Pergi ke Dokter”.

Saya sendiri sudah menyiapkan buku yang hendak dibaca pertama kali. Sementara untuk suami saya? Nah, ini jadi PR tersendiri nih :)) Kita lihat perkembangannya di hari-hari selanjutnya deh ya.

[Bunda Sayang] Materi 5: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Tema materi kali ini sangat dekat di hati saya, karena seperti yang pernah saya bahas di post tentang pentingnya menumbuhkan minat baca pada anak atau keinginan saya agar anak-anak saya gila baca, saya sungguh percaya betapa besar manfaat membacakan buku sejak dini.

Saya juga sungguh prihatin melihat berbagai data yang menunjukkan rendahnya minat baca dan kemampuan literasi di negara kita. Salah satunya peringkat yang dibuat oleh Universitas Negeri Conneticut Pusat Amerika Serikat (CCSU). Dari 61 negara di dunia yang diteliti, salah satunya berdasarkan hasil tes kemampuan dasar (PISA) serta tes membaca (PIRLS), kemampuan literasi (kemampuan membaca dan memahami bacaan) Indonesia menempati peringkat ke-60. Hanya satu tingkat di atas Botswana :((

Masih banyak anggapan dalam masyarakat kita, bahwa buku hanya digunakan untuk belajar di sekolah. Karenanya, setelah masuk usia sekolah dasar anak baru terpapar oleh buku. Itupun semata buku pelajaran. Orang tua juga banyak yang masih terfokus pada bagaimana agar anak bisa cepat membaca. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana agar anak terbiasa kemudian suka membaca. Kemampuannya membaca, juga memahami bacaan, akan tumbuh seiring dengan seringnya anak menyimak apa yang dibacakan kepadanya.

Ini sejalan dengan tahapan keterampilan berbahasa yang dijelaskan dalam materi level 5 ini, yang perlu dilewati anak agar tidak sekadar bisa mengeja huruf, namun juga memahami apa yang dibaca, mencintai kegiatan membaca, mengambil anfaat yang maksimal darinya, menjadi pembelajar sepanjang hayat juga berkarya dari hasil pembelajarannya.