Tag Archives: beres-beres

[Shokyuu Intensive Class] Task 8: Berbenah Komono Part 1

Setelah membereskan kertas, tibalah kami pada kategori yang sedikit lebih rumit: Komono.

Saya sebut lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti membereskan lebih dari satu kategori sekaligus.

Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).

1. Buat list sub-kategori yang akan teman teman kerjakan pekan ini 📝🗂
Tugas pertama sebelum berbenah komono karenanya adalah membuat daftar sub-kategorinya. Berikut daftar yang saya buat:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah komono. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah komono ini? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Before: The mess in our room 😅
Before: The mess in our room 😅
Tumpukan komono sebelum dipilah
Tumpukan komono sebelum dipilah

Karena kami masih menumpang di rumah orangtua, maka komono yang saya benahi adalah milik saya dan keluarga kecil saya saja, yang hampir seluruhnya terletak, atau lebih tepatnya berserakan 😆, di kamar kami.

Kendala utama seperti biasa adalah waktu. Karena dalam komono ini juga terdapat benda-benda kecil, jadi lebih sulit untuk berbenah di dekat anak-anak, khawatir hilang, melukai atau bahkan tertelan oleh mereka. Minggu ini saya juga kurang disiplin menyisihkan waktu untuk berbenah. Jika sebelumnya saya mengambil waktu saat anak-anak tidur, kali ini saya ikut bablas tertidur 😢

Pada akhirnya, saya baru berhasil membenahi dua sub-kategori dari daftar yang saya buat, yaitu: Elektronik dan peralatan mandi.

After: Peralatan mandi dan elektronik
After: Perlengkapan mandi dan elektronik

Tersimpan dalam lemari ini persediaan perlengkapan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, dan sebagainya. Karena lemarinya cukup besar, peralatan elektronik juga saya simpan di tempat yang sama.

Ternyata banyak sekali perlengkapan yang sudah mendekati bahkan melewati masa kadaluarsanya 😅.

Tadinya saya malas kalau harus mencari persediaan yang diperlukan, suka lupa juga apa masih ada persediaan, hingga kadang membeli lagi sabun misalnya, padahal masih ada simpanan. Senang juga melihat lemari itu sekarang. Saya tau persis apa yang masih ada, mengambilnya juga mudah sekali, tidak perlu “menggali” dulu dari timbunan yang ada 😂

Lanjutan berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya.

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 3: Persiapan Menyambut “Tidying Festival”

Setelah 4 materi dan 2 Task yang sudah didapat selama 4 minggu kelas Shokyuu ini berjalan, minggu ini Task 3, yang merupakan tugas terakhir dari materi basic Metode Konmari, tiba.

Task ini juga adalah task terakhir sebelum dimulainya “Tidying Festival” dalam rumah para peserta kelas. “Tidying Festival” atau
“Festival Berbenah” adalah istilah yang digunakan dalam Metode Konmari untuk menggambarkan proses berbenah sebagai sesuatu yang dilakukan layaknya sebuah festival: besar-besaran, berkelanjutan, dan sampai tuntas dalam satu periode waktu. Patokan waktu maksimal dalam metode ini adalah 6 bulan. Karena saya berencana mengikuti timeline kelas Shokyuu ini, maka diharapkan, saat kelas ini berakhir, selesai pulalah festival berbenah yang saya lakukan.

Task 3 ini berkaitan dengan penyambutan “Tidying Festival“. Berikut jawaban saya ya.

Ceritakan hal-hal persiapan apa yang Anda lakukan (atau bersama keluarga Anda) untuk menyambut “Tidying Festival” nanti. Persiapan H-1 pekan ini. Selamat mengerjakan.

Saya tidak sabar sekaligus deg-degan menyambut “Tidying Festival” ini. Tidak sabar karena ingin segera mewujudkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih rapi dan teratur sesuai visualisasi yang telah saya buat pada Task 1. Deg-degan karena penasaran, akankah berbenah ini bisa berhasil sesuai harapan dan menuntaskan semua masalah beres-beres saya selamanya 😀

IMG-20180216-WA0011

Saya cukup optimis sih. Tapi saya siap terus belajar dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki jika ternyata ada yang tidak sesuai harapan.

Nah, beberapa hal yang saya lakukan menjelang “Tidying Festival” dengan harapan bisa menambah semangat serta peluang keberhasilannya, antara lain adalah:
– Memberitahu keluarga, terutama suami, mengenai festival ini, dan meminta kerjasama dan partisipasinya dalam festival.

– Karena saya akan meninggalkan rumah selama beberapa hari dalam waktu pelaksanaan festival, saya mencicil memilah dan membereskan baju anak-anak. Tempatnya terpisah dari pakaian saya dan suami, jadi saya pikir tidak masalah. Kalau pun nantinya ada yang salah, saya pikir perbaikannya tidak akan memakan terlalu banyak waktu.

– Mulai mengumpulkan pakaian dalam satu tempat, sehingga saat tiba waktu memilah, tidak sibuk mencari-cari lagi di seluruh penjuru rumah 😅.

– Memasukkan agenda berbenah dalam jaswal harian. Belajar dari saat saya memilah pakaian anak-anak, rasanya waktu yang paling efektif adalah malam hari, saat anak-anak sudah tidur. Pada malam hari suami saya juga ada di rumah, sehingga bisa membantu, seperti yang telah dilakukannya saat memilah pakaian anak-anak 😍. Pada jadwal harian yang telah saya buat, kegiatan berbenah ini mungkin sementara akan mengambil waktu menulis blog di malam hari dan sebagian waktu tidur saya.

– Mengingat motivasi, menanamkan mindset, mengulang-ngulang visualisasi, sambil meyakinkan diri bahwa saya mampu dan perlu melakukan ini.

– Berdoa. Setelah semua usaha di atas, saatnya meminta kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Semoga Dia memberi kesehatan untuk saya dan keluarga sehingga bisa menjalani festival ini dengan baik dan senang, memberi kepekaan hati untuk merasakan benda yang “spark joy” dan berterima kasih pada setiap benda yang ada, memberi kelancaran dalam setiap prosesnya serta hasil yang langgeng dan baik untuk kehidupan saya ke depannya. Aamiin YRA.