Tag Archives: Berbenah

[Chukyuu Intensive Class] Task 4: KonMari Habit (Komono)

Setelah memyusun kebiasaan terkait kertas, minggu ini giliran kategori general komono, yaitu benda-benda lain di luar kategori sebelumnya, yang dibagi lagi menjadi sepuluh sub-kategori:
1. CD/DVD
2. Persediaan ATK
3. Electrical komono (kabel-kabel, memoricards, baterai, hard disk, power bank, flasdisk dll)
4. Skincare & cosmetics
5. Obat-obatan
6. Peralatan Hobi
7. Peralatan jahit
8. Koleksi (tanaman, pernak pernik)
9. Handuk, selimut, bedcover, sprei
10. Mainan anak

Cukup banyak ya. Kebiasaan yang harus dimulai juga jadi lebih banyak dari kategori lain. Tapi alhamdulillah tidak terlalu sulit, semua kebiasaan sederhana yang semoga bisa dipertahankan agar terasa manfaatnya.

Terlampir kebiasaan untuk kategori komono beserta update berjalannya kebiasaan dari kategori-kategori sebelumnya. Untuk kategori buku, karena beberapa kali tidak mencapai target, saya akhirnya mengurangi target membaca dari 50 halaman menjadi 10 halaman per hari l. Drastis ya? πŸ˜… Mudah-mudahan nanti busa dinaikkan lagi targetnya, seiring dengan manajemen waktu saya yang terus berusaha saya perbaiki.

Untuk kategori komono ini, ada kebiasaan yang belum sempat saya lakukan karena harus meninggalkan rumah selama beberapa hari. Insya Allah akan saya lakukan setelah saya kembali ke rumah. Update-nya akan saya sertakan pada post tugas selanjutnya.

KonMari Komono

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 9: Berbenah Komono Part 2

Task 9 sebenarnya tentang berbenah dapur πŸ˜…

Masih termasuk kategori komono juga sih, tapi khusus sub-kategori dapur. Dipisahkan karena mungkin dapur cukup luas untuk digabung dengan sub-kategori lain ya.

Berbenah dapur sama dengan berbenah komono yang ada di dapur, yang terdiri dari tiga kategori:
1) peralatan makan
2) peralatan memasak
3) makanan

Saya sering membayangkan punya dapur sendiri, yang memiliki peralatan sesuai kebutuhan dan tentunya tertata rapi, sehingga semua orang dengan mudah dapat menemukan apa yang dibutuhkan. Dapur yang bersih tentu juga jadi impian saya.

Sampai saat ini, saya dan keluarga masih menumpang di rumah orangtua saya, sehingga bayangan ideal saya itu tampaknya harus tertunda πŸ˜†

Dapur ibu saya cukup tertata rapi. Ibu saya juga memiliki kebiasaan untuk meletakkan peralatan makan dan memasak dengan rapi di bak cuci piring, sehingga, kalaupun tidak sempat langsung dicuci, tidak terlihat terlalu berantakan sampai malas dicuci. Setiap anggota keluarga mencuci peralatan bekas makannya sendiri. Jika bisa disambil, saat memasak peralatan yang sudah selesau digunakan juga dicicil untuk dicuci. Jadi yang tersisa tidak pernah terlalu banyak.

Walau demikian, itu bukan dapur saya, sama halnya dengan kulkas. Karenanya, saya belum sampai pada tahap membenahinya. Mungkin suatu saat nanti, saya bisa mengajak ibu saya untuk mencoba membenahi dapurnya dengan metode KonMari ini. Tapi belum sekarang πŸ˜…

Karena ituu.. Pada tugas kali ini saya memilih untuk memasukkan hasil berbenah komono yang belum tuntas pada tugas sebelumnya.

Berikut daftar sub-kategori komono yang saya buat sebelumnya:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

Alhamdulillah, akhirnya seluruh sub-kategori di atas berhasil saya benahi πŸ˜†

Perlengkapan Mandi dan Elektronik
Perlengkapan Mandi dan Elektronik

Kalau pada post sebelumnya saya baru memasukkan foto perlengkapan mandi yang menjadi stok, kali ini saya melengkapinya dengan foto perlengkapan mandi yang biasa dipakai sehari-hari.

Aksesoris dan Obat-obatan.
Aksesoris dan Obat-obatan

Sebelumnya, laci-laci kecil ini isinya benar-benar semrawut πŸ˜‚

Susah sekali mau nyari apapun. Sekarang, mau mengambil ataupun menaruh barang rasanya mudah saja 😍

Mainan Anak
Mainan Anak

Saya nggak sempat foto laci mainan ini sebelum dirapikan. Yang jelas, setiap anak-anak mau main pasti stres (mamanya), karena susah banget nyari mainan yang dimau, pas ketemu pun ada aja yang hilang atau nggak lengkap. Campur baur nggak karu-karuan deh. Udah malas liatnya, jadi mau naruh mainan juga asal aja πŸ˜₯

Sekarang, tiap mainan ada “rumah”-nya. Jadi gampang ngambilnya kalau mau main sesuatu. Peraturannya juga ditegaskan lagi, kalau sudah selesai main yang satu dibereskan dulu, masukin lagi ke “rumah”-nya, baru ambil yang lain. Damai sentosa deh jadinya 😁

Spot Bebas Tumpukan
Spot Bebas Tumpukan

Foto di atas tambahan aja sih. Kalau lihat foto keadaan kacau di post sebelumnya, ini adalah foto setelah berbagai komono itu dikasih “rumah” yang layak. Tumpukan-tumpukan yang mengganggu mata dan pikiran pun hilang sudah ❀

Alhamdulillaah πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

[Shokyuu Intensive Class] Task 8: Berbenah Komono Part 1

Setelah membereskan kertas, tibalah kami pada kategori yang sedikit lebih rumit: Komono.

Saya sebut lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti membereskan lebih dari satu kategori sekaligus.

Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).

1. Buat list sub-kategori yang akan teman teman kerjakan pekan ini πŸ“πŸ—‚
Tugas pertama sebelum berbenah komono karenanya adalah membuat daftar sub-kategorinya. Berikut daftar yang saya buat:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah komono. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah komono ini? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Before: The mess in our room πŸ˜…
Before: The mess in our room πŸ˜…
Tumpukan komono sebelum dipilah
Tumpukan komono sebelum dipilah

Karena kami masih menumpang di rumah orangtua, maka komono yang saya benahi adalah milik saya dan keluarga kecil saya saja, yang hampir seluruhnya terletak, atau lebih tepatnya berserakan πŸ˜†, di kamar kami.

Kendala utama seperti biasa adalah waktu. Karena dalam komono ini juga terdapat benda-benda kecil, jadi lebih sulit untuk berbenah di dekat anak-anak, khawatir hilang, melukai atau bahkan tertelan oleh mereka. Minggu ini saya juga kurang disiplin menyisihkan waktu untuk berbenah. Jika sebelumnya saya mengambil waktu saat anak-anak tidur, kali ini saya ikut bablas tertidur 😒

Pada akhirnya, saya baru berhasil membenahi dua sub-kategori dari daftar yang saya buat, yaitu: Elektronik dan peralatan mandi.

After: Peralatan mandi dan elektronik
After: Perlengkapan mandi dan elektronik

Tersimpan dalam lemari ini persediaan perlengkapan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, dan sebagainya. Karena lemarinya cukup besar, peralatan elektronik juga saya simpan di tempat yang sama.

Ternyata banyak sekali perlengkapan yang sudah mendekati bahkan melewati masa kadaluarsanya πŸ˜….

Tadinya saya malas kalau harus mencari persediaan yang diperlukan, suka lupa juga apa masih ada persediaan, hingga kadang membeli lagi sabun misalnya, padahal masih ada simpanan. Senang juga melihat lemari itu sekarang. Saya tau persis apa yang masih ada, mengambilnya juga mudah sekali, tidak perlu “menggali” dulu dari timbunan yang ada πŸ˜‚

Lanjutan berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya.

[Shokyuu Intensive Class] Task 3: Persiapan Menyambut “Tidying Festival”

Setelah 4 materi dan 2 Task yang sudah didapat selama 4 minggu kelas Shokyuu ini berjalan, minggu ini Task 3, yang merupakan tugas terakhir dari materi basic Metode Konmari, tiba.

Task ini juga adalah task terakhir sebelum dimulainya “Tidying Festival” dalam rumah para peserta kelas. “Tidying Festival” atau
“Festival Berbenah” adalah istilah yang digunakan dalam Metode Konmari untuk menggambarkan proses berbenah sebagai sesuatu yang dilakukan layaknya sebuah festival: besar-besaran, berkelanjutan, dan sampai tuntas dalam satu periode waktu. Patokan waktu maksimal dalam metode ini adalah 6 bulan. Karena saya berencana mengikuti timeline kelas Shokyuu ini, maka diharapkan, saat kelas ini berakhir, selesai pulalah festival berbenah yang saya lakukan.

Task 3 ini berkaitan dengan penyambutan “Tidying Festival“. Berikut jawaban saya ya.

Ceritakan hal-hal persiapan apa yang Anda lakukan (atau bersama keluarga Anda) untuk menyambut β€œTidying Festival” nanti. Persiapan H-1 pekan ini. Selamat mengerjakan.

Saya tidak sabar sekaligus deg-degan menyambut “Tidying Festival” ini. Tidak sabar karena ingin segera mewujudkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih rapi dan teratur sesuai visualisasi yang telah saya buat pada Task 1. Deg-degan karena penasaran, akankah berbenah ini bisa berhasil sesuai harapan dan menuntaskan semua masalah beres-beres saya selamanya πŸ˜€

IMG-20180216-WA0011

Saya cukup optimis sih. Tapi saya siap terus belajar dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki jika ternyata ada yang tidak sesuai harapan.

Nah, beberapa hal yang saya lakukan menjelang “Tidying Festival” dengan harapan bisa menambah semangat serta peluang keberhasilannya, antara lain adalah:
– Memberitahu keluarga, terutama suami, mengenai festival ini, dan meminta kerjasama dan partisipasinya dalam festival.

– Karena saya akan meninggalkan rumah selama beberapa hari dalam waktu pelaksanaan festival, saya mencicil memilah dan membereskan baju anak-anak. Tempatnya terpisah dari pakaian saya dan suami, jadi saya pikir tidak masalah. Kalau pun nantinya ada yang salah, saya pikir perbaikannya tidak akan memakan terlalu banyak waktu.

– Mulai mengumpulkan pakaian dalam satu tempat, sehingga saat tiba waktu memilah, tidak sibuk mencari-cari lagi di seluruh penjuru rumah πŸ˜….

– Memasukkan agenda berbenah dalam jaswal harian. Belajar dari saat saya memilah pakaian anak-anak, rasanya waktu yang paling efektif adalah malam hari, saat anak-anak sudah tidur. Pada malam hari suami saya juga ada di rumah, sehingga bisa membantu, seperti yang telah dilakukannya saat memilah pakaian anak-anak 😍. Pada jadwal harian yang telah saya buat, kegiatan berbenah ini mungkin sementara akan mengambil waktu menulis blog di malam hari dan sebagian waktu tidur saya.

– Mengingat motivasi, menanamkan mindset, mengulang-ngulang visualisasi, sambil meyakinkan diri bahwa saya mampu dan perlu melakukan ini.

– Berdoa. Setelah semua usaha di atas, saatnya meminta kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Semoga Dia memberi kesehatan untuk saya dan keluarga sehingga bisa menjalani festival ini dengan baik dan senang, memberi kepekaan hati untuk merasakan benda yang “spark joy” dan berterima kasih pada setiap benda yang ada, memberi kelancaran dalam setiap prosesnya serta hasil yang langgeng dan baik untuk kehidupan saya ke depannya. Aamiin YRA.

[Shokyuu Intensive Class] Task 2: Hambatan dan Solusi

Minggu ini, peserta kelas Shokyuu mendapat materi ketiga mengenai “Tidy by Category & Expressing Gratitude“. Kami juga mendapat Task 2 yang merupakan penjabaran lanjutan dari Task 1.

Jika diamati, Task 1 dan 2 ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Saya pikir, ini karena mindset adalah hal terpenting saat ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus meprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Berikut Task 2 beserta jawaban saya.

Dalam poin 1 pekan lalu, latar belakang dan mindset telah Anda jelaskan. Maka selanjutnya adalah paparkan upaya apa saja yang Anda usahakan untuk konsisten dalam β€œmenjaga mindset” tersebut.

Mindset saya dalam berbenah, seperti yang telah saya tuliskan pada Task 1, mungkin paling tergambar dalam kalimat berikut:

“Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.”

Salah satu usaha yang saya lakukan untuk menjaganya adalah dengan secara sungguh-sungguh mengikuti setiap materi dan diskusi, juga mengerjakan tugas dalam Shokyuu Class ini, dengan harapan, ilmu, teman berbagi, serta semangat positif untuk berbenah yang didapatkan dari kelas turut memelihara tekad saya untuk membenahi tempat tinggal sekaligus kehidupan saya.

Pada poin 2 tentang visualisasi β€œideal lifestyle” apakah sudah detail sesuai keinginan dan harapan Anda? jika belum, bisa Anda tambahkan. Jika sudah maka buatlah poin hambatan dalam merealisasikannya sekaligus solusi menurut Anda.

Sejauh ini rasanya poin visualisasi yang telah saya buat sudah cukup mewakili keinginan dan harapan saya. Foto-foto berikut kurang lebih menggambarkan visualisasi saya akan gaya hidup yang ideal seperti yang saya tuliskan pada Task 1.

18-02-26-17-38-14-799_deco

18-02-26-17-38-54-938_deco

18-02-26-17-39-33-106_deco

Sedangkan hambatan dalam merealisasikannya antara lain sebagai berikut:
a. Waktu
❀ Membagi waktu sebagai istri, ibu dua anak batita, juga pekerja tidak selalu mudah. Bahkan saya seringkali keteteran. Jangankan berbenah, baju dicuci dan dijemur dalam hari yang sama saja sudah merupakan prestasi πŸ˜‚

Mau melipat pakaian dengan dua anak berkeliaran? Pasti mereka serta-merta turut “membantu” hingga pakaian yang sudah terlipat kembali berantakan dan malah berhambur ke mana-mana πŸ˜…

❀ Solusi:
Pengelolaan waktu yang lebih baik. Waktu berbenah bisa dijadwalkan saat anak-anak tidur atau sengaja diajak main oleh ayahnya selama beberapa waktu sehingga mamanya bisa beres-beres. Kalau memang tidak bisa sekaligus dalam satu hari, kegiatan berbenah bisa dicicil setiap hari, sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Tentunya dengan metode Konmari, yaitu berbenah per kategori, memilah yang ingin disimpan, dan disusun dengan baik, sehingga hasilnya lebih efektif.

Pengelolaan waktu yang lebih baik ini, antara lain dengan membuat jadwal harian dan mengikutinya, juga bisa menjadi solusi untuk hidup yang lebih teratur dan meliputi kegiatan-kegiatan yang saya inginkan seperti yang telah saya sebutkan pada Task 1.

b. Ilmu dan Pemahaman
❀ Kurangnya ilmu mengenai berbenah membuat berbenah yang selama ini saya lakukan tidak tuntas. Kalaupun berhasil membereskan sebagian tempat, tidak lama semua kembali berantakan. Hingga saya malas membereskan kembali, karena rasanya percuma, nantinya akan berantakan lagi (pembenaran atas kemalasan).

❀ Solusi:
Belajar bagaimana berbenah yang lebih efektif. Membaca buku tentang metode Konmari dan sekarang mengikuti kelas Shokyuu ini merupakan upaya saya untuk menambah pemahaman akan metode yang lebih tepat untuk berbenah. Diawali dari menemukan motivasi dan mindset
berbenah serta membuat visualisasi tentang gaya hidup ideal yang diinginkan, saya percaya kali ini saya akan bisa berbenah dengan lebih efektif. Selama saya menjaga tekad dan komitmen untuk itu tentu saja.

Dalam menyusun timeline apakah Anda sudah mengerjakan sebelumnya ataukah mulai dari nol? ceritakan pengalaman Anda.

Saya sudah pernah mencoba cara melipat dan menyimpan ala Konmari untuk baju anak-anak, namun hanya sebatas itu saja. Belum pernah saya melakukan metode Konmari sepenuhnya, dari mulai menyortir dan seterusnya. Jadi, bisa dikatakan saya mulai dari nol. Timeline yang saya susun benar-benar mengikuti jadwal kelas Shokyuu ini. Maka saat ada tugas untuk mulai berbenah, saat itu pulalah saya, insya Allah akan mulai berbenah.

[Shokyuu Intensive Class] Task 1: Motivasi Berbenah, Visualisasi Gaya Hidup, dan Jadwal Berbenah

Ada yang pernah dengar tentang Metode KonMari?

Saya pertama kali dengar soal metode ini saat membaca buku “The Life-Changing Magic of Tidying Up” yang ditulis oleh Marie Kondo, pencipta metode tersebut. Iya, bukunya memang tentang cara beres-beres yang efektif dan bagaimana itu bisa mengubah kehidupan kita.

Isinya benar-benar menarik. Sayangnya, saya belum berhasil menerapkannya. Karenanya, saat mendengar bahwa telah dibuka kelas online tentang metode ini, saya langsung mendaftar, dengan harapan bisa membantu saya memahami lebih jauh mengenai metode ini juga lebih semangat menerapkannya.

Maka, dimulailah perjalanan saya sebagai peserta Shokyuu Intensive Class, yang merupakan level pertama dari tiga level kelas intensif KonMari tersebut.

Setelah mendapatkan dan mendiskusikan materi pertama dan kedua, tugas pertama pun tibalah. Berikut tugas dan jawaban saya.

1. Gali Motivasi Anda
Tuliskan motivasi Anda dalam berbenah. Uraikan secara detail dan rinci alasan-alasan motivasi dari dalam diri Anda. Kenapa Anda menginginkan perubahan.
====
Saya merasa hidup saya saat ini sungguh “berantakan” πŸ˜…

Segala sesuatu di dalamnya cenderung tidak teratur. Baik dalam hal peletakan barang-barang yang berantakan, berserakan dan seringkali sulit ditemukan keberadaannya, hingga jadwal kehidupan sehari-hari yang terasa kacau.

Banyak waktu dan energi yang terbuang untuk hidup dalam “kekacauan” ini. Rasanya pekerjaan selalu menumpuk, tapi tidak pernah terselesaikan. Begitu banyak yang perlu dirapikan dan dibenahi. Begitu banyak kegiatan yang ingin dilakukan setiap hari. Tapi pada akhirnya hari-hari berlalu dengan rutinitas yang itu-itu saja. Kelelahan yang saya rasakan tidak sebanding dengan banyaknya hal yang saya selesaikan.

Saya merasa semuanya berkaitan. Kelelahan saya, dengan keadaan rumah yang berantakan. Barang yang berserakan, dengan pikiran yang kacau dan keseharian yang tidak teratur.

Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.

2. Visualisasikan Gaya Hidup Ideal Anda
Setelah menemukan motivasi dari dalam diri, saatnya Anda tarik secarik kertas untuk menggambarkan impian suasana hunian Anda.

Pikirkan rumah seperti apa yang ingin anda dan keluarga anda tinggali dan bagaimana anda akan tinggal di dalamnya. Lalu visualisasikan dalam bentuk sketsa atau tulisan. Bisa juga dengan gambar-gambar yang anda cari dari majalah ataupun internet. Pastikan semua yang anda harapkan dari impian anda adalah sesuatu yang doable dan achievable setidaknya dalam waktu 6 bulan ke depan. Manfaatkan semua benda dan bagian rumah yang ada saat ini. Jadi bukan berisi angan-angan yang muluk dan akan sulit dicapai.
===
1. Saya ingin menyiapkan makanan yang sehat untuk suami dan anak-anak saya setiap hari, termasuk bekal makan siang untuk suami.
2. Saya ingin kamar tidur kami menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Barang-barang tersusun rapi di tempatnya. Mudah ditemukan dan disimpan kembali. Semua dalam keadaan bersih dan wangi.
3. Saya ingin mainan anak-anak tersimpan berdasarkan kategori, mudah ditemukan dan disimpan kembali oleh mereka. Laci mainan berisi mainan yang terawat dan bermanfaat untuk menstimulasi sesuai tahap perkembangan mereka, juga membuat mereka senang saat memainkannya.
4. Saya ingin semua barang-barang kami adalah barang yang kami sukai dan masih bermanfaat. Kami tahu persis di mana tempat masing-masing barang dan apa saja barang kami. Tidak ada barang yang menumpuk, terbengkalai, atau tidak disadari keberadaannya. Semua barang dihargai, disyukuri, digunakan dengan baik, dan memberi kebahagiaan bagi pemiliknya.
5. Saya ingin kehidupan sehari-hari kami teratur, dari waktu tidur (dan bangun tidur), makan, mandi, olahraga, belajar, hingga bermain. Sehingga lebih mudah untuk menambah kegiatan yang ingin dilakukan dan tidak ada yang tertinggal, terlambat atau dikerjakan dengan terburu-buru.
6. Saya ingin anak-anak bisa makan di meja makan pada waktu makan. Mereka juga belajar makan sendiri, bersama seuruh keluarga.
7. Saya ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar mengenai pengasuhan dan pendidikan anak, mempraktekkannya bersama suami dan anak, mengisi serta mengelola blog dan social media saya dengan lebih efektif, menarik, dan bermanfaat.
8. Saya ingin menambahkan kegiatan yang menstimulasi anak-anak saya sesuai dengan tahap perkembangannya dalam jadwal harian mereka.
9. Saya ingin melakukan semua itu di ruangan yang rapi, bersih, dengan fasilitas pendukung yang lengkap dan tersusun sesuai tempat yang telah ditentukan.

3. Pasang Jadwal
Pasang deadline atau timeline Anda kapan target menyelesaikan berbenah. Boleh menyesuaikan dengan timeline kelas shokyuu kita.
===
Saya akan menyesuaikan timeline dengan kelas Shokyuu ini, yang kalau tidak salah adalah selama 12 minggu. Sekarang sudah memasuki minggu ketiga, berarti ada 10 minggu lagi dengan minggu ini. Semoga saya bisa menyelesaikan kegiatan berbenah ini dalam waktu tersebut. Perkembangannya insya Allah akan saya update di blog ini ya 😁