Tag Archives: angkatan 1

[Gemari Madya] Task 7 – Menata Masalah

Sejujurnya saya agak bingung saat harus mengerjakan Task 7 ini, karena sepertinya kebanyakan masalah yang saya hadapi berkaitan dengan Task 1-6 😅

Setelah membaca suplemen, saya akhirnya memutuskan untuk memilih masalah nomor satu untuk dibahas pada task kali ini: Tidak/belum berhasil mencapai impian/goal yang kita tuju.

1. Analyze
Gunakan 5W1H untuk mengenali masalah dan mengidentifikasi akar masalah.

>> Apa yang sedang terjadi?
Banyak hal yang ingin dicapai dan dikerjakan, tapi berkali-kali gagal dalam membuat rencana dan/atau menjalankan rencana langkah demi langkah menuju tercapainya tujuan tersebut.

>> Kenapa bisa terjadi?
Karena kurang kuatnya tujuan (perlu mengganti beberapa impian), kurang komitmen, disiplin dan konsistensi dalam melakukan hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

>> Kapan kejadiannya?
Berkali-kali dalam hidup ini 😂

>> Di mana kejadiannya?
Saat di sekolah, di bangku kuliah, dalam pekerjaan di kantor (sebelum resign), dan sebagian besar di rumah dalam ranah peningkatan kualitas pribadi beserta segala perannya.

>> Siapa saja yang terlibat dengan kejadian itu?
Terutama diri sendiri dan mempengaruhi orang-orang terdekat, khususnyansaat ini suami dan anak-anak.

>> Bagaimana kejadian itu bisa sampai terjadi?
Saya mulai lalai dalam melakukan kebiasaan yang sedang dibangun, kembali ke kebiasaan dan cara lama, melupakan tujuan yang ingin dicapai, terbelenggu rutinitas.

2. The Most Trigger
Ya, masalahnya seringkali berulang. Saya pikir masalahnya ada pada diri saya sendiri. Sepeti tertulis pada suplemen solusinya hanya dua: Mengganti impian atau mengganti cara untuk mencapai impian.

Dalam kasus saya, bisa jadi ada beberapa impian yang perlu diganti atau dihilangkan karena sudah tidak relevan atau ternyata kurang memotivasi, sehingga sayanbisa lebih fokus pada impian yang lebih kuat. Namun, saya pikir saya memang lebih banyak belum maksimal dalam mencapi target dan impian saya. Baik dalam mencoba suatu cara maupun menggantinya dengan cara lain. Konsistensi, kesungguhan, saya masih berusaha membangun keduanya. Saya juga berusaha menambah ilmu dan semangat juang, salah satunya dengan bergabung dengan berbagai komunitas dan kelas belajar seperti contohnya Gemar Rapi ini.

3. Evaluasi
Terlepas dari banyaknya target dan impian yang belum atau tidak berhasil saya capai, saya juga sudah mencapai banyak hal dalam usaha saya mengalahkan diri sendiri.

Saya membuktikan bahwa jika saya ingin, saya bisa menjadi sangat konsisten dan bersungguh-sungguh. Misalnya, saya berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan diri saya setelah sempat menganggur dan berkutat dalam pekerjaan yang membebani hati dan pikiran saya. Masalah itu sempat membuat saya down dan merasa berada di titik terendah. Tidak berdaya, tidak berguna, egois, manja. Tetapi akhirnya, dengan izin Yang Maha Kuasa, saya bisa bangkit, menumbuhkan keyakinan diri dan tekad untuk mencapai yang lebih baik. Dan saya berhasil.

Click to Share

[Gemari Madya] Task 6 – Menata Uang

Perjalanan menata waktu masih dijalani, jadwal yang sudah dibuat alhamdulillah cukup membantu.

Sekarang tiba giliran melakukan sesuatu yang seringkali dihindari, terlupakan lalu mengejra-ngejar di akhir bulan 😆: Menata Uang.

Ini pas banget sih. Saya memang sedang memulai kembali membenahi pengelolaan keuangan. Cuma ya memang karena baru mulai, masih banyak berantakannya.

Saya baru dalam tahap berusaha mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Biasanya? Kebanyakan lupanya. Saya dan suami juga mulai lebih tertib dalam membagi rekening dan pos-pos penggunaan uang. Jadi nggak asal pakai dari mana aja yang masih ada sisanya 😂

Untuk membantu pencatatan ini, saya menggunakan aplikasi Fast Budget. Bisa dilihat pada gambar yang sudah saya unggah juga di task sebelumnya ya:

19-04-09-22-51-09-651_deco

Ini membantu sekali buat saya yang pengennya praktis tapi suka ribet sendiri 😂

Melalui aplikasi tersebut, kita bisa memasukkan akun-akun yang kita gunakan seperti rekening bank sampai dompet atau amplop berkategori, tergantung gaya masing-masing. Tapi kalau mau memasukkan lebih dari 4 akun, aplikasinya harus di-upgrade jadi yang premium. Harganya tudak terlalu mahal sih. Cukup mengeluarkan 40 ribu rupiah saja. Buat saya sih itu cukup sebanding dengan manfaatnya. *ini kenapa jadi iklan aplikasi

Lanjut ke Task 6:
1. Buat evaluasi keuangan bulan lalu dengan menghitung persentase tiap kategori pengeluaran dari pemasukan.
Kira-kira, begini kategori pengeluaran yang saya buat dalam aplikasi tersebut:
1. Kebutuhan harian
2. Perlengkapan rumah tangga
3. Smartphone
4. Biaya Bulanan
5. Sedekah
6. Kesehatan
7. Transportasi
8. Pakaian
9. Buku
10. Makan di luar (jajan)
11. Admin
12. Bayar utang
13. Keluarga

Banyak ya? 😂

Sebenernya mungkin beberapa kategori di atas bisa disatukan saja, misalnya jadi pengeluaran rutin, biaya tak terduga, dan sebagainya. Tapi saya pengen ngecek kategori mana yang paling besar, kalau dipisah begini lebih gampang liatnya. Terus untuk tabungan, tidak masuk ke dalam pengeluaran, karena langsung ditransfer per akun.

Untuk di sini, saya coba satukan aja berikut persentasenya ya:
1. Pengeluaran rutin:
60%
2. Sedekah: 3,5%
3. Tabungan: 20%
4. Pengeluaran tambahan: 10%
5. Lain-lain: 6,5%

Ini hitungan kasar sih. Soalnya bulan lalu banyak pengeluaran di luar rutin karena baru pindah rumah.

Kalau dilihat masih jauh dari ideal memang. Semoga bisa dibenahi pelan-pelan.

2. Buat perencanaan keuangan:
Berdasarkan list di atas saya membuat anggaran ideal atau survival budget sebagai berikut:
1. Tabungan/investasi: 30%
2. Sedekah: 10%
3. Pengeluaran rutin: 50%
4. Pengeluaran tambahan: 10%

Jatah untuk tabungan/investasi saya tambahkan berhubungan dengan perencanaan jangka panjang yang ingin saya tambahkan. Begitu pula dengan sedekah. Sementara untuk pengeluaran rutin dan tambahan, akan saya evaluasi lagi sehingga bisa lebih menghemat.

Untuk detailnya, biarlah saya dan suami yang tahu 😅

3. Cita-cita
Ini sesungguhnya begitu banyak daftarnya. Sementara saya masukkan dalam kategori tabungan/investasi.

Perjalanan memang masih panjang, karena catatan masih terus dibenahi dan pembagian masih belajar disesuaikan. Tugas kali ini bisa jadi pemandu agar tercapai anggaran ideal juga rencana dan imoian jangka panjang, sambil menambah ilmu dan amal. Semoga Allah mudahkan.

[Gemari Madya] Task 5 – Menata Waktu

Setelah Task 3 tentang Menata Potensi Diri, saya kembali mengerjakan Task 5 di blog ini. Bukan karena tidak ada Task 4, tapi karena tugasnya berupa form yang harus diisi, jadi tidak ada laporannya di sini. Sebagai catatan, materi dan task 4 adalah tentang Menata Kata alias cara berkomunikasi.

Kita langsung masuk ke Task 5 ya. Terus terang ini tuh perjuangan sejak dahulu kala. Kayanya juga masalah banyak orang yaa.. Bagaimana mengelola waktu dengan baik hingga bisa sehat lahir batin dan produktif. Ini juga penting dalam menunjang penerapan semua materi sebelumnya. Karena tanpanya, semua hanya akan jadi rencana indah di atas kertas (harfiah maupun digital). Sepeti yang saya alami saat ini 😆

Ya, terus terang, rencana dalam tugas-tugas sebelumnya itu belum mampu saya lakukan dengan konsisten 😢

Baiklah, kita lanjut ke Task 5.

1. 5 Kegiatan harian yang menyita waktu paling banyak:

    a. Berselancar di dunia maya

Dengan segala media sosial, grup chat, dan marketplace, rasanya “kesibukan” jadi nggak ada habisnya. Sayangnya tidak semua menghasilkan sesuatu. Ada hal penting yang memang membutuhkan penggunaan internet, namun hal penting itu pun seringkali terbengkalai, molor waktu pengerjaaannya, atau tidak maksimal karena teralih hal-hal lain yang lebih bersifat hiburan.

    b. Melipat pakaian

Ya, saya tim melipat pakaian. Pakaian yang digosok hanya pakaian kerja suami atau pakaian pesta, berpergian dan beberapa pakaian yang bahannya terlihat terlalu kusut kalau tidak disetrika. Namun, karena saya juga tim menunda, seringnya baju yang belum dilipat menumpuk sehingga cukup memakan waktu dalam melipat dan memasukkannya ke dalam lemari. Kebiasaan untuk langsung melipat begitu pakaian diangkat dari jemuran hanya bertahan sebentar-sebentar untuk kemudian kembali seperti semula.

    c. Memasak

Karena saya masih pemula dalam bidang ini, saya membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghasilkan makanan yang layak untuk keluarga saya. Mulai dari menyiapkan bahan dan peralatannya, mengolahnya sebelum mulai dimasak, hingga jadi sebuah masakan yang sehat dan bergizi. Seringnya, untuk menghemat waktu, saya jadi masak seadanya. Kurang ideal khususnya untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, juga untuk pola makan sehat yang saya ingin terapkan.

    d. Jualan online

Tadinya saya menganggap ini termasuk dalam kegiatan nomor 1. Tapi setelah saya pikir-pikir, ini bisa jadi terpisah, karena ini lebih seperti pekerjaan saya. Kegiatan ini mencakup membuat konten, memberikan info produk, menerima dan membuat pesanan, melayani pelanggan, mempelajari produk baru, dan sebagainya.

    e. Bermain bersama anak

Sebagian besar hari saya, sesungguhnya saya habiskan bersama anak-anak. Kegiatan selainnya pun dilakukan sambil membersamai mereka, yang tentu tidak selalu efektif, karena anak-anak tahu jika mereka diabaikan terlalu lama, misalnya saat saya terlalu banyak fokus pada hp, hingga mereka mulai berulah untuk menarik perhatian saya. Saya berusaha membuat kegiatan yang bermanfaat untuk mereka, apalagi karena saya berusaha membatasi menonton tv atau hp. Membacakan buku minimal saya lakukan jika sedang tidak ada ide kegiatan tertentu.

Sulit menentukan waktu yang dihabiskan untuk tiap kegiatan, karena mereka seringnya saling bercampur 🙈

2. Masukkan daftar micro habit challenge dari Task 1-3

    Task 1:

1. Pergi dan bangun tidur sesuai jadwal
2. Shalat tepat waktu
3. Menulis jurnal

    Task 2:

a. Food & Nutrition
1. Minum air putih +/- 2 liter/hari
2. Minum jeruk nipis peras dan makan buah setiap pagi.

b. Fitness & Excercise
1. Jalan pagi saat weekend
2. Menari/bergerak bebas bersama anak-anak

c. Relaxation & Sress Management
1. Shalat tahajud
2. Membuat jurnal syukur

    Task 3:

1. Menulis jurnal
2. Membaca buku minimal 20 halaman/hari
3. Membuat review buku di blog saat selesai membaca buku.
4. Update di medsos minimal 1 post per hari.

3. Gunakan pola manajemen yang dipilih (time management, task management, atau kombinasi keduanya) untuk mengelola kedua daftar di nomor 1 dan 2.
Saya mencoba menggunakan beberapa aplikasi di hp untuk membangun kebiasaan baru dan mengelola tugas-tugas saya. Saya sepertinya emnggunakan kombinasi antara manajemen waktu dan tugas, karena saya membuat daftar apa saja yang ingin dikerjakan setiap hari namun juga jadwal untuk rutinitas yang perlu diselesaikan per harinya.

Berikut beberapa aplikasi yang telah saya install.

19-04-09-22-51-09-651_deco

Semua kebiasaan yang ingin saya bangun dari Task 1-Task 3 di atas sudah saya masukkan.

PR selanjutnya adalah menyusun pengaturan agar semua kebiasaan berikut kegiatan rutin, termasuk yang menyita paling banyak waktu di poin nomor 1 agar bisa terlaksana dengan lebih efektif dan efisien.

Daripada menyusun jadwal yang detail per jam, saya sepertinya akan mencoba membuat kandang/kelompok waktu dan memasukkan beberapa prioritas dalam tiap kelompok tersebut.

Seperti ini kelompok waktu yang akhirnya saya buat:
1. Morning Starter – 04.00-07.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Tahajud, shalat Subuh, baca al-Qur’an.
>> Rumah Tangga: Mencuci dan menjemur pakaian, menyiapkan sarapan.
>> Bisnis Online: Membuat konten untuk sehari.
>> Habits: Minum Jeniper, makan buah, minum segelas air putih.

2. Enthusiastic First Half – 07.00-12.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Dhuha
>> Rumah Tangga: Melipat pakaian, memasak makan siang
>> Bersama Anak: Sarapan, membacakan buku, journaling, main, jalan pagi (weekend)
>> Bisnis Online: Posting tahap 1
>> Habits: Baca buku, minum 2 gelas air putih

3. Productive Second Half – 12.00-17.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Zuhur, Shalat Asar.
>> Bersama Anak: Makan siang, tidur siang, mandi sore, main.
>> Bisnis Online: Posting tahap 2
>> Habits: Baca buku, menulis jurnal, mengerjakan tugas kelas online, menulis blog/posting di media sosial pribadi, minum 2 gelas air putih

4. Peaceful Night – 17.00-22.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Magrib, Shalat Isya.
>> Rumah tangga: Masak makan malam (kalau berbeda dari siang), beres-beres.
>> Bersama Anak: Makan malam, sikat gigi, baca buku, cerita-cerita, tidur.
>> Bisnis Online: Posting tahap 3
>> Habits: Menulis jurnal syukur, minum segelas air putih.

Tentunya masih perlu penyesuaian-penyesuaian yang akan dibuat seiring dengan pelaksanaan jadwal di atas. Rasanya saya juga ingin membuat bentuk yang lebih cantik dan mudah dibaca nantinya. Tapi, saya merasa pembagian semacam ini memudahkan saya. Tertata tapi tidak terlalu terikat seperti jika diatur per jam.

Alhamdulillah. Semoga bisa dilaksanakan ya 😁

[Gemari Madya] Task 3 – Menata Potensi Diri

Materi ketiga menjelaskan mengenai pengertian potensi diri, bagaimana mengenalinya dan memanfaatkannya dalam kehidupan.

Ini tentu penting, karena sering kali kita merasa tidak punya kelebihan atau kekuatan. Atau, kita merasa ada yang kurang dari diri kita, apalagi jika dibandingkan dengan orang lain. Padahal bisa jadi itu merupakan sifat bawaan yang jika bisa kita kenali akan membawa kita pada potensi diri yang justru hanya dimiliki oleh diri kita.

1. Karakter dan Potensi Diri

Saya memilih menggunakan tes MBTI melalui 16personalities.com untuk mengetahui karakter saya, dan hasilnya, ternyata saya masuk ke dalam: INFP-A yang dalam website tersebut disebut juga The Mediator. Lengkapnya bisa diintip di sini.

Saya setuju sih sama hasilnya, sambil baca sambil ngangguk-ngangguk. Ini kok rasanya emang saya banget 😅

Selanjutnya, saya juga menggunakan tes di www.temubakat.com untuk mengetahui ST30 (Strenght Typology).

ST 30 - 070318

Sebenarnya saya sudah mengikuti tes ini tahun lalu. Waktu itu, saya sekaligus mendapat panduan untuk membaca hasilnya.

Panduan Membaca Hasil ST 30

Berdasarkan panduan dan bimbingan dari Mbak Rima Melanie Puspita Sarie, salah satu santri Abah Rama, yang menemukan tes ini, yang perlu diperhatikan adalah warna merah, yang duanggap sebagai bagian yang paling kuat dari kepribadian kita. Beginilah hasil pembacaan tes saya:

Penjabaran ST30

Berdasarkan pengamatan saya, hasil kedua tes tersebut tidak jauh berbeda. Jika harus memilih satu kekuatan yang ingin dikembangkan, saya akan memilih: Menulis.

Ini bukan hal baru sih. Saya selalu merasa kegiatan menulis adalah sesuatu yang mudah bagi saya. Saya bahkan merasa bahwa saya mengandalkan kemampuan mengarang dan menulis ini untuk bisa menyelesaikan pendidikan formal saya, karena saya kurang rajin belajar 😅

Ini sebabnya nilai saya lebih menonjol di pelajaran bahasa dan ilmu sosial. Pelajaran Fisika atau Matematika nggak bisa dikarang-karang jawabannya kan 😆

Sebelum ini, saat mendapat tugas yang sejenis, saya juga cenderung memilih menulis sebagai kekuatan yang ingin diasah. Walaupun menikmatinya, saya merasa tidak cukup banyak menulis, belum konsisten dalam menulis dan menghasilkan manfaat darinya.

Menulis juga cukup dapat mewakili kepribadian dan potensi yang saya miliki berdasarkan kedua hasil tes.

Masih banyak kekurangan saya dalam menulis. Semoga dengan mengasahnya, saya benar-benar bisa memanfaatkannya sebagai kekuatan yang membantu saya menjadi manusia yang lebih baik, bahagia, juga lebih banyak berkontribusi.

2. Upaya untuk Mengasah Potensi Diri

Untuk mengasah potensi tersebut, saya akan menantang diri saya untuk lebih banyak membaca dan menulis. Ini juga bukan hal baru, karena saya sudah pernah melakukannya namun belum pernah berhasil menjaga konsistensinya.

Kali ini, saya akan membuat sedikit perbedaan. Saya akan menyesuaikannya dengan beberapa target dan tujuan saya. Sehingga, selain sekadar menulis jurnal harian (yang juga berkaitan dengan tugas Gemar Rapi sebelumnya), saya akan memasukkan media sosial sebagai sarana berbagi sekaligus media latihan menulis.

Jadi, dalam bagan aktivitas yang akan saya kerjakan selama 21 hari ke depan, saya akan memasukkan 4 hal:
1. Menulis jurnal
2. Membaca buku minimal 20 halaman/hari
3. Membuat review buku di blog saat selesai membaca buku.
4. Update di medsos minimal 1 post per hari.

[Gemari Madya] Task 2 – Menata Raga

Setelah memulai proses menata jiwa, minggu ini kami masuk ke dalam tema “Menata Raga”.

Physicall wellbeing atau secara bebas saya terjemahkan menjadi kesejahteraan raga, yang merupakan tujuan menata raga ini, terbagi tiga:
– Food & nutrition
– Fitness & excercise
– Relaxation & stress management

Tugasnya tentu bagaimana memulai proses meningkatkan kualitas/kuantitas ketiga hal yersebut untuk mencapai physical wellbeing tadi itu.

1. Identifikasi Kesehatan Diri dan Keluarga.

Secara umum, kondisi kesehatan keluarga saya mungkin masuk dalam kategori “sakit tidak sehata belum tentu.” 😅

Karena memang, seperti (kalau tidak salah) Hiromi Shinya bilang, “Tidak sakit, bukan berarti sehat.”

Saya menangkapnya, walau tidak ada gejala pemyakit yang menonjol, belum tentu kondisi tubuh kita sepenuhnya sehat. Kalau bukan dalam waktu dekat, bisa jadi dalam jangka panjang akan terasa efek dari pola hidup yang kurang sehat.

Saya merasa hidup di tengah-tengah sih. Saya sudah mulai mengurangi penggunaan minyak, tidak menggunakan penyedap saat memasak, cukup sering makan buah, tapi juga masih suka jajan di luar.

Saya dan suamitidak minum alkohol atau merokok, tapi masih sula minum teh dan kopi (dengan gula dan susu).

Sebelum menikah, saya rutin jogging setiap pagi. Sekarang hampir tidak pernah olahraga. Begitupun suami. Saya suka lupa minum air putih. Kami jarang makan sayur.

Efek paling jelas dari pola hidup kami ini adalah badan yang kurang fit, mudah lelah juga mengantuk.

Setelah ditulis ternyata lebih banyak yang perlu diperbaiki yaa 😁😅

2. Micro Habits Menata Raga yang ingin dibentuk selama 21 hari.

a. Food & Nutrition
1. Minum air putih +/- 2 liter/hari
2. Minum jeruk nipis peras dan makan buah setiap pagi.

b. Fitness & Excercise
1. Jalan pagi saat weekend
2. Menari bebas bersama anak-anak

c. Relaxation & Sress Management
1. Shalat tahajud
2. Membuat jurnal syukur

Banyak yang perlu diperbaiki, namun tentu diperlukan proses yang perlu dijalani sesuai kemampuan. Biar tampak kecil, jika dilakukan dengan konsisten insya Allah akan membawa perubahan.

Bismillah.

[Gemari Madya] Task 1 – Menata Jiwa

Setelah perubahan yang terjadi dari Komunitas Konmari Indonesia menjadi Gemar Rapi, kelas-kelas yang diadakan pun turut berubah. Kelas Chukyuu, yang merupakan level kedua dalam kelas intensif Konmari, diganti menjadi kelas Gemari Madya.

Kelas ini baru resmi dibuka mulai minggu lalu dengan materi dan tugas yang dapat dikatakan berbeda dengan kelas chukyuu.

Jika tugas terakhir kelas chukyuu membahas tentang menata diri bersama keluarga, tugas pertama kelas Gemari Madya diawali dengan menata jiwa. Kami pun diminta untuk melakukan tiga langkah declutter jiwa. Berikut langkah yang saya lakukan:

1. Identifikasi Diri – Kehidupan yang diinginkan dalam:
– Jangka Waktu Dekat (1 tahun)
>> Memiliki pengelolaan waktu yang lebih baik, rutinitas yang dipenuhi kebiasaan baik, pikiran positif, dan produktivitas.

– Jangka waktu panjang (10 tahun)
>> Hidup dengan penuh keyakinan, target-target yang tercapai, proses belajar, bergerak, dan berkarya yang terus berjalan, keseimbangan antara aspek material, emosional, dan spiritual, dunia juga akhirat.

2. Penyebab Kekacauan Jiwa – Hal yang menghambat tercapainya kehidupan yang diinginkan:
Bagi saya, saat ini terutama adalah tujuan dan keinginan yang tidak terkelola dengan baik. Sehingga, banyak yang rasanya ingin dilakukan dan dicapai juga diselesaikan, namun semacam bingung hendak mulai dari mana. Begitu banyak informasi baru sekaligus hal yang ingin dipelajari, tapi seperti kehabisan waktu untuk memilah dan memahami satu per satu. Hidup jadi terasa “sibuk” dan melelahkan tanpa hasil yang signifikan sesuai keinginan. Pikiran jadi terasa penuh dan terbebani. Terjebak dalam rutinitas yang kurang produktif.

3. Jenis Clutter – Dari 3 jenis clutter yang diklasifikasikan dalam materi, sepertinya yang saya alami cenderung lebih banyak berputar di clutter calendar. Untuk itu, pola/langkah yang ditawarkan Charles Duhigg bisa saya coba lakukan:
1. Identifikasi rutinitas. Sementara ini beberapa rutinitas utama yang ingin saya ubah adalah terkait jadwal tidur, bangun tidur, dan shalat. Menurut saya, ini adalah rutinitas penentu. Setelah bisa mengubah itu, baru saya bisa berpindah membangun kebiasaan lainnya.

2. Menentukan reward saat berhasil melakukan rutinitas baru tersebut – Saya akan menambahkan poin untuk setiap kali saya berhasil, yang bila dijumlahkan dapat ditukarkan dengan sebuah buku dalam wish list saya.

3. Menemukan tanda apa yang menghambat perubahan di hari itu. Evaluasi akan saya lakukan setiap hari agar bisa diperbaiki pada hari selanjutnya.

4. Susun rencana. Saya akan membuat jadwal yang jelas juga daftar checklist tiga kebiasaan baru yang ingin saya lakukan tersebut. Targetnya adalah dilakukan selama 21 hari berturut-turut dengan pengulangan ke hari pertama jika ada yang terlewat, kemudian dilanjytkan hingga 6 bulan hingga menjadi kebiasaan yang otomatis.

5. Craving atau motivasi tambahan yang saya rasa akan efektif adalah tujuan yang jelas mengapa saya ingin membentuk kebiasaan baru ini. Apa yang bisa saya capai dengan melakukannya dan apa kerugian saya jika tidak melaksanakannya. Jika perlu, saya akan menempelkan alasan kuat ini di dinding kamar agar terlihat setiap hari beserta daftar checklist tersebut.

Selain ketiga langkah di atas, saya menambahkan menulis jurnal sebagai salah satu cara untuk menguraikan kekacauan jiwa. Saya merasa cara ini efektif untuk menuangkan apa-apa saja yang saya rasa dan pikirkan, rencana-rencana dan kesalahan-kesalahan saya, daftar pekerjaan, target, dan kebiasaan yang ingin dibuat. Semua yang tampaknya ruwet bisa terlihat lebih jelas dengan menuliskannya.

Sudah lama saya tidak lagi rutin menulis jurnal. Mungkin ini juga sebabnya kepala saya terasa penuh. Saya akan memasukkan kegiatan menulis jurnal ini sebagai rutinitas yang saya hidupkan kembali.