Tag Archives: 16 kepribadian

[Gemari Madya] Task 3 – Menata Potensi Diri

Materi ketiga menjelaskan mengenai pengertian potensi diri, bagaimana mengenalinya dan memanfaatkannya dalam kehidupan.

Ini tentu penting, karena sering kali kita merasa tidak punya kelebihan atau kekuatan. Atau, kita merasa ada yang kurang dari diri kita, apalagi jika dibandingkan dengan orang lain. Padahal bisa jadi itu merupakan sifat bawaan yang jika bisa kita kenali akan membawa kita pada potensi diri yang justru hanya dimiliki oleh diri kita.

1. Karakter dan Potensi Diri

Saya memilih menggunakan tes MBTI melalui 16personalities.com untuk mengetahui karakter saya, dan hasilnya, ternyata saya masuk ke dalam: INFP-A yang dalam website tersebut disebut juga The Mediator. Lengkapnya bisa diintip di sini.

Saya setuju sih sama hasilnya, sambil baca sambil ngangguk-ngangguk. Ini kok rasanya emang saya banget 😅

Selanjutnya, saya juga menggunakan tes di www.temubakat.com untuk mengetahui ST30 (Strenght Typology).

ST 30 - 070318

Sebenarnya saya sudah mengikuti tes ini tahun lalu. Waktu itu, saya sekaligus mendapat panduan untuk membaca hasilnya.

Panduan Membaca Hasil ST 30

Berdasarkan panduan dan bimbingan dari Mbak Rima Melanie Puspita Sarie, salah satu santri Abah Rama, yang menemukan tes ini, yang perlu diperhatikan adalah warna merah, yang duanggap sebagai bagian yang paling kuat dari kepribadian kita. Beginilah hasil pembacaan tes saya:

Penjabaran ST30

Berdasarkan pengamatan saya, hasil kedua tes tersebut tidak jauh berbeda. Jika harus memilih satu kekuatan yang ingin dikembangkan, saya akan memilih: Menulis.

Ini bukan hal baru sih. Saya selalu merasa kegiatan menulis adalah sesuatu yang mudah bagi saya. Saya bahkan merasa bahwa saya mengandalkan kemampuan mengarang dan menulis ini untuk bisa menyelesaikan pendidikan formal saya, karena saya kurang rajin belajar 😅

Ini sebabnya nilai saya lebih menonjol di pelajaran bahasa dan ilmu sosial. Pelajaran Fisika atau Matematika nggak bisa dikarang-karang jawabannya kan 😆

Sebelum ini, saat mendapat tugas yang sejenis, saya juga cenderung memilih menulis sebagai kekuatan yang ingin diasah. Walaupun menikmatinya, saya merasa tidak cukup banyak menulis, belum konsisten dalam menulis dan menghasilkan manfaat darinya.

Menulis juga cukup dapat mewakili kepribadian dan potensi yang saya miliki berdasarkan kedua hasil tes.

Masih banyak kekurangan saya dalam menulis. Semoga dengan mengasahnya, saya benar-benar bisa memanfaatkannya sebagai kekuatan yang membantu saya menjadi manusia yang lebih baik, bahagia, juga lebih banyak berkontribusi.

2. Upaya untuk Mengasah Potensi Diri

Untuk mengasah potensi tersebut, saya akan menantang diri saya untuk lebih banyak membaca dan menulis. Ini juga bukan hal baru, karena saya sudah pernah melakukannya namun belum pernah berhasil menjaga konsistensinya.

Kali ini, saya akan membuat sedikit perbedaan. Saya akan menyesuaikannya dengan beberapa target dan tujuan saya. Sehingga, selain sekadar menulis jurnal harian (yang juga berkaitan dengan tugas Gemar Rapi sebelumnya), saya akan memasukkan media sosial sebagai sarana berbagi sekaligus media latihan menulis.

Jadi, dalam bagan aktivitas yang akan saya kerjakan selama 21 hari ke depan, saya akan memasukkan 4 hal:
1. Menulis jurnal
2. Membaca buku minimal 20 halaman/hari
3. Membuat review buku di blog saat selesai membaca buku.
4. Update di medsos minimal 1 post per hari.

Click to Share