Category Archives: Parenting

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Aliran Rasa

Tantangan level ini sesungguhnya mematangkan lagi konsep rezeki untuk diri sendiri. Bahwa uang hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak rezeki dalam berbagai bentuknya yang telah dan selalu dikaruniakan Allah kepada kita.

Rezeki bukan saja nikmat tapi juga titipan. Mensyukurinya juga bukan hanya dengan ucapan syukur tetapi juga ditunjukkan dengan cara kita memanfaatkan dan mengelolanya sebaik mungkin.

Menjaga kesehatan, berbuat baik dengan tubuh dan ilmu, membagi harta kita untuk berbagi, berinvestasi, kemudian baru kebutuhan yang dipisahkan lagi dari keinginan, merupakan contoh cara kita bersyukur dan bertanggung jawab atas titipan Allah kepada kita.

Mengajarkan konsep tersebut pada anak-anak sekaligus menguatkan pemahaman diri sendiri. Ilmu untuk mengelola rezeki berupa uang, selanjutnya bisa perlahan ditanamkan melalui kebiasaan. Terutama tentunya teladan dari cara kita mengelola keuangan.

Semoga kita dan anak keturunan kita mampu mengelola setiap rezeki sehingga senantiasa diliputi keberkahan. Aamiin YRA.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Kelimabelas

Kali ini giliran Ayah yang bercerita tentang rezeki. Bermacam rezeki yang diberikan Allah swt. kepada kita, salah satunya Ayah jemput dengan bekerja.

19-05-10-22-16-49-197_deco

Nara menanggapi dengan celotehan panjangnya. Menulis daun untuk Pohon Syukur membantunya mengerti tentang macam-macam rezeki.

Kyna masih menyimak saja, sesekali menimpali mengikuti kakaknya.

Masya Allah tabarakallah. Semoga selalu syukur yang tertanam dalam hati kita, senantiasa berusaha juga berdoa untuk keberkahan rezeki yang Allah titipkan kepada kita. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Keempatbelas

Jangankan anak-anak, orang tuanya pun suka lapar mata kalau liat makanan enak-enak. Apalagi yang kemasannya menarik. Rasanya pengen beli semuanya. Saya sih paling nggak 😆

Nara dan Kyna juga sama.

Hari ini kami mampir ke minimarket untuk menggunakan ATM dan membeli materai. Nara dan Kyna tentu langsung menjamah apa yang menarik perhatian mereka. Sampai ke depan kasir pun masih begitu.

19-05-09-22-33-44-472_deco

Kembali saya beritahu pada mereka, kalau kami ke situ bukan untuk membeli semua itu. Kita tidak bisa membeli apa saja hanya karena sedang ingin, tapi harus berdasarkan daftar kebutuhan.

Alhamdulillah Nara dan Kyna belum pernah tantrum karena ingin membeli sesuatu. Pernah merengek atau sulit diajak berlalu, tapi setelah diajak bicara, mereka mau menerima.

Semoga dengan tidak selalu dipenuhi keinginannya, mereka bisa belajar membedakan mana kebutuhan dan keinginan serta menahan diri dari membeli hal-hal yang sebenarnya tidak mereka perlukan.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Ketigabelas

Proyek Pohon Syukur masih berlanjut. Nara dan Kyna bersemangat menambah daun berisi rasa syukur mereka atau sesuatu yang membuat mereka senang, istilah yang saya ajukan agar lebih mudah mereka pahami.

Di awal setiap kalimat syukur, kami tambahkan alhamdulillah, dan setiap selesai menempel daun, kami berterima kasih kepada Allah.

19-05-08-22-45-44-331_deco

Nara dan Kyna bersyukur untuk hal-hal sederhana seperti cemilan kesukaan atau jatah screen time. Namun dengan demikian semoga mereka mengerti bahwa dari hal-hal kecil, justru hingga hal-hal terkecil yang mereka nikmati, merupakan rezeki dari Allah swt.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Keduabelas

Dalam rangka mengikuti challenge minggu pertama dari Changemaker Family (Keluarga Pembaharu), keluarga kami membuat Pohon Syukur.

Saya pun memanfaatkannya untuk kembali menjelaskan kepada Nara dan Kyna mengenai rezeki. Betapa banyak krnikmatan yang Allah karuniakan kepada kami. Sebagian kecilnya bisa dilihat dari lembaran daun berisi hal yang disyukuri hari itu.

19-05-07-22-43-29-157_deco

Ini hari kedua dari tantangan, masing-masing dahan anggota keluarga sudah berisi dua helai daun. Pasti seru melihat bertambahnya daun hari demi hari. Semoga kami sekeluarga, termasuk Nara dan Kyna, dapat menjadi manusia yang pandai bersyukur, menyadari juga menjaga dan mengelola dengan baik rezeki dan anugerah Allah swt. yang senantiasa dilimpahkannya kepada kami. Aamiin YRA.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Kesebelas

Setelah penimbangan di Posyandu pagi ini, Nara dan Kyna mendapat penganan berupa susu kotak dan dua bungkus biskuit.

Mereka tentu dengan gembira menerima dan memakannya begitu tiba di rumah.

19-05-06-21-58-42-256_deco

Saya menggunakan kesempatan itu untuk kembali mengenalkan konsep rezeki pada mereka.

“Kakak dan Adek suka makanannya?”
“Itu juga rezeki dari Allah loh. Bilang apa sama Allah?

“Makasih Allah.”

“Kalo terima kasih sama Allah gimana bilangnya?”

“Alhamdulillah.”

❤❤❤

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Kesepuluh

Nara dan Kyna tertarik melakukan apapun yang kami selaku orang tuanya lakukan. Begitu pula dalam hal belanja.

Mereka yang ingin membawa keranjangnya, memasukkan barang, hingga mengeluarkan barang dan membayar di kasir.

Kali ini juga begitu. Kami membiarkannya, untuk menumbuhkan fitrah ingin mencoba dan membantu, inisiatif, juga agar mereka semakin mengerti proses segala sesuatu.

19-05-05-23-09-50-152_deco

Mereka jadi menyaksikan sendiri, kalau barang-barang yang kita ambil itu perlu ditukar dulu dengan uang, baru bisa dibawa pulang dan digunakan.

Kita juga perlu memilih antara barang yang dibutuhkan atau sekadar keinginan yang tidak harus selalu dipenuhi.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Kesembilan

19-05-04-21-32-22-142_deco

Itu celengan Nara dan Kyna. Yang biru isinya uang logam Rp. 500,-, yang hijau Rp. 1.000,-.

Sengaja dipisahkan, biar lebih gampang menghitungnya nanti. Sekalian Nara dan Kyna latihan membedakan kedua jenis uang logam dan mengelompokkannya ke tempat yang tepat.

Nara dan Kyna selalu semangat kalau ada yang memberikan uang logam untuk dimasukkan ke celengan. Mereka tak jarang meminta uang logam demi bisa memasukkannya ke celengan.

Nara, terlebih Kyna, belum terlalu mengerti fungsi celengan tersebut. Mereka hanya tau, memasukkan uangnya menyenangkan, dan mungkin bisa dipakai untuk membeli apa yang mereka suka. Seperti tadi saat saya bertanya pada Nara untuk apa dia akan menggunakan uang dalam celengannya, dia menjawab, “Untuk beli es krim.” 😆

Nggak salah juga sih. Bisa juga digunakan untuk itu kalau dia mau. Mungkin nanti saya bisa menjelaskan pada Nara bahwa dia bisa menyimpannya untuk barang yang lebih besar nilainya, yang tidak habis dalam sekali makan saja.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Kedelapan

Setelah bermain menggunakan kertas, hari ini Nara dan Kyna menggunakan mangkuk sebagai toples pembagian uang.

Masing-masing anak diberikan sejumlah kancing sebagai pengganti uang saku. Lalu dipersilakan membaginya ke dalam 3 mangkuk Save, Spend, dan Share.

19-05-03-21-03-26-903_deco

Setelahnya, mereka membelanjakan “uang” mangkuk spend untuk keperluan sehari-hari sesuai jumlah kancingnya. Mangkuk save untuk membeli haln yang mereka inginkan (Nara memilih buku). Sementara mangkuk share diberikan pada yang membutuhkan (Kynan si boneka bebek yang jadi pemerannya).

Nara cukup bisa ikut bermain sesuai aturan mainnya. Sementara Kyna masih bermain sesukanya.

[Bunda Sayang] Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini – Hari Ketujuh

Kalau waktu itu Nara dan Kyna baru mendengar cerita tentang Nina yang membagi uang sakunya ke dalam 3 toples, kali ini mereka bermain mengenai konsep yang sama.

Mereka yang jadi Ninanya. Saya lalu memberi mereka “uang saku” yang bisa mereka bagi ke dalam tiga “toples”: Save, Share, dan Spend.

19-05-02-23-33-19-933_deco

Mereka senang sekali, terutama Nara. Dia membagi “uang saku”-nya ke dalam toples-toples dan ingin melakukannya berulang-ulang. Saat ditanya kenapa dia menaruh dua keping di toples ini dan satu di sana, Nara bilang, “Soalnya uangnya nggak cukup untuk bisa sama banyak.” 😆

Sementara Kyna lebih ke seru-seruan meletakkan keping-keping “uang saku”-nya ke dalam toples.

Semoga kelak mereka bisa membagi rezeki yang diperoleh dengan bijaksana ya.