Category Archives: Parenting

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Keempatbelas

Kami lupa menyiram si tomat! :(

Hari itu kami kembali membaca buku “Allah Sayang Padaku: Allah Ciptakan Tubuhku”.

Nara dan Kyna selalu semangat menyebutkan anggota-anggota tubuh yang digambarkan dalam buku.

Giliran organ seperti otak, paru-paru, otot atau tulang, mereka masih suka lupa, tapi dengan senang kembali menyimak di mana organ itu berada dan apa fungsinya.

Betapa sempurna ciptaan Allah. Semoga kami bisa selalu mensyukurinya, dengan menggunakannya untuk kebaikan dan dalam ketaatan kepada-Nya. Aamiin YRA.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Ketigabelas

Tanaman tomat belum juga terlihat tunasnya. Nara dan Kyna masih menyiramnya setiap sore sambil mengajaknya bicara dan mendoakannya agar segera tumbuh.

Hari itu kami membaca buku “Aku Belajar Puasa” dari seri Halo Balita.

Nara dan Kyna memang belum pernah mencoba puasa, tapi mereka, Nara khususnya, melihat orang-orang dewasa di sekitarnya menjalani ibadah puasa. Nara juga kerap ikut “berbuka” dengan menunda waktu minum teh dan makan kuenya hingga adzan magrib berkumandang.

18-11-14-15-54-40-013_deco

Buku tersebut mengenalkan konsep puasa lebih dekat pada mereka.

Dalam buku itu, diceritakan bagaimana Ibu menjelaskan kepada Sali bahwa puasa artinya menahan diri, dari lapar, haus, atau amarah. Dengan demikian, kita akan terlatih mengendalikan diri untuk menjauhi keburukan dan banyak berbuat kebaikan.

Berpuasa baik untuk kita dan menambah sayang Allah kepada kita. Itu poin yang ingin saya sampaikan untuk Nara dan Kyna sih.

Saya ingin mereka melihat puasa sebagai sesuatu yang menyenangkan, baik, dan seru untuk dilakukan. Sebagaimana Sali yang menjalaninya tanpa paksaan atau iming-iming hadiah.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Keduabelas

Sudah lama saya ingin mengajak Nara memasak atau membuat kue bersama.

Pertama, karena dia sangat tertarik dengan kegiatan di dapur. Selalu mengikuti dan melihat saya atau neneknya memasak. Nara juga sudah sering kami biarkan ikut membantu pekerjaan-pekerjaan kecil, seperti menuang bahan, mengaduk, mengupas bawang, dan semacamnya.

Kedua, saya pernah mendengar bahwa kegiatan memasak itu banyak sekali manfaatnya untuk anak. Mulai dari melatih motorik halus, kemampuan koordinasi juga kontrol mata dan tangan, practical life skill, matematika, hingga ketekunan, kepedulian, kepekaan, kesabaran, dan pemahaman akan proses.

Untuk proyek hari keduabelas ini, saya memutuskan untuk membuat kue kering bersama Nara. Tadinya saya ingin membuat bentuk bintang dan bulan, agar mengingatkan pada ciptaan Allah yang menakjubkan itu. Saya juga ingin mengaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. yang diceritakan sempat menduga keduanya sebagai Tuhan sebelum diberi petunjuk oleh Allah swt.

Tapi ternyata cetakannya tidak dapat ditemukan.

Akhirnya saya menggunakan cetakan yang ada saja, bentuk hati dan bunga. Cukuplah mewakili ciptaan Allah dan kasih sayang yang Allah miliki terhadap ciptaan-Nya, juga kasih sayang yang seharusnya kita miliki untuk sesama dan alam semesta.

Seperti yang sudah saya duga, Nara begitu bersemangat saat diajak membuat kue. Dia berkali-kali menanyakan kapan kami akan mulai. Nara yang kemudian yang mencampur bahan-bahan dan mengaduknya, menggiling adonan hingga siap dicetak, dan mencetaknya. Saya membantu dalam setiap tahap, namun menahan diri untuk terlalu banyak mengambil alih. Saya yang kemudian memindahkan hasil cetakan ke dalam loyang dan mencairkan coklat untuk menyelup biskuitnya setelah dipanggang.

GL 3 D12 - 131118

Di mana Kyna?

Kyna tidur siang, tapi bangun saat kami sedang menyetak kue. Kyna pun kebagian nyetak kue, menyelup kue yang sudah matang ke dalam coklat cair berwarna merah (pilihan Nara), lalu memakan kuenya sampai tangan dan mulutnya belepotan coklat.

Kegiatan seru yang perlu diulang nih.

Saya sempat juga mengingatkan Nara, bahwa yang membuat kue adalah manusia, tapi Allah yang memberi izin dan kemampuan. Sebelumnya, kami sudah pernah juga membahas hal ini, saat Nara tampak kesulitan membedakan mana yang ciptaan Allah mana yang buatan manusia. Semoga pemahaman Nara semakin terbentuk, juga kesadaran bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, walau bukan hasil ciptaan-Nya secara langsung.

Btw, foto sebelah kiri bawah, yang kue keringnya bersebelahan dengan nastar buatan ibu saya itu, Nara yang ambil sendiri lho fotonya.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kesebelas

Hari ini giliran seri Nabiku Idolaku jilid “Nabi Ishaq a.s.” yang jadi pilihan Nara dan Kyna.

Nabi yang dikisahkan penuh kasih sayang, sabar dan cinta perdamaian ini menjadi contoh bagi Nara dan Kyna bagaimana mengasihi sesama. Nabi Ishaq juga tidak pernah menyakiti binatang maupun merusak tanaman. Begitulah kita sebagai manusia seharusnya bersikap.

Sorenya, saya mengajak Nara dan Kyna menyiram dan menyapa tanaman tomat kami.

Tumbuh yang baik ya, Tomat :)

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kesepuluh

Sebagai bagian dari menyayangi ciptaan Allah, saya mengajak Nara dan Kyna menanam tomat. Ini juga terinspirasi dari buku yang kami baca kemarin sih.

18-11-10-16-40-33-022_deco

Pertama, saya memisahkan biji tomat dari buahnya, lalu membuat lubang-lubang kecil di pot berisi tanah yang sudah disiapkan ayah saya, atoknya Nara, yang memang hobi berkebun.

Kemudian, Nara dibantu ayahnya memasukkan biji-biji itu ke dalam lubang. Satu biji dalam satu lubang.

Setelah menutup bagian atasnya dengan tanah, Nara menyiram dua pot berisi biji-biji tomat tadi. Kyna yang sedang tidur terpaksa melewatkan kesempatan ini.

Tomat yang kami tanam jenis tomat rampai, tomat kecil-kecil yang biasa digunakan untuk membuat sambal oleh orang Lampung. Among Nara, ibu dari ayah Nara yang asli Lampung yang dulu memberikan tomat tersebut untuk ditanam oleh Atok. Dari tomat hasil tanam Atok lah biji tomat yang kami tanam.

Kegiatan menanam dan merawat tanaman tomat ini semoga dapat menumbuhkan kasih sayang dan melatih ketekunan Nara juga Kyna.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kesembilan

Sebagai sesama makhluk ciptaan Allah, kita harus saling menyayangi, dengan demikian Allah juga akan bertambah sayang kepada kita. Itulah yang ingin saya tanamkan pada Nara dan Kyna dalam proyek hari kesembilan ini.

Buku Halo Balita jilid “Aku Sayang Kumi” terpilih menjadi salah satu buku untuk dibacakan sebelum tidur kali ini. Sayangnya, Kyna sudah tidur lebih dulu, jadi hanya Nara yang mendengarkan saya membacakan bukunya.

18-11-10-16-39-34-287_deco

Buku ini menceritakan tentang Sali yang lupa memberi makan Kumi, kucing peliharaannya juga lalai menyiram tanaman tomatnya. Mereka jadi lemas dan layu. Sali kemudian menyadari kesalahannya dan berjanji akan merawat keduanya dengan lebih baik.

Menyayangi ciptaan Allah berarti menjaganya, minimal tidak merusak atau menyakitinya. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hati kita pun sebaiknya dipenuhi dengan kasih sayang. Terhadap diri sendiri, sesama, dan semesta alam. Ini juga merupakan bagian dari rasa sayang dan syukur kita kepada Allah swt.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kedelapan

Nara ikut ayahnya shalat di masjid. Ini bukan pertama kalinya dia ikut ayahnya. Kami membiarkannya ikut ke masjid sesekali agar terbiasa dan senang dengan suasana masjid.

Seperti biasa, Nara bersemangat jika diajak ke masjid. Menurut ayahnya, kalau tidak mengikuti gerakan shalat, Nara akan duduk manis menunggu ayahnya selesai. Kadang dia juga bermain-main sebagaimana layaknya anak-anak.

Saat di rumah, Nara juga seringkali mengikuti saya atau ayahnya shalat. Dia sudah bisa mengikuti kami shalat sampai selesai, walau gerakannya tentu belum sempurna. Kyna juga suka ikutan, tapi tidak bertahan sampai selesai.

Kami ingin Nara dan Kyna melihat kegiatan shalat sebagai sesuatu yang menyenangkan dan perlu dilakukan. Saya selalu memberitahu mereka kalau saya shalat karena ingin bersyukur kepada Allah swt. atas begitu banyak nikmat yang telah Dia berikan (biasanya saya sebutkan beberapa di antaranya agar lebih konkrit untuk mereka).

PR kami adalah menjaga agar selalu bersemangat saat tiba waktu shalat, bergegas melaksanakan shalat, dan menunjukkan bagaimana shalat memberikan ketenangan juga kebaikan bagi kami.

Semoga Nara dan Kyna bisa menjadi manusia yang mencintai shalat karena mereka mencintai Allah, ingin dekat, bergantung, dan bersyukur kepada-Nya. Aamiin YRA.

Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Ketujuh

Tubuh kita adalah salah satu ciptaan Allah. Nara dan Kyna kembali diingatkan soal itu melalui buku yang saya bacakan untuk mereka malam sebelumnya.

Keesokan sorenya, saya mengajak mereka menempel apa saja yang ada di wajah kita. Nara dan Kyna sudah tahu ada apa saja di wajah mereka, di mana letaknya, dan berapa jumlahnya. Paling tidak begitu yang saya yakini. Karena beginilah hasil karya mereka:

GL 3 D7 - 071118

Saya tidak menyangka hasilnya akan “sekacau” ini, mengingat mereka dengan cepat bisa menyebutkan bagian tubuh mana di sebelah mana jika ditanya. Nara bahkan sempat berkomentar saat saya membuat hidung lebih dari satu buah, “Kok hidungnya dua Ma?” Ujarnya. Dia juga menegaskan kalau hidung kita itu hanya satu saat saya menggodanya dengan mengatakan, “Mungkin hidung kita memang dua ya, Kak?”

Ternyata, saat diaplikasikan pada kegiatan menempel, semua yang saya buat ditempel olehnya dengan posisi yang tidak beraturan. Nara masih cukup tepat meletakkan hidung, walau terbalik. Telinga juga berada di tempat yang tepat. Namun ada hidung dan telinga lain serta mata di tempat-tempat yang tidak seharusnya 😂

Kyna malah lebih banyak menempel di luar wajah. Keduanya tampaknya tidak ingin menyisakan gambar anggota tubuh yang telah saya sediakan.

Selaku fasilitator, saya hanya mengobservasi dan sesekali membantu mengeluarkan lem saat diperlukan, terutama untuk Kyna. Sisanya mereka menentukan sendiri apa dan di mana hendak menempel.

Saya percaya, seiring pikiran mereka yang terus berkembang, mereka akan bisa menempelkan semuanya dengan tepat. Kegiatan menempel ini pun baik untuk melatih motorik halus dan kesabaran.

Satu hal yang perlu mereka ingat. Allah swt. lah yang telah menciptakan dan meletakkan anggota tubuh mereka dengan tepat dan sempurna, berfungsi baik, di posisi yang terbaik.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Keenam

Buku yang menjadi pilihan kali ini adalah “Allah Sayang Padaku: Allah Ciptakan Tubuhku”. Buku ini menceritakan bagaimana Allah menciptakan manusia, mulai dari rahim, memberinya organ dan anggota tubuh, sampai dia kemudian dilahirkan ke dunia.

Di dunia pun diceritakan betapa banyak karunia Allah yang dilimpahkan dan bisa kita nikmati dengan anugerah Allah berupa berbagai indra.

GL 3 D6 - 061118

Semua diceritakan dari sudut pandang anak. Ilustrasinya pun menarik. Sejak awal dibacakan buku ini, Nara sudah menyukainya. Hingga sekarang pun dia belum bosan, bahkan semakin banyak komentar dan pertanyaan yang diajukannya saat dibacakan buku ini. Kyna juga mulai tertarik. Dia berkali-kali minta dibacakan buku ini lagi.

Menurut saya, buku ini sangat membantu menunjukkan pada anak-anak betapa Allah yang memberikannya begitu banyak hal. Allah yang menciptakan, memelihara, memberi rejeki dan banyak sekali nikmat. Untuk itu, kita patut bersyukur kepada Allah, termasuk dengan menggunakan apa yang Dia berikan untuk kebaikan.

[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Kelima

Pada kegiatan melukis sore itu, saya meminta Nara dan Kyna menggambar ciptaan Allah swt.
Setelah mereka selesai melukis, saya pun meminta masing-masing bercerita tentang gambarnya.

Nara bercerita bahwa dia menggambar Sali, Saliha, Ayah, dan Ibu yang sedang makan di taman. Tokoh-tokoh dalam buku serial Halo Balita itu membawa bekal berupa nasi goreng. Mereka dikelilingi pepohonan dan buah-buahan.

Sementara Kyna katanya melukis ikan paus yang sedang makan dan minum.

GL 3 D5 -051118

Walaupun manusia yang digambar Nara merupakan tokoh rekaan, tapi sebagai manusia mereka boleh lah masuk kategori ciptaan Allah ya… Apalagi pepohonan dan buah-buahannya. Saya tetap mencoba menjelaskan sih, kalau keluarga itu adalah gambar yang dibuat manusia.
Ikan paus juga termasuk ciptaan Allah, jadi masuk ya. Hihi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan ingatan dan membangun pemahaman tentang Allah yang Maha Pencipta dengan lebih baik. Imajinasi dan kreativitas Nara dan Kyna juga turut terasah.