Category Archives: KonMari

[Shokyuu Intensive Class] Kesan dan Pesan Mengikuti Kelas Shokyuu

Setelah tugas terakhir dikumpulkan (walau saya belum selesai), dalam kelas Shokyuu diberikan kuis selama tuga haru berturut-turut. Satu kuis per hari.

Salah satu soal kuis yang ketiga adalah menceritakan kesan dan pesan selama mengikuti kelas Shokyuu ini.

Kesan saya:
Kelas Shokyuu sangat membantu proses berbenah yang saya lakukan. Saya menikmati Tidying Festival, mendapat banyak ilmu baru, dorongan semangat juga inspirasi untuk terus berbenah demi mencapai tujuan dan visualisasi yang telah saya buat di tugas awal dari kelas ini.

Kelas Shokyuu jauh lebih efektif dibandingkan kelas KonMari yang saya ikuti sebelum kelas ini dibuka, baik dalam penyampaian dan isi materi, mauoun tugas-tugas yang diberikan.

Saya bersyukur telah mengikuti kelas ini dan tidak sabar mengikuti materi dari kelas selanjutnya.

Pesan saya:
Saya ibgin mengucapkan terima kasih untuk Marie Kondo yang telah menciptakan metode ini, kepada KonMari Indonesia dan segenap pengurusnya yang telah mengadakan KonMari Intensive Class, fasilitator kelas Shokyuu wilayah Tangerang, Mbak Putri dan Mbak Nikmah, dan teman-teman sekelas.

Semoga kita semua semakin pandai menata diri.

Click to Share

[Shokyuu Intensive Class] Task 10: Berbenah Sentimental Items

Minggu ini (yang adalah seminggu ke belakang), tidying festival memasuki pekan terakhir.

Kategori yang dibenahi kali ini adalah: sentimental items atau barang yang memiliki nilai kenangan.

Kategori ini diletakkan paling akhir karena membutuhkan lebih banyak perenungan mendalam saat memilih yang mana yang hendak dilepaskan. Namanya juga benda kenangan yaa.. Pastinya berkaitan dengan sisi emosional kita sebagai manusia.

Saya pun demikian saat mulai membereskan kategori ini. Baru mulai saja kok malah jadi baca-baca jurnal lama πŸ˜‚ Kapan kelarnya Buu, hahaha…

Pokoknya judulnya “a walk down the memory lane” deh. Rasanya seru-seru gimanaa gitu ya. Jadi inget lagi setiap masa saat barang-barang itu masih digunakan atau baru dibeli/ didapatkan deh πŸ˜†

Sama seperti saat berbenah komono, sentimental items juga dibagi ke dalam sub-sub kategori, bedanya, kali ini, tidak perlu menyimpan semuanya, hanya yang nilai spark joy-nya paling mewakili. Tipsnya: Kerjakan dari yang paling mudah dilepaskan.

Memilah barang kenangan ini katanya bagaikan mencerna masa lalu, menyimpan yang terpenting saja, karena sejatinya masa lalu tidak akan kembali, yang utama adalah kegembiraan yang kita rasakan pada saat ini. Berbenah barang kenangan ini jadi semacam membantu kita fokus pada masa sekarang dan kebahagiaan di dalamnya kali ya. Memberi penutup pada semua unfinished bussiness, menyerap kegembiraannya, mengendapkan kesedihannya, lalu membiarkannya larut berlalu seiring waktu yang terus bergerak maju.

Berikut tugas terakhir dari kelas Shokyuu ini

1. Buatlah review yang berkaitan pengalaman “joy sensor” teman-teman dari semua kategori sebelumnya. Bandingkan dengan kategori terakhir ini.

Dari kategori ke kategori, semakin mudah memilah barang yang spark joy dan bermanfaat. Untuk kategori barang kenangan rasanya juga demikian, hanya saja sedikit lebih sulit karena ada pengaruh enggan melepaskan kenangan. Apalagi, tidak semua barang yang spark joy boleh disimpan.

Saya belum selesai mengerjakan kategori ini karena lagi-lagi meninggalkan rumah selama beberapa hari dan baru akan kembali dalam minggu ini. Tapi sejauh yang telah saya kerjakan, itulah yang saya rasakan.

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah barang sentimental. Apabila lupa tidak memotret beforenya tidak apa -apa. Sertakan sebuah narasi untuk foto tersebut. Tidak perlu diceritakan semua, ambil yang paling unik dan mengesankan.
Karena belum selesai berbenah, saya malah baru memotret yang before-nya πŸ˜‚

Before: Barang kenangan itu...
Before: Barang kenangan itu…

Banyak juga ya barang kenangan saya πŸ˜†

Selama ini semua itu tersimpan dalam dua kontainer besar. Kalau menurut materi KonMari yang saya dapat di kelas Shokyuu,terdapat 5 model penyimpanan yang bisa dipilih:
1. Dibuat hiasan
2. Dibuat display (misalnya: kreasi anak)
3. Decoration photos
4. Cover
5. Box

Setelah selesai dipilah dan dipilih nantinya, sebagian (yang tidak dibuang) mungkin tetap saya simpan dalam kontainer, sebagian lagi akan saya coba kreasikan.

Hasilnya insya Allah akan saya update di post selanjutnya ya 😊

[Shokyuu Intensive Class] Task 9: Berbenah Komono Part 2

Task 9 sebenarnya tentang berbenah dapur πŸ˜…

Masih termasuk kategori komono juga sih, tapi khusus sub-kategori dapur. Dipisahkan karena mungkin dapur cukup luas untuk digabung dengan sub-kategori lain ya.

Berbenah dapur sama dengan berbenah komono yang ada di dapur, yang terdiri dari tiga kategori:
1) peralatan makan
2) peralatan memasak
3) makanan

Saya sering membayangkan punya dapur sendiri, yang memiliki peralatan sesuai kebutuhan dan tentunya tertata rapi, sehingga semua orang dengan mudah dapat menemukan apa yang dibutuhkan. Dapur yang bersih tentu juga jadi impian saya.

Sampai saat ini, saya dan keluarga masih menumpang di rumah orangtua saya, sehingga bayangan ideal saya itu tampaknya harus tertunda πŸ˜†

Dapur ibu saya cukup tertata rapi. Ibu saya juga memiliki kebiasaan untuk meletakkan peralatan makan dan memasak dengan rapi di bak cuci piring, sehingga, kalaupun tidak sempat langsung dicuci, tidak terlihat terlalu berantakan sampai malas dicuci. Setiap anggota keluarga mencuci peralatan bekas makannya sendiri. Jika bisa disambil, saat memasak peralatan yang sudah selesau digunakan juga dicicil untuk dicuci. Jadi yang tersisa tidak pernah terlalu banyak.

Walau demikian, itu bukan dapur saya, sama halnya dengan kulkas. Karenanya, saya belum sampai pada tahap membenahinya. Mungkin suatu saat nanti, saya bisa mengajak ibu saya untuk mencoba membenahi dapurnya dengan metode KonMari ini. Tapi belum sekarang πŸ˜…

Karena ituu.. Pada tugas kali ini saya memilih untuk memasukkan hasil berbenah komono yang belum tuntas pada tugas sebelumnya.

Berikut daftar sub-kategori komono yang saya buat sebelumnya:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

Alhamdulillah, akhirnya seluruh sub-kategori di atas berhasil saya benahi πŸ˜†

Perlengkapan Mandi dan Elektronik
Perlengkapan Mandi dan Elektronik

Kalau pada post sebelumnya saya baru memasukkan foto perlengkapan mandi yang menjadi stok, kali ini saya melengkapinya dengan foto perlengkapan mandi yang biasa dipakai sehari-hari.

Aksesoris dan Obat-obatan.
Aksesoris dan Obat-obatan

Sebelumnya, laci-laci kecil ini isinya benar-benar semrawut πŸ˜‚

Susah sekali mau nyari apapun. Sekarang, mau mengambil ataupun menaruh barang rasanya mudah saja 😍

Mainan Anak
Mainan Anak

Saya nggak sempat foto laci mainan ini sebelum dirapikan. Yang jelas, setiap anak-anak mau main pasti stres (mamanya), karena susah banget nyari mainan yang dimau, pas ketemu pun ada aja yang hilang atau nggak lengkap. Campur baur nggak karu-karuan deh. Udah malas liatnya, jadi mau naruh mainan juga asal aja πŸ˜₯

Sekarang, tiap mainan ada “rumah”-nya. Jadi gampang ngambilnya kalau mau main sesuatu. Peraturannya juga ditegaskan lagi, kalau sudah selesai main yang satu dibereskan dulu, masukin lagi ke “rumah”-nya, baru ambil yang lain. Damai sentosa deh jadinya 😁

Spot Bebas Tumpukan
Spot Bebas Tumpukan

Foto di atas tambahan aja sih. Kalau lihat foto keadaan kacau di post sebelumnya, ini adalah foto setelah berbagai komono itu dikasih “rumah” yang layak. Tumpukan-tumpukan yang mengganggu mata dan pikiran pun hilang sudah ❀

Alhamdulillaah πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

[Shokyuu Intensive Class] Task 8: Berbenah Komono Part 1

Setelah membereskan kertas, tibalah kami pada kategori yang sedikit lebih rumit: Komono.

Saya sebut lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti membereskan lebih dari satu kategori sekaligus.

Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).

1. Buat list sub-kategori yang akan teman teman kerjakan pekan ini πŸ“πŸ—‚
Tugas pertama sebelum berbenah komono karenanya adalah membuat daftar sub-kategorinya. Berikut daftar yang saya buat:
a. Perlengkapan mandi
b. Obat-obatan
c. Elektronik
d. Aksesoris
e. Mainan anak

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah komono. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah komono ini? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Before: The mess in our room πŸ˜…
Before: The mess in our room πŸ˜…
Tumpukan komono sebelum dipilah
Tumpukan komono sebelum dipilah

Karena kami masih menumpang di rumah orangtua, maka komono yang saya benahi adalah milik saya dan keluarga kecil saya saja, yang hampir seluruhnya terletak, atau lebih tepatnya berserakan πŸ˜†, di kamar kami.

Kendala utama seperti biasa adalah waktu. Karena dalam komono ini juga terdapat benda-benda kecil, jadi lebih sulit untuk berbenah di dekat anak-anak, khawatir hilang, melukai atau bahkan tertelan oleh mereka. Minggu ini saya juga kurang disiplin menyisihkan waktu untuk berbenah. Jika sebelumnya saya mengambil waktu saat anak-anak tidur, kali ini saya ikut bablas tertidur 😒

Pada akhirnya, saya baru berhasil membenahi dua sub-kategori dari daftar yang saya buat, yaitu: Elektronik dan peralatan mandi.

After: Peralatan mandi dan elektronik
After: Perlengkapan mandi dan elektronik

Tersimpan dalam lemari ini persediaan perlengkapan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, dan sebagainya. Karena lemarinya cukup besar, peralatan elektronik juga saya simpan di tempat yang sama.

Ternyata banyak sekali perlengkapan yang sudah mendekati bahkan melewati masa kadaluarsanya πŸ˜….

Tadinya saya malas kalau harus mencari persediaan yang diperlukan, suka lupa juga apa masih ada persediaan, hingga kadang membeli lagi sabun misalnya, padahal masih ada simpanan. Senang juga melihat lemari itu sekarang. Saya tau persis apa yang masih ada, mengambilnya juga mudah sekali, tidak perlu “menggali” dulu dari timbunan yang ada πŸ˜‚

Lanjutan berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya.

[Shokyuu Intensive Class] Task 7: Berbenah Kertas

Setelah berbenah buku minggu lalu, minggu ini giliran kertas yang akan dibenahi.

Berbeda dengan dua kategori sebelumnya, di mana kita memilah dengan tujuan menyimpan benda yang spark joy, untuk kertas ini kita disodori petuah berikut: “the basic rule for papers: Discard everything” πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Karena emang sih, ya, kertas kan tipis, kita jadi cenderung simpan-simpan aja semuanya. Padahal nggak selalu berguna juga, malah seringkali bisa dibilang sampah πŸ˜†

Jadi, kecuali dokumen penting, buang semuanya!

Berdasarkan materi yang didapat di kelas Shokyuu, dokumen dibagi menjadi 3:

1) Pending Document
Dokumen yang butuh tindakan dan respon seperti surat yang perlu dijawab atau tagihan yang perlu dibayar.

>> buatkan ‘rumah’ menggunakan kotak atau clear holder (album transparan).

>> Tindaklanjuti dengan segera. Usahakan ‘rumah’ untuk selalu kosong. Bisa dengan membuat jadwal khusus misal hari tertentu untuk mengerjakan pending documents ini.

2) Important Document
Dokumen yang perlu kita simpan baik dalam waktu tertentu atau selamanya, walaupun tidak spark joy πŸ˜†. Contoh: Sertifikat rumah, kartu garansi, ijazah, kontrak.

>> Simpan menggunakan file box atau clear holder. Buat pengingat khusus untuk dokumen yang ada masa berlakunya. Bila sudah kadaluarsa dan sudah tidak berguna, maka segera membuangnya.

3) Other Documents
Dokumen selain 2 kategori di atas seperti materi seminar, resep masakan dan kliping.

>> Simpan menggunakan clear holder sehingga mudah untuk dilihat-lihat kembali bila perlu.

>> Manual elektronik bila tidak perlu sebaiknya dibuang.

>> Kartu nama, kwitansi, dsb bisa disalin/difoto informasinya sehingga kertasnya tidak perlu disimpan.

>> Kertas yang disimpan karena nilai kenangannya bisa dimasukkan dalam kategori sentimental items.

Berdasarkan materi di atas, berikut Task 7 beserta hasil berbenah saya:

1. Kirimkan foto before dan after saat berbenah kertas.

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah kertas ala Konmari? Dan bagaimana cara teman-teman mengatasi kendala tersebut.

Tumpukan kertas: Before
Tumpukan kertas: Before

Beruntung bagi saya, hampir seluruh kertas bekas di seluruh rumah sudah “dibersihkan” oleh adik-adik saya, jauh sebelum Tidying Festival ini dimulai. Sebagian ada yang diloak, ada pula yang dialihfungsikan menjadi media gambar dan sebagainya.

Saya pun sudah pernah membuang segunung bon yang tidak terpakai dan nyaris tidak pernah menyimpan kertas sejenis lagi. Beberapa yang masih ada biasanya yang tersimpan karena sisa kebiasaan dan belum sempat dibuang, tapi tidak terlalu banyak.

Sehingga, untuk kategori kertas ini, tugas saya rasanya tidak terlalu berat. Untuk membuang yang perlu dibuang pun mudah saja, malah rasanya senang sekali bisa menyingkirkan kertas-kertas yang tidak diperlukan lagi πŸ˜†

Karena tempat penyimpanannya terpisah-pisah, saya menyatukan semua kertas di dalam satu wadah, seperti bisa terlihat pada gambar. Baru kemudian, saya memilah mana yang hendak dibuang dan mana yang perlu disimpan.

Begini penampakan kumpulan kertas setelah dipilah:

Kumpulan kertas: After
Kumpulan kertas: After

Cukup rapi kan? 😁

Sebenarnya, belum seluruhnya terpilah sih. Karena, lagi-lagi, saya harus keluar rumah sampai deadline pengumpulan tugas terlewati. Tapi, di antara kertas yang belum terpilah itu, 97%-nya, menurut perkiraan saya memang adalah dokumen yang harus disimpan.

Nantinya, folder-folder tersebut akan saya simpan di dalam laci yang berdekatan, tidak terpencar-pencar seperti sebelumnya, agar mudah menemukan dokumen yang diperlukan.

Oh, iya, dalam proses berbenah ini saja, saya beberapa kali menemukan benda-benda yang tadinya saya tidak tahu ada di mana, bahkan tidak ingat kalau saya pernah punya. Benar-benar penemuan berharga deh! πŸ˜‚

Selanjutnya, akan ketemu apalagi ya…

Kategori berikutnya: Komono

[Shokyuu Intensive Class] Task 6: Berbenah Buku

Kategori kedua yang akan dibereskan dalam Tidying Festival adalah BUKU.

Bagi saya ini lebih sulit dari pakaian, karena saya suka buku dan tidak mudah menyingkirkan buku yang, kalau dalam istilah Konmari: Tidak spark joy, termasuk buku-buku yang rencananya akan dibaca tapi pada kenyataannya tidak akan pernah dibaca πŸ˜†

Seperti saat berbenah pakaian, berbenah buku ini bisa dibilang bagai menemukan jati diri. Kita memilih hanya buku yang dirasa paling sesuai dengan kita, paling kita sukai dan membuat kita senang membaca juga menyimpannya.

Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya saya membongkar rak buku kami (saya dan adik-adik). Tentunya setelah difoto sebelumnya untuk tugas ini 😁

1. Kirimkan before dan after Konmari rak buku teman-teman.

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan : apa saja kesulitan yang teman-teman alami ketika berbenah buku ala Konmari?

Rak buku kami: Before
Rak buku kami: Before

Seperti bisa dilihat pada foto, rak buku kami sudah penuh sesak dengan buku. Buku berbaris depan belakang, sampai ditumpuk di bagian atas karena sudah tidak muat. Selain buku, di dalamnya juga ada beberapa benda lain seperti sticker dan booklet.

Tumpukan buku setelah dikeluarkan dari rak 😱
Tumpukan buku setelah dikeluarkan dari rak 😱

Walau tidak diminta dalam Task 6 ini, saya merasa perlu menyertakan foto di atas agar terlihat banyaknya buku yang dijejalkan dalam rak tersebut πŸ˜…

Mau mengibarkan bendera putih saja rasanya saat itu. Karena tumpukannya banyak sekali, penuh debu, begitupun rak bukunya dengan kertas koran yang sudah kotor dan menguning. Sementara saya alergi debu dan hampir setiap saat ditempel oleh dua orang balita πŸ˜‚ Adik-adik sibuk dengan kegiatan masing-masing, hanya sempat membantu saya menyortir buku mereka (yang persentasenya lebih sedikit dari buku saya πŸ˜†).

Rak buku kami: After Konmari
Rak buku kami: After Konmari

Setelah bergelut dengan debu-debu, memilah dan memilih buku-buku yang masih memberi perasaan senang saat memegangnya, mengelompokkannya sesuai kategori yang dirasa sesuai, dan menyusunnya kembali dalam rak buku, tentunya sambil bolak-balik memenuhi kebutuhan anak di lantai bawah (rak bukunya di lantai dua), akhirnya selesailah acara berbenah kali ini.

Mungkin belum sepenuhnya ter-Konmari ya, karena dalam satu lantai masih terdiri dari 2-3 baris buku. Tapi sudah jauuuh lebih rapi, bersih, dan terpilah.

Jadi terlihat lebih jelas yaa, minat saya buku yang seperti apa, bidang dan genre apa saja. Saat memilah, ada buku-buku yang membuat saya sangat bersemangat karena saya suka sekali isinya, ada yang biasa saja, ada juga yang dengan tidak terlalu sulit saya singkirkan saja. Sempat juga ada buku yang ragu mau saya keluarkan dari koleksi. Ada yang baru dibaca sebagian ada juga yang masih dalam plastik alias belum pernah dibaca sama sekali. Tapi pada akhirnya berhasil saya letakkan di tumpukkan yang akan disingkirkan. Rasanya lega juga ya ternyata, haha.. *tepuk pundak sendiri

Terima kasih untuk semua buku yang pernah mengisi hari dan hati ini. Baik yang sudah selesai atau belum dibaca, yang disimpan atau disingkirkan.

Kategori selanjutnya: Kertas.

[Shokyuu Intensive Class] Task 5: Berbenah Pakaian Part 2

Melanjutkan dari Task 4 minggu lalu, pada Task 5 ini ditugaskan melampirkan hasil akhir dari berbeah pakaian dengan metode Konmari.

1. Kirimkan foto lemari teman-teman yang menurut teman-teman sudah spark joy ✨✨✨

Pakaian dibagi menjadi sepuluh kategori sebagai berikut:
1. Atasan (kaos, kemaja, sweater, gamis)
2. Bawahan (celana, rok)
3. Pakaian yang digantung (jaket, coats, jas)
4. Kaus kaki
5. Pakaian dalam
6. Tas
7. Aksesoris (kerudung, syal, topi, ikat pinggang)
8. Pakaian untuk tujuan khusus (baju renang, seragam)
9. Sepatu
10. Seprei, sarung bantal, handuk, lap dan keset (dapat dimasukkan kategori ini karena berbahan dasar sama)

Berikut saya lampirkan beberapa foto yang saya anggap mewakili:

Lemari pakaian saya dan suami
Lemari pakaian saya dan suami
Lemari pakaian anak dan tempat kerudung
Lemari pakaian anak dan tempat kerudung
Rak sepatu
Rak sepatu

2. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan: apakah perbedaan yang teman-teman rasakan setelah membereskan pakaian dengan metode Konmari?

Seperti yang saya tulis di Task 4, baru sampai tahap melipat sebagian kategori pakaian saja, sudah terasa kegembiraan yang ditimbulkannya. Apalagi setelah dimasukkan ke dalam lemari. Rasanya senang melihat susunan pakaian ala KonMari yang berjejer rapi.

Kalau pada metode konvensional pakaian ditumpuk ke atas, pada metode KonMari, pakaian dijejerkan sehingga hanya memenuhi satu baris saja. Hasilnya, seperti bisa dilihat juga pada foto-foto di atas, seluruh pakaian jadi terlihat jelas, lebih mudah juga mengambil dan meletakkannya kembali tanpa membuatnya berantakan, seperti pada metode konvensional. Terlebih bila lemarinya berbentuk laci, sulit sekali mengambil pakaian yang berada di bagian bawah. Alhasil yang digunakan seringnya yang di bagian atas saja.

Memang, menyimpan dengan metode ini menyita lebih banyak tempat. Karena ruang yang biasanya bisa dipenuhi pakaian sampai ke atas sekarang hanya bisa diisi satu tingkat saja. Namun, itu juga yang menjadi salah satu tujuan metode ini: “Menyimpan hanya barang-barang yang membawa kebahagiaan bagi pemiliknya.”. Sehingga, setelah dipilah berdasarkan apakah barang tersebut membawa kegembiraan atau “spark joy“, seringkali ruang yang ada menjadi cukup. Bahkan, secara keseluruhan malah terasa lapang larena hanya diisi oleh barang-barang yang disukai saja.

Ini baru kategori pertama. Selanjutnya giliran buku. Rasanya akan lebih sulit nih, mengingat saya termasuk pecinta buku :))

Kita lihat saja bagaimana jadinya pada tugas selanjutnya ya πŸ˜‰

[Shokyuu Intensive Class] Task 4: Berbenah Pakaian Part 1

Akhirnya “Tidying Festival” dimulailah!

Setelah diawali dengan menetapkan dan memantapkan motivasi, mind set, juga visualisasi. Pemberian materi yang menarik, diskusi seru, yang diwarnai semangat seisi kelas yang senang belajar, berbagi, juga berkeinginan untuk merapikan tempat tinggal masing-masing, menambah hasrat untuk segera mulai berbenah.

Persiapan menyambut festival ini juga sangat membantu mengondisikan hati dan pikiran agar siap menjalankan festival hingga selesai. Ini memang baru awal, tapi semoga bisa tetap semangat hingga akhir.

Kirimkan 4 buah foto berupa:
1. Foto lemari pakaian saat ini (before)
2. Foto smua pakaian yang sudah terkumpul (step 1)
3. Foto pakaian yang sudah lulus uji spark joy sebelum dilipat (step 2)
4. Foto pakaian yang sudah dilipat ala Konmari.

Foto-fotonya bisa berupa 1 kolase foto atau 4 buah foto individual.

Pakaian anak-anak sudah dimulai lebih awal. Sayangnya, ini mengakibatkan ada proses yang luput difoto, sehingga tidak semua foto yang diminta bisa dilampirkan dalam post ini.

18-03-10-23-30-23-759_deco
Baju Anak-anak
Baju saya dan suami
Baju saya dan suami

Baju gantung, karena langsung masuk ke dalam lemari, rencananya saya post fotonya bersama pakaian lipat yang juga sudah masuk lemari, setelah materi storage yang diberikan minggu ini.

Sampai saat ini semua pakaian sudah masuk ke dalam lemari, hanya belum “diupadtestorage-nya.

Handuk, seprai, pakaian dalam, aksesoris, tas, dan sepatu juga belum selesai saya rapikan, karena sementara ini sedang tidak di rumah. Insya Allah menyusul pada post selanjutnya ya.

Baru membenahi sebagian pakaian ini saja sudah mulai terasa kegembiraan yang ditimbulkannya yaa.. Rasanya nggak sabar mau lanjut membereskan sisanya πŸ˜†

[Shokyuu Intensive Class] Task 3: Persiapan Menyambut “Tidying Festival”

Setelah 4 materi dan 2 Task yang sudah didapat selama 4 minggu kelas Shokyuu ini berjalan, minggu ini Task 3, yang merupakan tugas terakhir dari materi basic Metode Konmari, tiba.

Task ini juga adalah task terakhir sebelum dimulainya “Tidying Festival” dalam rumah para peserta kelas. “Tidying Festival” atau
“Festival Berbenah” adalah istilah yang digunakan dalam Metode Konmari untuk menggambarkan proses berbenah sebagai sesuatu yang dilakukan layaknya sebuah festival: besar-besaran, berkelanjutan, dan sampai tuntas dalam satu periode waktu. Patokan waktu maksimal dalam metode ini adalah 6 bulan. Karena saya berencana mengikuti timeline kelas Shokyuu ini, maka diharapkan, saat kelas ini berakhir, selesai pulalah festival berbenah yang saya lakukan.

Task 3 ini berkaitan dengan penyambutan “Tidying Festival“. Berikut jawaban saya ya.

Ceritakan hal-hal persiapan apa yang Anda lakukan (atau bersama keluarga Anda) untuk menyambut β€œTidying Festival” nanti. Persiapan H-1 pekan ini. Selamat mengerjakan.

Saya tidak sabar sekaligus deg-degan menyambut “Tidying Festival” ini. Tidak sabar karena ingin segera mewujudkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih rapi dan teratur sesuai visualisasi yang telah saya buat pada Task 1. Deg-degan karena penasaran, akankah berbenah ini bisa berhasil sesuai harapan dan menuntaskan semua masalah beres-beres saya selamanya πŸ˜€

IMG-20180216-WA0011

Saya cukup optimis sih. Tapi saya siap terus belajar dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki jika ternyata ada yang tidak sesuai harapan.

Nah, beberapa hal yang saya lakukan menjelang “Tidying Festival” dengan harapan bisa menambah semangat serta peluang keberhasilannya, antara lain adalah:
– Memberitahu keluarga, terutama suami, mengenai festival ini, dan meminta kerjasama dan partisipasinya dalam festival.

– Karena saya akan meninggalkan rumah selama beberapa hari dalam waktu pelaksanaan festival, saya mencicil memilah dan membereskan baju anak-anak. Tempatnya terpisah dari pakaian saya dan suami, jadi saya pikir tidak masalah. Kalau pun nantinya ada yang salah, saya pikir perbaikannya tidak akan memakan terlalu banyak waktu.

– Mulai mengumpulkan pakaian dalam satu tempat, sehingga saat tiba waktu memilah, tidak sibuk mencari-cari lagi di seluruh penjuru rumah πŸ˜….

– Memasukkan agenda berbenah dalam jaswal harian. Belajar dari saat saya memilah pakaian anak-anak, rasanya waktu yang paling efektif adalah malam hari, saat anak-anak sudah tidur. Pada malam hari suami saya juga ada di rumah, sehingga bisa membantu, seperti yang telah dilakukannya saat memilah pakaian anak-anak 😍. Pada jadwal harian yang telah saya buat, kegiatan berbenah ini mungkin sementara akan mengambil waktu menulis blog di malam hari dan sebagian waktu tidur saya.

– Mengingat motivasi, menanamkan mindset, mengulang-ngulang visualisasi, sambil meyakinkan diri bahwa saya mampu dan perlu melakukan ini.

– Berdoa. Setelah semua usaha di atas, saatnya meminta kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Semoga Dia memberi kesehatan untuk saya dan keluarga sehingga bisa menjalani festival ini dengan baik dan senang, memberi kepekaan hati untuk merasakan benda yang “spark joy” dan berterima kasih pada setiap benda yang ada, memberi kelancaran dalam setiap prosesnya serta hasil yang langgeng dan baik untuk kehidupan saya ke depannya. Aamiin YRA.

[Shokyuu Intensive Class] Task 2: Hambatan dan Solusi

Minggu ini, peserta kelas Shokyuu mendapat materi ketiga mengenai “Tidy by Category & Expressing Gratitude“. Kami juga mendapat Task 2 yang merupakan penjabaran lanjutan dari Task 1.

Jika diamati, Task 1 dan 2 ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Saya pikir, ini karena mindset adalah hal terpenting saat ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus meprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Berikut Task 2 beserta jawaban saya.

Dalam poin 1 pekan lalu, latar belakang dan mindset telah Anda jelaskan. Maka selanjutnya adalah paparkan upaya apa saja yang Anda usahakan untuk konsisten dalam β€œmenjaga mindset” tersebut.

Mindset saya dalam berbenah, seperti yang telah saya tuliskan pada Task 1, mungkin paling tergambar dalam kalimat berikut:

“Saya percaya membenahi tempat tinggal saya merupakan salah satu kunci untuk membenahi diri dan kehidupan saya.”

Salah satu usaha yang saya lakukan untuk menjaganya adalah dengan secara sungguh-sungguh mengikuti setiap materi dan diskusi, juga mengerjakan tugas dalam Shokyuu Class ini, dengan harapan, ilmu, teman berbagi, serta semangat positif untuk berbenah yang didapatkan dari kelas turut memelihara tekad saya untuk membenahi tempat tinggal sekaligus kehidupan saya.

Pada poin 2 tentang visualisasi β€œideal lifestyle” apakah sudah detail sesuai keinginan dan harapan Anda? jika belum, bisa Anda tambahkan. Jika sudah maka buatlah poin hambatan dalam merealisasikannya sekaligus solusi menurut Anda.

Sejauh ini rasanya poin visualisasi yang telah saya buat sudah cukup mewakili keinginan dan harapan saya. Foto-foto berikut kurang lebih menggambarkan visualisasi saya akan gaya hidup yang ideal seperti yang saya tuliskan pada Task 1.

18-02-26-17-38-14-799_deco

18-02-26-17-38-54-938_deco

18-02-26-17-39-33-106_deco

Sedangkan hambatan dalam merealisasikannya antara lain sebagai berikut:
a. Waktu
❀ Membagi waktu sebagai istri, ibu dua anak batita, juga pekerja tidak selalu mudah. Bahkan saya seringkali keteteran. Jangankan berbenah, baju dicuci dan dijemur dalam hari yang sama saja sudah merupakan prestasi πŸ˜‚

Mau melipat pakaian dengan dua anak berkeliaran? Pasti mereka serta-merta turut “membantu” hingga pakaian yang sudah terlipat kembali berantakan dan malah berhambur ke mana-mana πŸ˜…

❀ Solusi:
Pengelolaan waktu yang lebih baik. Waktu berbenah bisa dijadwalkan saat anak-anak tidur atau sengaja diajak main oleh ayahnya selama beberapa waktu sehingga mamanya bisa beres-beres. Kalau memang tidak bisa sekaligus dalam satu hari, kegiatan berbenah bisa dicicil setiap hari, sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Tentunya dengan metode Konmari, yaitu berbenah per kategori, memilah yang ingin disimpan, dan disusun dengan baik, sehingga hasilnya lebih efektif.

Pengelolaan waktu yang lebih baik ini, antara lain dengan membuat jadwal harian dan mengikutinya, juga bisa menjadi solusi untuk hidup yang lebih teratur dan meliputi kegiatan-kegiatan yang saya inginkan seperti yang telah saya sebutkan pada Task 1.

b. Ilmu dan Pemahaman
❀ Kurangnya ilmu mengenai berbenah membuat berbenah yang selama ini saya lakukan tidak tuntas. Kalaupun berhasil membereskan sebagian tempat, tidak lama semua kembali berantakan. Hingga saya malas membereskan kembali, karena rasanya percuma, nantinya akan berantakan lagi (pembenaran atas kemalasan).

❀ Solusi:
Belajar bagaimana berbenah yang lebih efektif. Membaca buku tentang metode Konmari dan sekarang mengikuti kelas Shokyuu ini merupakan upaya saya untuk menambah pemahaman akan metode yang lebih tepat untuk berbenah. Diawali dari menemukan motivasi dan mindset
berbenah serta membuat visualisasi tentang gaya hidup ideal yang diinginkan, saya percaya kali ini saya akan bisa berbenah dengan lebih efektif. Selama saya menjaga tekad dan komitmen untuk itu tentu saja.

Dalam menyusun timeline apakah Anda sudah mengerjakan sebelumnya ataukah mulai dari nol? ceritakan pengalaman Anda.

Saya sudah pernah mencoba cara melipat dan menyimpan ala Konmari untuk baju anak-anak, namun hanya sebatas itu saja. Belum pernah saya melakukan metode Konmari sepenuhnya, dari mulai menyortir dan seterusnya. Jadi, bisa dikatakan saya mulai dari nol. Timeline yang saya susun benar-benar mengikuti jadwal kelas Shokyuu ini. Maka saat ada tugas untuk mulai berbenah, saat itu pulalah saya, insya Allah akan mulai berbenah.