[Bunda Sayang] Materi 2: Kemandirian Anak

  • CevherShare

Setelah membentuk kebiasaan untuk berkomunikasi secara produktif dalam game level 1 yang lalu. Minggu ini Kelas Bunda Sayang masuk pada materi kedua: Kemandirian Anak.

Ini topik yang bagi saya pribadi sangat penting, karena saya merasa kurang mandiri dan hal itu menyulitkan saya setelah dewasa. Karenanya, kemandirian merupakan kualitas yang menjadi prioritas saya dalam membesarkan anak-anak. Materi dan tantangan yang diberikan di Kelas Bunda Sayang ini tentu akan membantu saya untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Dalam materi kedua ini, dijabarkan betapa pentingnya melatih kemandirian anak. Di antaranya adalah meningkatkan kepercayaan dirinya, juga kemampuan untuk merdeka, tidak banyak tegantung dengan orang lain. Anak yang mandiri juga lebih potensial untuk membantu orang lain, karena sudah terlepas dari kesulitan memenuhi kebutuhan dirinya.

Kemandirian juga ternyata bisa diajarkan sedini mungkin. Paling tidak saat anak sudah melewati usia bayi, yaitu 0-12 bulan. Jadi, jika anak kita sudah di atas usia satu tahun, alangkah baiknya kita berhenti memperlakukannya sebagai bayi dan mulai memberinya kesempatan untuk belajar melakukan banyak hal sendiri. Wah, padahal tidak jarang kita jumpai anak yang sudah masuk sekolah masih disuapi atau dipakaikan baju oleh orangtua maupun pengasuhnya ya… Saya pun terkadang masih suka membantu anak saya melakukan berbagai hal yang dia sebenarnya sudah bisa atau paling tidak sudah mau mencoba melakukan sendiri. Apalagi anak saya yang kedua, yang sekarang sudah menginjak usia 19 bulan.

Tentunya diperlukan proses yang tidak sebentar dalam melatih kemandirian ini. Maka kesabaran dan konsistensi orangtua menjadi kunci. Kesabaran dalam menahan diri untuk tidak terlalu cepat mengintervensi atau menawarkan bantuan. Ketahanan untuk tidak memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi pada hasilnya, dan konsisten pada aturan atau kesepakatan yang telah dibuat.

PR melatih kemandirian ini berlanjut terus hingga usia sekolah anak. Namun jika sudah dimulai sejak usia satu tahun, tentu lebih mudah bagi anak, karena sudah terbentuk kebiasaan menjadi pembelajar mandiri. Keahlian dan tanggung jawab anak juga akan terasah, sehingga lebih mudah baginya untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa banyak bantuan atau suruhan. Anak jadi bisa membantu dirinya sendiri juga orang lain, bahkan jika kita tidak ada.

Saya semakin bertekad untuk melatih kemandirian ini pada anak-anak saya. Kita tidak pernah tahu sampai kapan dan sejauh apa kita bisa mendampingi mereka. Insya Allah kemandirian yang mereka miliki akan membantu mereka menjalani kehidupan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki dengan maksimal.

Click to Share

Leave a Reply