[Bunda Sayang] Game Level 3: Tantangan 10 Hari Meningkatkan Kecerdasan Anak – Hari Keduabelas

  • CevherShare

Sudah lama saya ingin mengajak Nara memasak atau membuat kue bersama.

Pertama, karena dia sangat tertarik dengan kegiatan di dapur. Selalu mengikuti dan melihat saya atau neneknya memasak. Nara juga sudah sering kami biarkan ikut membantu pekerjaan-pekerjaan kecil, seperti menuang bahan, mengaduk, mengupas bawang, dan semacamnya.

Kedua, saya pernah mendengar bahwa kegiatan memasak itu banyak sekali manfaatnya untuk anak. Mulai dari melatih motorik halus, kemampuan koordinasi juga kontrol mata dan tangan, practical life skill, matematika, hingga ketekunan, kepedulian, kepekaan, kesabaran, dan pemahaman akan proses.

Untuk proyek hari keduabelas ini, saya memutuskan untuk membuat kue kering bersama Nara. Tadinya saya ingin membuat bentuk bintang dan bulan, agar mengingatkan pada ciptaan Allah yang menakjubkan itu. Saya juga ingin mengaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. yang diceritakan sempat menduga keduanya sebagai Tuhan sebelum diberi petunjuk oleh Allah swt.

Tapi ternyata cetakannya tidak dapat ditemukan.

Akhirnya saya menggunakan cetakan yang ada saja, bentuk hati dan bunga. Cukuplah mewakili ciptaan Allah dan kasih sayang yang Allah miliki terhadap ciptaan-Nya, juga kasih sayang yang seharusnya kita miliki untuk sesama dan alam semesta.

Seperti yang sudah saya duga, Nara begitu bersemangat saat diajak membuat kue. Dia berkali-kali menanyakan kapan kami akan mulai. Nara yang kemudian yang mencampur bahan-bahan dan mengaduknya, menggiling adonan hingga siap dicetak, dan mencetaknya. Saya membantu dalam setiap tahap, namun menahan diri untuk terlalu banyak mengambil alih. Saya yang kemudian memindahkan hasil cetakan ke dalam loyang dan mencairkan coklat untuk menyelup biskuitnya setelah dipanggang.

GL 3 D12b - 131118

GL 3 D12 - 131118

Di mana Kyna?

Kyna tidur siang, tapi bangun saat kami sedang menyetak kue. Kyna pun kebagian nyetak kue, menyelup kue yang sudah matang ke dalam coklat cair berwarna merah (pilihan Nara), lalu memakan kuenya sampai tangan dan mulutnya belepotan coklat.

Kegiatan seru yang perlu diulang nih.

Saya sempat juga mengingatkan Nara, bahwa yang membuat kue adalah manusia, tapi Allah yang memberi izin dan kemampuan. Sebelumnya, kami sudah pernah juga membahas hal ini, saat Nara tampak kesulitan membedakan mana yang ciptaan Allah mana yang buatan manusia. Semoga pemahaman Nara semakin terbentuk, juga kesadaran bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, walau bukan hasil ciptaan-Nya secara langsung.

Btw, foto sebelah kiri bawah, yang kue keringnya bersebelahan dengan nastar buatan ibu saya itu, Nara yang ambil sendiri lho fotonya.

Click to Share

Leave a Reply