[Bunda Sayang] Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif – Hari Kesembilan

  • CevherShare

Kadang saya tidak yakin bisa konsisten melakukan komunikasi produktif ini. Tadi saja karena merasa lelah sepulang bekerja, saya jadi tidak sabaran. Maunya anak-anak langsung mengikuti apa yang saya minta, saya jadi cenderung memaksa, ucapan bernada kesal pun beberapa kali terlontar.

Anak-anak kabarnya tidak tidur sejak pagi tadi, tapi entah kenapa tidak langsung tidur saat saya bawa ke kamar. Beberapa kali Kyna menyusu, tapi kemudian keluar kamar lagi. Kyna yang sedang belajar pipis di kamar mandi juga bolak-balik membuka celananya, padahal tudak ada pipis yang keluar saat didudukkan di atas WC 😅

Nara yang masih enggan sikat gigi, menolak tidur karena kalau mau tidur harus sikat gigi dulu. Dia cari-cari alasan untuk menunda. Mau makan dulu, mau menghabiskan makanan yang tadi tidak habis (yang akhirnya tetap tidak dihabiskan), mau lihat Makly dulu, dan sebagainya.

Alhamdulillah Kyna akhirnya berhasil ditidurkan. Tapi Nara masih juga tidak mau sikat gigi, sementara jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Saya pun menggendong Nara ke kamar mandi.

Nara mulai menangis. Saya mencoba menawarkan pilihan, apa dia mau sikat gigi sendiri dulu atau langsung saya yang bantu sikatin. Dia tetap menangis, minta digendong, tidak mau sikat gigi. l

Saya sempat ingin memaksa menyikat giginya saja, biar cepat selesai. Namun saya memutuskan untuk mencoba bersabar lagi. Saya ingatkan Nara betapa beraninya dia kemarin, sikat gigi sendiri. Sikat giginya sudah mulai lancar,lama lagi.

“Ternyata Kakak udah bisa ya, Kak. Lama banget sikat giginya kemarin itu. Sampingnya masih kurang lancar, tapi kalau sering latihan pasti nanti juga bisa.”

Saya mengatakannya dengan penuh semangat disertai senyuman.

Nara mulai berhenti menangis, muncul binar di matanya.

“Coba Kak, Mama mau lihat lagi Kakak sikat gigi kaya kemarin. Lama banget loh itu, lurus lagi. Nggak kesakitan ya, Kakak.”

Nara mulai menyikat giginya dengan raut bangga. Dia kemudian membiarkan saya menyikat bagian yang belum bisa dia tuntaskan.

Setelahnya dia ganti baju dan berbaring di tempat tidur tanpa protes. Mungkin juga karena sudah mengantuk. Tidak lama, Nara pun tertidur lelap. Alhamdulillah.

Click to Share

Leave a Reply