[Gemari Madya] Task 6 – Menata Uang

Perjalanan menata waktu masih dijalani, jadwal yang sudah dibuat alhamdulillah cukup membantu.

Sekarang tiba giliran melakukan sesuatu yang seringkali dihindari, terlupakan lalu mengejra-ngejar di akhir bulan πŸ˜†: Menata Uang.

Ini pas banget sih. Saya memang sedang memulai kembali membenahi pengelolaan keuangan. Cuma ya memang karena baru mulai, masih banyak berantakannya.

Saya baru dalam tahap berusaha mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Biasanya? Kebanyakan lupanya. Saya dan suami juga mulai lebih tertib dalam membagi rekening dan pos-pos penggunaan uang. Jadi nggak asal pakai dari mana aja yang masih ada sisanya πŸ˜‚

Untuk membantu pencatatan ini, saya menggunakan aplikasi Fast Budget. Bisa dilihat pada gambar yang sudah saya unggah juga di task sebelumnya ya:

19-04-09-22-51-09-651_deco

Ini membantu sekali buat saya yang pengennya praktis tapi suka ribet sendiri πŸ˜‚

Melalui aplikasi tersebut, kita bisa memasukkan akun-akun yang kita gunakan seperti rekening bank sampai dompet atau amplop berkategori, tergantung gaya masing-masing. Tapi kalau mau memasukkan lebih dari 4 akun, aplikasinya harus di-upgrade jadi yang premium. Harganya tudak terlalu mahal sih. Cukup mengeluarkan 40 ribu rupiah saja. Buat saya sih itu cukup sebanding dengan manfaatnya. *ini kenapa jadi iklan aplikasi

Lanjut ke Task 6:
1. Buat evaluasi keuangan bulan lalu dengan menghitung persentase tiap kategori pengeluaran dari pemasukan.
Kira-kira, begini kategori pengeluaran yang saya buat dalam aplikasi tersebut:
1. Kebutuhan harian
2. Perlengkapan rumah tangga
3. Smartphone
4. Biaya Bulanan
5. Sedekah
6. Kesehatan
7. Transportasi
8. Pakaian
9. Buku
10. Makan di luar (jajan)
11. Admin
12. Bayar utang
13. Keluarga

Banyak ya? πŸ˜‚

Sebenernya mungkin beberapa kategori di atas bisa disatukan saja, misalnya jadi pengeluaran rutin, biaya tak terduga, dan sebagainya. Tapi saya pengen ngecek kategori mana yang paling besar, kalau dipisah begini lebih gampang liatnya. Terus untuk tabungan, tidak masuk ke dalam pengeluaran, karena langsung ditransfer per akun.

Untuk di sini, saya coba satukan aja berikut persentasenya ya:
1. Pengeluaran rutin:
60%
2. Sedekah: 3,5%
3. Tabungan: 20%
4. Pengeluaran tambahan: 10%
5. Lain-lain: 6,5%

Ini hitungan kasar sih. Soalnya bulan lalu banyak pengeluaran di luar rutin karena baru pindah rumah.

Kalau dilihat masih jauh dari ideal memang. Semoga bisa dibenahi pelan-pelan.

2. Buat perencanaan keuangan:
Berdasarkan list di atas saya membuat anggaran ideal atau survival budget sebagai berikut:
1. Tabungan/investasi: 30%
2. Sedekah: 10%
3. Pengeluaran rutin: 50%
4. Pengeluaran tambahan: 10%

Jatah untuk tabungan/investasi saya tambahkan berhubungan dengan perencanaan jangka panjang yang ingin saya tambahkan. Begitu pula dengan sedekah. Sementara untuk pengeluaran rutin dan tambahan, akan saya evaluasi lagi sehingga bisa lebih menghemat.

Untuk detailnya, biarlah saya dan suami yang tahu πŸ˜…

3. Cita-cita
Ini sesungguhnya begitu banyak daftarnya. Sementara saya masukkan dalam kategori tabungan/investasi.

Perjalanan memang masih panjang, karena catatan masih terus dibenahi dan pembagian masih belajar disesuaikan. Tugas kali ini bisa jadi pemandu agar tercapai anggaran ideal juga rencana dan imoian jangka panjang, sambil menambah ilmu dan amal. Semoga Allah mudahkan.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kelimabelas

Salah satu kebutuhan anak yang baik untuk perkembangannya adalah kegiatan mengekplorasi alam sekitarnya.

Semakin banyak dia berkunjung ke tempat yang berbeda, mencoba hal baru, melihat, mendengar, juga merasakan pengalaman baru, semakin kaya dia dengan pengalaman. Dengan demikian, semakin luas pula wawasannya akan dirinya, akan pilihan-pilihan hidupnya.

Hari ini, saya dan suami mengajak Nara dan Kyna ke sebuah perkampungan betawi di daerah Setu Babakan.

Di sana mereka naik sepeda kayuh berbentuk bebek (kami menyebutnya bebek-bebekan) untuk pertama kalinya. Tentu saya dan ayahnya yang mengayuh. Nara dan Kyna kebagian duduk di tengah dan melihat pemandangan.

Mereka bersemangat sekali. Nara ingin coba mengayuh, tapi karena kakinya tidak sampai, dia kemudian sibuk ingin mencoba setirnya πŸ˜…

Kyna awalnya terlihat takut, tapi tidak lama langsung merasa nyaman dan mau ikut menggerakkan setirnya juga.

19-04-13-23-02-18-106_deco

Setelah makan siang, kami melanjutkan dengan naik delman. Kendaraan yangbsudah jaramg ditemui di jalan umum dan selama ini hanya Nara dan Kyna dengar dari lagu saja.

Melihat delman yang bolak-balik di hadapan mereka, mereka pun tidak sabar untuk menaikinya.

Tanpa saya sangka, Nara berani duduk di depan sendirian. Sementara saya, ayah, dan adiknya duduk di belakang. Dia bangga bisa sama seperti dalam lagunya, “…Kududuk di muka. Kududuk samping Pak Kusir yang sedang bekerja…” πŸ˜†

Nara dan Kyna juga mau lebih banyak berjalan sendiri, padahal biasanya, terutama Nara, suka minta digendong saat sedang berjalan-jalan. Nara dengan senang berjalan sendiri, kadang diselingi berlari dan tidak mau digandeng. Saya izinkan selama dia berjalan di pinggir dan tidak terlalu jauh meninggalkan saya.

Malam harinya, saya mengajak Nara dan Kyna menceritakan kembali perjalanan mereka hari ini. Binar di mata mereka pun kembali saat mengulangi apa saja yang mereka ingat dari hari itu.

Alhamdulillah. Semoga setelah ini kita bisa lebih banyak pergi ke tempat baru dan mencoba beragam hal ya!

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Keempatbelas

Permainan paling gampang dan anak-anak senang salah satunya ya ini, Oobleck.

Cuma sagu dicampur air. Takarannya dikira-kira aja sampai teksturnya pas: Nggak terlalu cair, nggak terlalu kental. Tampilannya seperti cair, tapi agak lengket dan keras saat diambil. Bisa diremas dengan tangan, namun saat genggaman dilepas langsung mencair lagi ke wadahnya.

Unik memang. Cocok untuk stimulasi sensori dan motorik halus anak-anak. Nara dan Kyna pun senang main ini. Bisa bertahan 30 menit sampai satu jam.

19-04-12-15-45-59-054_deco

Agar lebih seru, saya menambahkan pewarna. Nara memilih warna hijau. Biar cerah katanya.

Kyna lebih cepat bosan, tapi kembali asyik bermain saat dikasih peralatan tambahan.

Mereka sibuk menuang, meremas, sambil terkadang bernyanyi atau membuat oobleck seakan-akan menjadi hujan.

Setelahnya seperti biasa bersih-bersih sendiri. Saya dampingi. Karena terbuat dari sagu dan pewarna makanan jadi cukup mudah membersihkannya. Cuma lumayan juga menyapu dan mengepel sisa oobleck yang tercecer. Untung saya memakai perlak sebagai alas. Jadi sebagian besar tinggal disemprot di kamar mandi, beres deh.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Ketigabelas

Nara dan Kyna selalu lebih bersemangat kalau diajak melukis daripada menggambar. Entah karena lebih seru main cat dibanding menggunakan krayon atau karena ini lebih jarang dilakukan. Ya, lebih jarang, karena lebih repot melakukan persiapan juga bersih-bersih setelahnya. #MamakMalas

Kali ini juga sama. Nara dan Kyna dengan sabar menunggu saya menyiapkan kertas (saya menyatukan 4 lembar kertas F4 agar lebih luas medianya), memgeluarkan peralatan melukis termasuk catnya.

Saya membiarkan mereka menuang catnya dan mempersilakan mereka memilih peralatan yang diinginkan.

19-04-11-15-17-25-023_deco

Setelah selesai, mereka langsung membawa perlatannya ke kamar mandi untuk dibersihkan. Kelihatannya, Nara dan Kyna nggak kalah semangatnya deh bersih-bersih (alias main air) dari melukisnya. Jangan-jangan, ini juga salah satu faktor yang bikin mereka semangat melukis yaa πŸ˜†

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Keduabelas

“Membaca” buku adalah kegiatan yang dinantikan oleh Nara dan Kyna. Tiada hari tanpa dibacakan buku.

Khusus menjelang tidur, Nara dan Kyna akan memilih buku yang mereka ingin saya atau ayahnya bacakan. Begitu pula malam ini.

Seperti biasa, mereka memilih bukunya sendiri. Jumlahnya seringkali saya batasi, agar tidak jadi semalaman membacakan buku πŸ˜…

19-04-10-22-44-13-715_deco

Dengan semangat mereka membolak-balik halaman bukunya. Saat dibacakan pun respon mereka masih kencang. Padahal yang membacakannya sambil menahan kantuk.

Semoga kesenangan ini tetap bertahan hingga mereka bisa membaca sendiri. Menjadi cikal bakal kesenangan mereka membaca, belajar, menambah ilmu untuk hidup yang lebih baik, di dunianjuga akhirat. Aamiin YRA.

[Gemari Madya] Task 5 – Menata Waktu

Setelah Task 3 tentang Menata Potensi Diri, saya kembali mengerjakan Task 5 di blog ini. Bukan karena tidak ada Task 4, tapi karena tugasnya berupa form yang harus diisi, jadi tidak ada laporannya di sini. Sebagai catatan, materi dan task 4 adalah tentang Menata Kata alias cara berkomunikasi.

Kita langsung masuk ke Task 5 ya. Terus terang ini tuh perjuangan sejak dahulu kala. Kayanya juga masalah banyak orang yaa.. Bagaimana mengelola waktu dengan baik hingga bisa sehat lahir batin dan produktif. Ini juga penting dalam menunjang penerapan semua materi sebelumnya. Karena tanpanya, semua hanya akan jadi rencana indah di atas kertas (harfiah maupun digital). Sepeti yang saya alami saat ini πŸ˜†

Ya, terus terang, rencana dalam tugas-tugas sebelumnya itu belum mampu saya lakukan dengan konsisten 😒

Baiklah, kita lanjut ke Task 5.

1. 5 Kegiatan harian yang menyita waktu paling banyak:

    a. Berselancar di dunia maya

Dengan segala media sosial, grup chat, dan marketplace, rasanya “kesibukan” jadi nggak ada habisnya. Sayangnya tidak semua menghasilkan sesuatu. Ada hal penting yang memang membutuhkan penggunaan internet, namun hal penting itu pun seringkali terbengkalai, molor waktu pengerjaaannya, atau tidak maksimal karena teralih hal-hal lain yang lebih bersifat hiburan.

    b. Melipat pakaian

Ya, saya tim melipat pakaian. Pakaian yang digosok hanya pakaian kerja suami atau pakaian pesta, berpergian dan beberapa pakaian yang bahannya terlihat terlalu kusut kalau tidak disetrika. Namun, karena saya juga tim menunda, seringnya baju yang belum dilipat menumpuk sehingga cukup memakan waktu dalam melipat dan memasukkannya ke dalam lemari. Kebiasaan untuk langsung melipat begitu pakaian diangkat dari jemuran hanya bertahan sebentar-sebentar untuk kemudian kembali seperti semula.

    c. Memasak

Karena saya masih pemula dalam bidang ini, saya membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghasilkan makanan yang layak untuk keluarga saya. Mulai dari menyiapkan bahan dan peralatannya, mengolahnya sebelum mulai dimasak, hingga jadi sebuah masakan yang sehat dan bergizi. Seringnya, untuk menghemat waktu, saya jadi masak seadanya. Kurang ideal khususnya untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, juga untuk pola makan sehat yang saya ingin terapkan.

    d. Jualan online

Tadinya saya menganggap ini termasuk dalam kegiatan nomor 1. Tapi setelah saya pikir-pikir, ini bisa jadi terpisah, karena ini lebih seperti pekerjaan saya. Kegiatan ini mencakup membuat konten, memberikan info produk, menerima dan membuat pesanan, melayani pelanggan, mempelajari produk baru, dan sebagainya.

    e. Bermain bersama anak

Sebagian besar hari saya, sesungguhnya saya habiskan bersama anak-anak. Kegiatan selainnya pun dilakukan sambil membersamai mereka, yang tentu tidak selalu efektif, karena anak-anak tahu jika mereka diabaikan terlalu lama, misalnya saat saya terlalu banyak fokus pada hp, hingga mereka mulai berulah untuk menarik perhatian saya. Saya berusaha membuat kegiatan yang bermanfaat untuk mereka, apalagi karena saya berusaha membatasi menonton tv atau hp. Membacakan buku minimal saya lakukan jika sedang tidak ada ide kegiatan tertentu.

Sulit menentukan waktu yang dihabiskan untuk tiap kegiatan, karena mereka seringnya saling bercampur πŸ™ˆ

2. Masukkan daftar micro habit challenge dari Task 1-3

    Task 1:

1. Pergi dan bangun tidur sesuai jadwal
2. Shalat tepat waktu
3. Menulis jurnal

    Task 2:

a. Food & Nutrition
1. Minum air putih +/- 2 liter/hari
2. Minum jeruk nipis peras dan makan buah setiap pagi.

b. Fitness & Excercise
1. Jalan pagi saat weekend
2. Menari/bergerak bebas bersama anak-anak

c. Relaxation & Sress Management
1. Shalat tahajud
2. Membuat jurnal syukur

    Task 3:

1. Menulis jurnal
2. Membaca buku minimal 20 halaman/hari
3. Membuat review buku di blog saat selesai membaca buku.
4. Update di medsos minimal 1 post per hari.

3. Gunakan pola manajemen yang dipilih (time management, task management, atau kombinasi keduanya) untuk mengelola kedua daftar di nomor 1 dan 2.
Saya mencoba menggunakan beberapa aplikasi di hp untuk membangun kebiasaan baru dan mengelola tugas-tugas saya. Saya sepertinya emnggunakan kombinasi antara manajemen waktu dan tugas, karena saya membuat daftar apa saja yang ingin dikerjakan setiap hari namun juga jadwal untuk rutinitas yang perlu diselesaikan per harinya.

Berikut beberapa aplikasi yang telah saya install.

19-04-09-22-51-09-651_deco

Semua kebiasaan yang ingin saya bangun dari Task 1-Task 3 di atas sudah saya masukkan.

PR selanjutnya adalah menyusun pengaturan agar semua kebiasaan berikut kegiatan rutin, termasuk yang menyita paling banyak waktu di poin nomor 1 agar bisa terlaksana dengan lebih efektif dan efisien.

Daripada menyusun jadwal yang detail per jam, saya sepertinya akan mencoba membuat kandang/kelompok waktu dan memasukkan beberapa prioritas dalam tiap kelompok tersebut.

Seperti ini kelompok waktu yang akhirnya saya buat:
1. Morning Starter – 04.00-07.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Tahajud, shalat Subuh, baca al-Qur’an.
>> Rumah Tangga: Mencuci dan menjemur pakaian, menyiapkan sarapan.
>> Bisnis Online: Membuat konten untuk sehari.
>> Habits: Minum Jeniper, makan buah, minum segelas air putih.

2. Enthusiastic First Half – 07.00-12.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Dhuha
>> Rumah Tangga: Melipat pakaian, memasak makan siang
>> Bersama Anak: Sarapan, membacakan buku, journaling, main, jalan pagi (weekend)
>> Bisnis Online: Posting tahap 1
>> Habits: Baca buku, minum 2 gelas air putih

3. Productive Second Half – 12.00-17.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Zuhur, Shalat Asar.
>> Bersama Anak: Makan siang, tidur siang, mandi sore, main.
>> Bisnis Online: Posting tahap 2
>> Habits: Baca buku, menulis jurnal, mengerjakan tugas kelas online, menulis blog/posting di media sosial pribadi, minum 2 gelas air putih

4. Peaceful Night – 17.00-22.00 WIB
>> Ibadah: Shalat Magrib, Shalat Isya.
>> Rumah tangga: Masak makan malam (kalau berbeda dari siang), beres-beres.
>> Bersama Anak: Makan malam, sikat gigi, baca buku, cerita-cerita, tidur.
>> Bisnis Online: Posting tahap 3
>> Habits: Menulis jurnal syukur, minum segelas air putih.

Tentunya masih perlu penyesuaian-penyesuaian yang akan dibuat seiring dengan pelaksanaan jadwal di atas. Rasanya saya juga ingin membuat bentuk yang lebih cantik dan mudah dibaca nantinya. Tapi, saya merasa pembagian semacam ini memudahkan saya. Tertata tapi tidak terlalu terikat seperti jika diatur per jam.

Alhamdulillah. Semoga bisa dilaksanakan ya 😁

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kesebelas

“Ma, Kakak mau belajar menulis.” Ujar Nara pagi ini.

“Kita journaling ya, Kak.”
“Kakak maunya menulis.”
“Iya, journaling itu kan mengeluarkan pikiran dan perasaan kita dinatas kertas. Boleh berbentuk gambar, boleh tulisan. Terserah Kakak. Kakak mau coba bikin huruf-huruf juga boleh.”

Saya menduga yang dia maksud mungkin lebih ke teknik menulis. Menyontoh huruf atau yang sejenisnya. Tapi sepemahaman saya, belajar menulis (dan membaca) lebih baik dilakukan secara alami saja, mengikuti tahap perkembangannya dengan stimulasi secukupnya. Ah, ilmu saya belum cukup untuk bisa menjelaskannya dengan baik.

19-04-09-20-07-25-203_deco

Akhirnya Nara setuju untuk menjurnal seperti biasa. Tapi kali ini dia memilih menggunakan spidol. Daripada menggambar seperti biasa, dia juga memilih membuat huruf-huruf sebisanya. Ada huruf “i”, “o”, “n”, seingat dia saja. Dia juga menulis kata “ayam” dan beberapa lagi. Tentunya ini berdasarkan ceritanya. Setelahnya, Nara melanjutkannya dengan gambar.

Kyna masih dengan gambar pausnya. Kali ini ditambah gajah 😁

Siangnya, saya memberikan Nara dan Kyna bubble wrapΒ  bekas membungkus paket yang datang ke rumah. Mereka cukup antusias. Namun, daripada memecahkan bulatannya, Nara lebih memilih untuk menggunting-guntingnya. Sementara Kyna merobek-robeknya.

Walau terlihat sepele, ini sesungguhnya turut melatih kekuatan otot tangan juga koordinasi mata dan tangan. Termasuk latihan pre menulis juga berarti ya.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kesepuluh

Journaling atau menjurnal masih merpakan kegiatan yang saya usahakan untuk rutin dilakukan oleh Nara dan Kyna.

Kegiatan ini, selain baik untuk melatih otot tangan, koordinasi mata dan tangan, mendorong anak mengembangkan kemampuan alaminya dalam menggenggam dan membuat coretan sesuai usianya, juga melatih anak mengekspresikan dirinya. Mengeluarkan pikiran dan perasaannya di atas kertas. Saya sendiri sedang menggiatkan kembali rutinitas menulis jurnal harian untuk saya pribadi.

Nara dan Kyna tidak selalu mau menjurnal. Berdasarkan pengamatan saya, seringnya sih karena saya tidak ikut menemani. Hari ini saya duduk bersama mereka dan mengamati. Mereka pun sibuk menceritakan gambarnya sambil menggambar (biasanya kalau sudah selesai baru laporan).

19-04-08-20-25-53-417_deco

Gambar Nara sudah berkembang menjadi pola-pola lingkaran terpisah. Saya lupa ini sampai tahap perkembangan yang mana, tapi yang jelas berbeda dari lingkaran sambung di gambar-gambar dia sebelumnya. Nara juga sedang suka menggunakan satu warna saja untuk gambarnya. Hari ini dia menggambar paus, ayam, geledek dan kandangnya juga kepompong berisi buaya terbang. Iya, imajinasinya memang suka random begitu.

Kyna masih berbentuk coretan acak. Dan hampir selalu gambarnya adalah ikan paus πŸ˜† Hari ini ada tambahan gambar ayam. Lumayan lah ada variasinya. Gambarnya juga sudah lebih banyak memenuhi kertas setelah sebelumnya lebih sering hanya di bagian tengah.

Ini bukan kegiatan yang diminta oleh Nara dan Kyna. Tapi jika sedang ingin mereka cukup menikmatinya.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kesembilan

Nara tiba-tiba menyusun balok kecil-kecilnya (nggak tau nama aslinya apa) di atas gambar di bukunya.

Ternyata Nara menyocokkan warnanya. Dia mengerjakannya dengan tekun, untuk kemudian memanggil saya agar melihat hasilnya.

19-04-07-23-08-49-661_deco

Setelah itu, saya mengajaknya main sticker. Saya mencoba variasi dengan menggunakan angka.

Nara berhasil menempel sampai angka 5 dengan tepat. Selanjutnya selesai dengan sedikit bantuan saya.

Level kesenangan untuk permainan ini biasa saja. Nara cukup semangat sih, tapi bukan yang berbinar-binar. Nara lebih suka permainan yang pertama, yang dia ciptakan sendiri daripada yang kedua.

[Bunda Sayang] Game Level 7: Tantangan 10 Hari Semua Anak adalah Bintang – Hari Kedelapan

Salah satu kegiatan yang sedang Nara senang lakukan adalah memotret. Menggunakan hp kamera saya atau ayahnya dia kerap mengambil foto-foto sesuai keinginannya.

Hasilnya kadang masih suka buram karena tangannya belum mantap, tetapi makin ke sini foto yang diambil makin jelas bentuknya 😁

Berikut beberapa hasil foto yang Nara ambil.

19-04-06-21-08-30-178_deco

Nara cenderung mengambil foto satu objek yang sama berulang-ulang. Dia selalu senang saat dizinkan menggunakan hp kami untuk memoto. Berbinar-binar. Penuh semangat. Itulah Nara bersama “kamera”-nya.

Kali ini yang memenuhi fotonya adalah Kyna yang sedang minum kemudian sibuk membersihkan tumpahan airnya dengan lap.

Beberapa hasil foto Nara disimpan ayahnya dalam gdrive, agar kami bisa melihat perkembangannya dari waktu ke waktu.