[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kesembilan

Kali ini saya mengajak Nara bermain menggunakan jepitan baju dan stik es krim.

Saya meminta Nara menjepitkan jepitan baju pada stik es krim sesuai warna dan jumlah yang saya minta. Kemudian memintanya menyebutkan kembali jumlah tiap warna dan menghitung total semuanya.

19-02-17-21-12-45-076_deco

Untuk kloter pertama, saya sengaja menentukan total semuanya sebanyak enam buah. Hanya jumlah dan warna jepitan yang membentuknya berbeda-beda. Saya ingin mengenalkan pada Nara bahwa jumpah total jepitan yang sama bisa terdiri dari susunan jepitan yang berbeda-beda. Jumlah 6 bisa berarti 5 ditambah 1, 3 ditambah 3, 2 ditambah 2 ditambah 2, dan seterusnya.

Tahap selanjutnya, saya hanya menyebutkan jumlah jepitan yang saya minta, kemudian mempersilakan Nara memenuhinya dengan warna apa saja. Lalu menyebutkan jumlah yang lain dan memintanya memenuhinya dengan lebih dari satu warna jepitan sebagai variasi.

Terakhir, saya mempersilakan Nara menentukan sendiri jumlah yang dia inginkan dan menyusun isinya sampai memenuhi jumlah yang dia tentukan itu. Saat dia kelebihan atau kurang meletakkan jepitan saya mengingatkan, “Tadi Nara mau jumlah berapa? Ini berapa? Berarti perlu ditambah/dikurangi
berapa?” Alhamdulillah dia bisa menjawabnya.

Nara melakukan semuanya dengan lancar dan senang. Tanpa disadari, dia sudah melakukan penjumlahan, pengurangan, juga mengklasifikasikan warna. Masya Allah tabarakallah.

Click to Share

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kedelapan

Rutinitas adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak. Dengan susunan kegiatan yang teratur, anak-anak belajar mengenali urutan, pola, prediksi, prioritas, pengelolaan waktu, hingga sebab-akibat.

Saya termasuk orang yang kurang teratur 😅

Namun setelah menyadari pentingnya rutinitas dan keteraturan ini bagi perkembangan anak-anak, sekaligus memperbaiki pengelolaan waktu saya, saya berusaha membuat jadwal yang lebih tetap untuk Nara dan Kyna.

Paling tidak, kegiatan-kegiatan utama seperti tidur, makan, dan mandi memiliki urutan dan patokan waktunya sendiri. Selebihnya ada kegiatan journaling, jatah screen time dan main bertujuan, di luar kegiatan bebas.

Saya menyosialisasikan urutan kegiatan ini pada Nara dan Kyna.

Walau kadang waktunya suka meleset, tapi saya usahakan urutannya tetap sama. Mereka pun sudah hapal jadwalnya, sudah bisa menyebutkan urutannya saat ditanya.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Ketujuh

Klasifikasi adalah hal yang sangat penting dipelajari oleh anak-anak, yang nantinya akan berpengaruh pada banyak aspek dalam hidupnya.

Kemampuan membuat keputusan, memecahkan masalah, menciptakan ide dan melaksanakannya, akan dipermudah bila anak mampu mengklasifikasikan segala sesuatu dengn baik. Ternyata belajar klasifikasi ini termasuk matematika logis lho.

GL 6 D7 - 150219

Nara meminta main water beads sambil mandi sore itu. Saya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk memintanya mengklasifikasikan water beads dan animal grow ke dalam dua wadah yang terpisah. Saya kemudian juga menambah wadah satu lagi untuk meletakkan water beads dengan warna tertentu terpisah dari warna lainnya.

Tidak ada kesulitan berarti untuk Nara, tapi Kyna, yang juga ikut bermain, masih perlu diingatkan sesekali.

Pengenalan klasifikasi bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, seperti meletakkan buku atau mainan pada tempatnya, memilih pakaian: menentukan mana baju tidur, baju main, atau baju pergi dan mengmabilnya dari rak yang terpisah, memisahkan daging buah dengan kulit dan bijinya, dan banyak lagi.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Keenam

Kali ini Nara dan Kyna main tepung yang diberi air berwarna. Nara warna merah. Kyna warna biru.

Mereka menambahkan air pada tepung menggunakan pipet dan sendok.

Perlahan tekstur tepung mulai berubah. Awalnya kering menjadi lengket, lalu kental, lantas cair, seiring dengan banyaknya air yang terus ditambahkan.

Saya mendampingi sambil sesekali memberi komentar semacam, “Gimana rasanya tepung?” “Setelah dikasih air jadi gimana?” “Lengket ya De?”

19-02-14-22-27-51-843_deco

Waktu bagian lengket, Kyna seperti kurang suka. Dia berusaha membersihkan tangannya, lalu lanjut mengaduk tepung menggunakan sendok 😆

Kyna kemudian menambahkan lebih banyak air, awalnya menggunakan sendok, lalu menuang air langsung dari mangkuk. Tepungnya pun lebih cepat cair.

Nara lebih perlahan. Dia seperti menikmati tiap perubahan. Tidak lupa saya sesekali mengomentari. “Makin banyak airnya jadi makin cair ya, Kak.”

Setelah kedua tepung cair, Nara dan Kyna pun memakainya sebagai cat untuk melukis di atas kertas.

Selain melatih sensori, permainan ini juga mengenalkan perubahan dan perbedaan tekstur pada mereka.

Belepotan? Pastinya.

Mereka sekaligus belajar mengelap sisa tepung dan mencuci peralatannya.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kelima

Sama seperti kebanyakan anak-anak lainnya, Nara dan Kyna paling semangat kalau main air.

Sore itu saya mengajak mereka main tuang-tuang. Mainnya di kamar mandi, biar nggak perlu ngepel setelahnya. Waktunya juga sebelum mandi sore, jadi selesai main langsung mandi deh 😁

19-02-13-09-21-18-760_deco

Masing-masing anak saya beri tiga peralatan: gayung kecil, mangkuk kecil, dan sendok sayur.

Kemudian, saya meminta Nara memindahkan air dari gayung besar ke mangkuk menggunakan sendok sayur sambil menghitung tiap sendokan.

Air dari mangkuk yang sudah terisi penuh dituang lagi ke gayung kecil. Begitu terus sampai gayungnya penuh.

Hasilnya, delapan sendok sayur mengisi satu mangkuk kecil. Tiga mangkuk kecil mengisi satu gayung kecil. Jadi satu gayung kecil berisi 24 sendok sayur. Ini kami buktikan kembali dengan menyendokkan air langsung ke gayung kecil.

Nara mungkin belum sepenuhnya mengerti, tapi mudah-mudahan ada yang terserap dari konsep tersebut. Bahwa masing-masing wadah memiliki volume sendiri. Wadah yang lebih besar bisa berisi beberapa wadah kecil. Ini juga mengenalkan konsep perkalian dan pembagian.

Kyna lebih banyak ikut main-main saja. Nara juga saya persilakan bermain bebas setelahnya. Sambil bersenang-senang, semoga informasi dan pengetahuan baru lebih mudah masuk.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Keempat

Nara sedang main balok-balok waktu saya terpikir untuk mengajaknya mengenal pola menggunakan balok tersebut.

Saya menyusun balok dengan pola tertentu lalu meminta Nara melanjutkannya.

Pola pertama bisa dia ikuti dengan mudah. Pola kedua dia sempat bingung, tapi kemudian berhasil mengikuti pola sebelumnya. Selanjutnya dia tampaknya lebih paham. Lalu saya membiarkan Nara membuat polanya sendiri.

19-02-12-16-28-42-972_deco

Dalam hidup, terdapat pola-pola yang jika dapat kita kenali akan membantu kita beradapatasi dengan lebih baik. Kita juga akan lebih mudah menemukan solusi dari masalah yang dihadapi, hingga membuat pola-pola kita sendiri, yang kita anggap paling efektif dalam menjalani hidup yang bermanfaat dan bermartabat.

Latihan sederhana ini semoga bisa menstimulus kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah Nara ya.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Ketiga

“Kita bikin donat yuk, Nely.” Ujar Nara pada ibu saya.

Tentu pada akhirnya Nely yang membuat donatnya. Nara lebih banyak melihat sambil sesekali berkomentar.

Saya lalu mengambil kesempatan ini untuk menstimulasi kemampuan Nara mengenali jumlah.

IMG_20190208_174103

Saya meminta Nara menyebutkan berapa jumlah adonan donat yang belum dibolongi.

Nara yang sudah bisa menghitung sampai sepuluh pun memeberitahu jumlah donat dengan tepat.

Atoknya, ayah saya, lalu menanyakan jumlah adonan yang sudah dibolongi. Namun karena jumlahnya lebih dari sepuluh Nara masih kesulitan.

Nara belum mengenal simbol-simbol angka, tapi dia sudah mengerti jumlah benda. Dia bisa menghitung ada berapa sesuatu itu. Dia juga bisa memberikan dengan tepat suatu barang sesuai jumlah yang saya minta.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Kedua

Nara sudah mengenal nama beberapa bangun datar. Baik dari buku mengenal bentuk maupun saya kenalkan saat bermain. Kyna belum terlalu bisa membedakan bentuk.

Kali ini, saya mengajak Nara dan Kyna mengenali bentuk di sekitar rumah.

Mengenali bentuk di sekitar kita.
Mengenali bentuk di sekitar kita.

Menggunakan buku yang mereka miliki, kami bersama-sama melihat dan menyebutkan nama bentuk yang tertera. Mereka kemudian saya minta membawakan benda berbentuk sama yang ada di sekitar rumah.

Permainan berlangsung cukup seru, walau mereka masih perlu bantuan untuk menemukan bentuk yang dimaksud.

Karena bentuk di sekitar rumah ternyata juga terbatas, kami akhirnya menggunakan mainan yang memiliki banyak variasi bentuk.

[Bunda Sayang] Game Level 6: Tantangan 10 Hari Menstimulus Matematika Logis – Hari Pertama

Nara dan Kyna suka main balon. Terkadang, ayah mereka membelikan mereka balon yang ditiup sendiri di rumah.

Saat ini sedang ada tiga buah balon yang ditiup Ayah. Melihat ukurannya yang berbeda-beda, saya jadi terpikir untuk bertanya pada Nara dan Kyna.

IMG_20190208_122247

“Mana balon yang paling besar?”
“Mana balon yang paling kecil?”
“Lebih besar mana, balon biru atau balon hijau?”
“Lebih kecil mana balon oranye atau balon biru?”

Begitu seterusnya.

Nara bisa menjawab dengan lancar. Tampaknya dia sudah mengerti konsep lebih besar dan lebih kecil. Sementara Kyna masih suka keliru. Permainan semacam ini bisa diulangi lagi untuk Kyna. Nara juga bisa ikutan sih, sekadar untuk bersenang-senang.

[Bunda Sayang] Game Level 5: Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca – Aliran Rasa

Sebelum dimulai, saya sudah semangat menyambut datangnya tantangan ini, karena memang sejalan dengan salah satu tujuan saya sebagai ibu: Membuat anak-anak saya gila baca! Hihi. Saya juga percaya sekali akan manfaat membacakan buku sejak dini serta pentingnya membangun kebiasaan membaca buku untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Setelah dikerjakan, ternyata tantangan yang satu ini memang menyenangkan. Anak-anak makin semangat mita dibacakan buku. Saya juga turut semangat merutinkan kembali membaca buku untuk diri sendiri. Bahkan suami saya, yang hampir tidak pernah membaca buku, juga ikutan membaca buku, walau akhirnya cuma sehari dalam 17 hari jangka waktu tantangan yang digunakan untuk membaca.

Saya juga jadi tahu, bahwa jumlah buku yang dibaca anak-anak dalam sehari ternyata cukup banyak. Rasanya senang melihat dahan mereka bertambah rimbun setiap harinya. Ditambah lagi, Nara mulai mau dan mampu menyimak buku-buku cerita dengan sedikit ilustrasi. Chapter book istilahnya.

Apakah saya akan melanjutkan membuat pohon literasi? Mungkin tidak. Rasanya terlalu merepotkan buat saya xD

Tapi, saya akan meneruskan membuat daftar buku yang sudah dibaca sekadar sebagai pengingat buku apa dan berapa banyak yang saya baca di bulan dan tahun ini. Mudah-mudahan saya juga bisa mendisiplinkan diri membuat reviewnya ya.

Untuk anak-anak, saya insya Allah akan terus membacakan buku untuk mereka. Tiada hari tanpa membacakan buku pokoknya.

Semoga, sering dengan membaiknya konsistensi saya mebaca buku, berbagi isinya, dan mengamalkan ilmu di dalamnya, suami saya bisa ikut tergerak lebih banyak membaca buku. Aamiin YRA.